• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dua Kubu dalam Siaga Perang: Nahdatul Ulama atau Nunut Urip?

fusilat by fusilat
December 7, 2024
in Feature, Komunitas, Pojok KSP
0
NU vs PKB: Siapa Pandawa Siapa Kurawa?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya, Jawa Timur, menolak keras rencana Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa Nahdatul Ulama (PO dan MLB NU) menggelar acara Pra-MLB NU pada 20-21 Desember 2024 di Surabaya.

Sebaliknya, Presidium PO dan MLB NU ‘keukeuh” untuk menggelar MLB NU di Kota Pahlawan itu. Kedua kubu kini saling pasang kuda-kuda. Mereka seakan dalam siaga perang.

Presidium PO dan MLB NU dibentuk oleh Munas Alim Ulama yang digelar pada Minggu (18/8/2024) lalu di kediaman keluarga Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jatim, yang diklaim diikuti 200 PCNU dan 18 PWNU di seluruh Indonesia.

Acara Pra-MLB NU itulah yang akan memutuskan kapan dan di mana MLB NU akan digelar. Adapun tujuan MLB adalah mengevaluasi kinerja PBNU selama tiga tahun terakhir di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf yang terpilih dalam Muktamar NU di Lampung tahun 2021.

Disinyalir, gerakan MLB NU “disponsori” Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang kini menjabat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.

Sebaliknya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul pada Sabtu (30/11/2024) lalu mengumpulkan PWNU se-Indonesia di Surabaya. Mereka kemudian sepakat untuk menolak MLB NU.

Lantas, sesungguhnya apa motif mereka berebut kursi PBNU-1? Bagi mereka, apakah NU dimaknai sebagai “Nunut Urip” (ikut hidup) ataukah Nahdatul Ulama (gerakan ulama)?

Dirunut dari sejarahnya, setelah sempat menjadi partai politik pada 1952 dan ikut Pemilu 1955 yang merupakan pemilu pertama di Indonesia dengan perolehan suara cukup lumayan, menjelang Pemilu 1971 muncul kesadaran di kalangan NU untuk kembali ke Khittah 1926 atau kembali ke semangat perjuangan awal saat NU didirikan pada 31 Januari 1926, di mana NU adalah “jami’iyah diniyyah ijtima’iyah”, organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis.

Kesadaran untuk kembali ke Khittah 1926 kemudian muncul lagi tahun 1983 dan tahun-tahun seterusnya. Kini, kesadaran untuk kembali ke Khittah 1926 juga muncul lagi seiring gonjang-ganjingnya PBNU akibat konflik dengan PKB.

Khittah NU adalah landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap pengambilan keputusan.

Kembali ke Khittah berarti kembali pada semangat perjuangan 1926, saat awal NU didirikan. Bagi NU yang sudah kembali menjadi organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan, politik hanyalah instrumen mencapai tujuan kemaslahatan bangsa dan negara.

Sebab itu, politik yang dipraktikkan NU secara struktural adalah politik kebangsaan, politik keumatan, politik kerakyatan, dan politik yang penuh dengan etika, bukan politik praktis yang berorientasi kekuasaan semata dengan menghalalkan segala cara.

Akar Konflik

Diakui atau tidak, PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya dan Gus Ipul memang sangat politis. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, misalnya, keduanya menyatakan bahwa PKB tidak ada kaitannya dengan NU, sehingga tidak dibenarkan Nahdliyin mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang saat itu maju sebagai calon wakil presiden pendamping calon presiden Anies Baswedan.

Pada saat bersamaan, langkah-langkah keduanya terkesan mendukung capres-cawapres yang didukung Joko Widodo, Presiden RI saat itu, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Maka begitu Prabowo-Gibran terpilih, Gus Ipul pun mendapat ganjaran kursi Menteri Sosial yang kemudian berlanjut di Kabinet Merah Putih. PBNU pun oleh pemerintah diberi izin pengelolaan tambang batubara di Kalimantan.

Sebagai balasan, Cak Imin yang saat itu menjabat Wakil Ketua DPR memelopori pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 oleh Kementerian Agama yang dinilai bermasalah. Menteri Agama saat itu adalah Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, adik kandung Gus Yahya.

Sebab itu, Gus Yahya mensinyalir pembentukan Pansus Haji tersebut bertendensi menyerang dirinya melalui adiknya, Gus Yaqut.

Gus Yahya pun melancarkan serangan balasan dengan membentuk Tim Lima untuk mengevaluasi PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin yang ia nilai telah melenceng dari cita-cita awal PKB didirikan oleh PBNU.

Gus Yahya bahkan sempat mewacanakan menggelar MLB PKB untuk menandingi Muktamar PKB di Bali akhir Agustus lalu yang memilih kembali Cak Imin sebagai ketua umum.

Di sinilah terlihat ambiguitas Gus Yahya: menjelang Pilpres 2024 menyatakan PKB tak ada hubungannya dengan NU, ketika dibentuk Pansus Haji akan mengevaluasi PKB yang dilahirkan PBNU bahkan mewacanakan MLB PKB.

Jika dicermati, konflik antara PBNU dan PKB merupakan residu konflik internal PKB tahun 2005 lalu antara kubu KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan kubu Cak Imin yang akhirnya dimenangkan kubu Cak Imin.

Gus Yahya dan Gus Ipul merupakan anak-anak ideologis Gus Gur. Keduanya di pihak mendiang mantan Ketua Umum PBNU itu. Begitu pun Cak Imin yang merupakan keponakan Gus Dur, juga anak ideologis Gus Dur.

Jadi, konflik antara PBNU dan PKB sesungguhnya merupakan konflik antar-personal yang kemudian menyeret-nyeret institusi sehingga menjadi konflik institusional atau antar-lembaga. Mereka sama-sama memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi dan kelompok masing-masing. Mereka disinyalir nunut urip di NU.

Kini, Gus Ipul dan Cak Imin sama-sama duduk di Kabinet Merah Putih. Akankah keduanya berdamai dan berimplikasi pada berdamainya PBNU dengan PKB?

Sejauh ini tidak. Di lapangan, kedua kubu bahkan saling pasang kuda-kuda. Yang paling bingung nanti adalah Banser, harus mengamankan kubu mana seandainya terjadi “tawuran” antara massa NU dan PKB di tingkat “grass roots” (akar rumput). Dua gajah bertarung, pelanduk mati di tengah.

Alhasil, semboyan Muhammadiyah kiranya patut diadopsi NU menjadi, “Hidup-hiduplah NU, tapi jangan mencari penghidupan di NU.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KEMBALIKAN JABAR JADI LUMBUNG PADI NASIONAL

Next Post

PARCOK

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru
daerah

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Next Post
Revisi UU Polri: Meluasnya Wewenang di Tengah Masalah Institusional

PARCOK

Gedung KPK Berubah Jadi Showroom Mobil Mewah dan Moge Rampasan Kasus Korupsi

Gedung KPK Berubah Jadi Showroom Mobil Mewah dan Moge Rampasan Kasus Korupsi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...