PPA berencana akan melakukan intervensi lebih mendalam kepada ibu DP sebagai korban setelah penanganan dokter selesai.
Jakarta – Fusilatnews – DP (27 tahun), ibu yang mengalami KDRT dan 4 anaknya tewas dibunuh suaminya yang juga ayah kandung 4 anak itu masih mendapat penanganan intensif dokter spesialis kejiwaan di RSUD Pasar Minggu.
“Karena dia trauma yang amat berat, psikis terguncang kami mengatur jangan sampai dia mendapatkan pertanyaan-pertanyaan, yang akan buat dia malah sangat tertekan. Akhirnya kami memutuskan istilahnya ditenangkan keluarga dan ibu, memang sengaja kami tutup dulu untuk keluar,” kata Kepala UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P2A) Tri Palupi Diah Handayani Sabtu (9/12).
Tri Palupi Diah Handayani menegaskan Pihaknya juga sengaja menjaga korban dan keluarganya dari sorotan agar traumanya tidak memburuk.
PPA berencana akan melakukan intervensi lebih mendalam kepada ibu DP sebagai korban setelah penanganan dokter selesai.
“Kami menunggu sampai tenang, kemudian hasil dari dokter kejiwaannya bagaimana baru dilakukan pendampingan,” katanya.
Ibu DP mengalami trauma berat hingga mengaku ingin bunuh diri setelah mengetahui empat anaknya meninggal. Padahal korban sudah cukup trauma setelah KDRT yang dialaminya pada Sabtu (2/12).
“Dari awal karena ada benturan keras ke tembok dan banyak rentetannya, makanya traumanya itu berkesinambungan. Apalagi setelah mendengar bahwa keempat anaknya meninggal, jadi tambah down, terus akhirnya kan ingin bunuh diri,” ujarnya.
DP mengalami KDRT
Sebelum kejadian tragedi pembunuhan, DP mengalami KDRT yang mengakibatkan dirinya harus dilarikan ke rumah sakit. Menurut pengakuan Ketua RT setempat, korban ditemukan dalam kondisi hidung dan mulut mengeluarkan darah saat ditemukan warga.
Ketua RT 04/03 Kelurahan Jagakarsa, Yakub menyebut pertengkaran yang berujung KDRT antara DP dan suaminya telah terjadi sejak dua pekan ini. Namun cek-cok hebat terjadi pada Sabtu (2/12/) hingga korban ditemukan berdarah-darah.
“Waktu itu (Sabtu) polisi pingin lihat kondisi istrinya. Nah di situ keluar darah. Belum bisa ditanya apa-apa langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Yakub.
Setelah insiden KDRT, empat anak DP, V (6), S (4), A (3) dan A (1) ditemukan tewas membusuk di sebuah kontrakan di RT 04/03, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2023). Empat bocah itu diduga dibunuh oleh suaminya sendiri.























