• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

DPR RI dan Kewenangannya: Menuju Demokrasi atau Koumunisme Gaya Politbiro?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 8, 2025
in Feature, Politik
0
Rapat Komisi I DPR RI Bahas Peretasan PDN, Seru. Kominfo, BSSN dan Telkom Saling Menyalahkan
Share on FacebookShare on Twitter

Kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam mengawasi, mengevaluasi, hingga mencopot pejabat di lembaga negara kini menjadi sorotan. Beberapa pihak menilai bahwa kewenangan ini tidak hanya melampaui batas, tetapi juga berpotensi menyalahi prinsip demokrasi. Dengan adanya wacana bahwa DPR dapat menurunkan lembaga negara tertentu, muncul pertanyaan kritis: apakah ini langkah maju dalam demokrasi atau justru mengarah pada model kekuasaan ala politbiro dalam sistem komunisme?

DPR RI dan Ekspansi Kekuasaan

Sebagai lembaga legislatif, DPR RI memiliki tugas utama dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Namun, belakangan ini, lembaga tersebut tampak semakin berperan sebagai aktor utama dalam menentukan arah pemerintahan, tidak hanya dengan mengawasi tetapi juga berupaya memiliki kendali atas lembaga negara lain.

Dalam sistem demokrasi yang sehat, mekanisme check and balance berfungsi sebagai penyeimbang antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Namun, ketika DPR mendapatkan kewenangan untuk mengevaluasi dan bahkan mencopot pejabat lembaga negara, peran eksekutif dan yudikatif menjadi tereduksi. Kondisi ini mencerminkan gejala penyimpangan demokrasi di mana kekuasaan tidak lagi terbagi secara proporsional, melainkan terkonsentrasi pada segelintir elit politik di parlemen.

Politbiro: Model Sentralisasi Kekuasaan

Untuk memahami potensi ancaman dari kewenangan DPR yang diperluas, kita bisa membandingkannya dengan sistem politik dalam komunisme, khususnya peran politbiro dalam Partai Komunis Uni Soviet dan Tiongkok. Dalam sistem ini, politbiro menjadi pusat kekuasaan tertinggi yang menentukan kebijakan negara, menunjuk pejabat eksekutif, dan memastikan loyalitas birokrasi terhadap partai.

Politbiro tidak hanya mengontrol keputusan strategis negara, tetapi juga memiliki kekuatan absolut dalam menentukan pejabat-pejabat penting, termasuk dalam sektor militer, ekonomi, dan yudikatif. Struktur ini menghilangkan pemisahan kekuasaan yang menjadi prinsip utama dalam demokrasi modern. Ketika DPR RI mulai mengambil peran yang serupa—memiliki kewenangan besar dalam menilai dan mengganti pejabat lembaga negara—maka demokrasi yang seharusnya berbasis pada pemilihan langsung dan transparansi mulai mengarah pada sistem oligarkis.

Dampak Terhadap Demokrasi Indonesia

Jika DPR memiliki kekuasaan yang terlalu luas, maka beberapa dampak negatif dapat terjadi, di antaranya:

  1. Pemusatan Kekuasaan – DPR dapat bertindak sebagai institusi superpower yang memengaruhi jalannya pemerintahan tanpa batasan yang jelas.
  2. Pelemahan Eksekutif dan Yudikatif – Peran presiden dan lembaga hukum menjadi semakin subordinatif, menghilangkan keseimbangan dalam tata kelola negara.
  3. Potensi Otoritarianisme Parlemen – DPR bisa menjadi alat kepentingan elite partai politik tertentu yang tidak merepresentasikan kepentingan rakyat secara luas.

Kesimpulan

Demokrasi yang sehat membutuhkan keseimbangan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Jika DPR RI diberikan kewenangan untuk mencopot pejabat lembaga negara, maka akan terjadi ketimpangan kekuasaan yang membahayakan prinsip check and balance. Perbandingan dengan politbiro dalam sistem komunisme menunjukkan bahwa model ini dapat mengarah pada sistem oligarkis di mana kekuasaan terpusat pada segelintir elite politik.

Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali batas kewenangan DPR agar tidak menjadi lembaga yang terlalu dominan dan mengancam stabilitas demokrasi. Jika tidak, Indonesia berisiko mengalami degradasi demokrasi dan semakin mendekati sistem pemerintahan yang bersifat otoriter, di mana parlemen berperan sebagai “politbiro” yang menentukan segalanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Warga Gaza Kepada Trump : Kami  akan  Bangun  Kembali Hotel di tepi laut

Next Post

IPW Minta Putusan Sidang Etik AKBP Bintoro dkk Dilanjutkan ke Pidana

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Minta Putusan Sidang Etik AKBP Bintoro dkk Dilanjutkan ke Pidana

Asteroid  Besar Memiliki  Peluang 1 banding 43  Tabrakan dengan Bumi

Asteroid  Besar Memiliki  Peluang 1 banding 43  Tabrakan dengan Bumi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...