• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
July 11, 2025
in Crime, News
0
Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews- — Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, ditemukan tewas secara misterius di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu pagi (7/7). Yang mengejutkan, kepala korban ditemukan dalam kondisi terlakban, sementara kamar terkunci dari dalam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di bagian tubuh lainnya.

Kematian Arya mengejutkan banyak pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri yang menyatakan duka cita mendalam atas kepergian salah satu staf terbaiknya. Juru Bicara Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian dan autopsi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Kami sangat kehilangan. Arya adalah diplomat berdedikasi. Namun kami tidak akan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya pada pihak berwenang,” kata Iqbal dalam keterangan resmi, Senin (8/7).

Menurut keterangan polisi, jasad Arya pertama kali ditemukan oleh penjaga indekos setelah istrinya yang tinggal di Yogyakarta khawatir karena tidak bisa menghubunginya. Saat ditemukan, tidak ada tanda kerusakan pada pintu atau jendela kamar. Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Pintu terkunci dari dalam. Kondisi kamar rapi. Tidak ada tanda kekerasan. Tapi kepala korban terbungkus lakban. Kami masih menunggu hasil autopsi,” ujar Kapolsek Menteng, Kompol Rosiana Nurwidajati.

Arya Daru Pangayunan (39), alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2005, dikenal sebagai diplomat yang berdedikasi tinggi dalam isu perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Ia pernah bertugas di Yangon, Dili, Buenos Aires, dan menjadi bagian dari tim evakuasi WNI di Turki dan Iran. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Diplomat Ahli Muda di Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu, dan sempat menjadi saksi dalam kasus perdagangan orang yang melibatkan WNI di Jepang.

Kematian Arya memicu banyak spekulasi di kalangan publik, terutama karena sepak terjangnya dalam isu-isu sensitif seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun pihak Kementerian menegaskan bahwa Arya tidak sedang terlibat dalam penanganan kasus TPPO di Kamboja, sebagaimana ramai dibicarakan di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan kematian Arya dengan isu tertentu tanpa bukti. Mari hormati proses hukum dan privasi keluarga,” kata Direktur PWNI Kemlu, Judha Nugraha.

Pihak keluarga, termasuk sang istri dan dua anaknya yang masih kecil, tengah menanti hasil autopsi dan mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan transparan. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada melalui Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) juga menyampaikan duka cita, dan berharap kematian Arya tidak berlalu begitu saja tanpa kejelasan hukum.

“Kami mendesak penyelidikan tuntas dan transparan. Arya bukan hanya alumni kami, tapi juga wajah profesionalisme diplomasi Indonesia,” ujar Ganjar Pranowo selaku Ketua Umum PP KAGAMA.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian Arya. Hasil autopsi diperkirakan rampung dalam waktu dekat. Sementara publik terus bertanya, benarkah kematian ini hanya insiden biasa—atau ada sesuatu yang lebih besar yang coba ditutupi?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah Masih Misteri, Hukum Sudah Beraksi: Mengapa dr. Tifa yang Polisikan?

Next Post

Ketika Diplomasi Dikubur Diam-Diam: Kematian Arya dan Sunyi yang Mencurigakan

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri
Crime

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Next Post
Ketika Diplomasi Dikubur Diam-Diam: Kematian Arya dan Sunyi yang Mencurigakan

Ketika Diplomasi Dikubur Diam-Diam: Kematian Arya dan Sunyi yang Mencurigakan

Berita Lucu dari Polda Metro Jaya Setelah Zaman Sambo

Beathor Suryadi: Muncul Dugaan Gelar Profesor Paiman Bodong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist