Kontributor: Biccu
Makassar, Fusilatnews – Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI) telah mencetak 500 eksemplar buku braille dan mendistribusikannya ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sulawesi Selatan, Jumat (6/12/2024) hingga Minggu (8/12/2024). Pendistribusian ini dilakukan untuk mendukung literasi siswa dengan disabilitas netra di wilayah terpencil.
Subu B., S.Pd., Kepala SLB-A YAPTI, turut mendampingi jurnalis dalam pendistribusian tersebut. Buku-buku braille ini disebarkan ke sejumlah kabupaten, termasuk Takalar, Sinjai, Bone, dan Maros. Perjalanan distribusi juga melewati beberapa daerah, seperti Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, dan Maros.
Menurut Subu B., buku braille yang dicetak dengan pola titik-titik di atas kertas merupakan upaya untuk meningkatkan akses literasi siswa tunanetra. “Pendistribusian buku braille ini adalah wujud kepedulian terhadap peserta didik, khususnya disabilitas netra, agar mereka tetap mendapatkan akses ilmu pengetahuan, terutama di daerah terpencil,” ujarnya.
Sementara itu, Hajja Andi Nurwati, S.Pd., Kepala SLB Amanah Kabupaten Bone, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia menyebut bahwa keberadaan buku braille adalah bukti bahwa tunanetra tetap berhak memperoleh ilmu yang menjadi jendela dunia.
“Sebagai guru SLB, tugas kita adalah mengawal peserta didik untuk mencapai cita-citanya. Namun, ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk orang tua siswa dan para pemangku kepentingan lainnya,” ungkapnya.
Distribusi buku braille ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang belajar bagi siswa tunanetra dan membantu mereka meraih masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.

























