• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ijazah Masih Misteri, Hukum Sudah Beraksi: Mengapa dr. Tifa yang Polisikan?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 11, 2025
in Crime, Feature
0
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di sebuah ruang digital yang sunyi, hanya dipenuhi gema formalitas, wajah-wajah bersetelan gelap menatap lurus ke arah kamera. Suara seorang hakim terdengar datar, tanpa jeda empati: “Pengadilan Negeri Solo tidak berwenang.” Tak ada gemuruh, tak ada protes, hanya keheningan yang pekat. Sebuah keputusan dibacakan—bersih, sederhana, resmi. Tetapi juga dingin, seperti lorong birokrasi yang sudah terlalu lama menyimpan bau apak ketakutan.

Barangkali kita memang sudah terlalu akrab dengan kata-kata semacam itu. “Tidak berwenang”, “tidak memenuhi syarat formil”, “tidak dalam yurisdiksi”. Bahasa-bahasa hukum yang steril, tapi di dalamnya tersembunyi banyak luka dan frustrasi. Karena di negeri ini, hukum bukan sekadar teks di atas kertas, melainkan lanskap yang disusun oleh kepentingan dan dikawal oleh rasa takut.

Adalah Muhammad Taufiq, seorang warga biasa, yang entah karena keberanian atau justru karena sudah tak punya apa-apa lagi untuk ditakuti, memutuskan menggugat Presiden. Ia tidak menuntut kekuasaan, tidak pula menuntut tahta, hanya ingin satu hal: kejelasan tentang keaslian selembar ijazah.

Apakah itu terlalu banyak diminta dari seorang kepala negara?

Tapi sistem menjawab: iya. Gugatan Taufiq ditolak. Bukan karena ia salah, tapi karena tempat ia berbicara dianggap salah. Ia datang dengan logika publik, tapi dijawab dengan logika prosedur. Di sebuah negara yang mengaku demokratis, ini seperti mengetuk pintu rumah sendiri lalu dituduh penyusup.

Sementara itu, mereka yang mempertanyakan hal serupa—seperti dr Tifa—diseret ke ruang penyidikan. Seorang intelektual yang menuntut bukti di hadapan publik justru diperlakukan seperti penjahat. Ia tak membawa bom, tak menyerang istana. Ia hanya membawa satu permintaan yang sederhana: “Kalau memang asli, ijazah itu tunjukkanlah.”

Tapi negara ini tak suka ditanya. Negara ini hanya suka dipuji.

Apa yang kita lihat bukan sekadar peristiwa hukum. Ini adalah tragedi politik yang dilumuri seragam hukum agar tampak berwibawa. Di negeri yang katanya menjunjung hukum, terlalu sering hukum dijadikan alat untuk membungkam, bukan melindungi.

Dan mungkin itulah alasan mengapa banyak orang memilih diam. Karena di negeri ini, kebenaran bisa mengancam. Karena mempertanyakan bisa membuatmu kehilangan pekerjaan, kehilangan teman, bahkan kehilangan kebebasan. Karena di negeri ini, seorang penguasa tak perlu menjawab, cukup menatap, lalu sistem akan bekerja menggertak siapa pun yang bertanya.

“Pengadilan Negeri tidak berwenang,” kata hakim. Tapi pertanyaannya: siapa yang berwenang kalau semua pengadilan menolak mendengar?

Kita tahu, ini bukan akhir. Sejarah negeri ini mencatat bahwa kebenaran yang ditolak oleh pengadilan formal, sering kali menemukan jalannya sendiri. Di pasar-pasar, di warung kopi, di ruang keluarga, di ruang-ruang sunyi yang tak direkam kamera. Di sana, kebenaran mengendap dan diam-diam tumbuh jadi perlawanan.

Dan barangkali, kelak, yang akan menjadi saksi bukan lagi seorang hakim, tapi rakyat. Mereka yang hidup dengan beban ketidakadilan, mereka yang dikecewakan oleh janji dan dusta, akan berkumpul. Bukan dengan senjata, tapi dengan ingatan.

Karena ijazah bisa direkayasa, bisa disalin, bisa diarsipkan palsu. Tapi sejarah tidak. Ia merekam siapa yang menyembunyikan, siapa yang menutupi, siapa yang diam—dan siapa yang bersuara ketika semuanya memilih bungkam.

Sejarah tak tunduk pada cap jempol atau stempel negara. Ia hanya tunduk pada keberanian.

Dan di negeri ini, barangkali itu yang paling langka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”

Next Post

Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Ketika Diplomasi Dikubur Diam-Diam: Kematian Arya dan Sunyi yang Mencurigakan

Ketika Diplomasi Dikubur Diam-Diam: Kematian Arya dan Sunyi yang Mencurigakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist