• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Efek Domino Royalti Musik — Sopir Bus Tak Mau Putar Lagi

Ali Syarief by Ali Syarief
August 20, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Efek Domino Royalti Musik — Sopir Bus Tak Mau Putar Lagi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kebijakan pemerintah untuk mengenakan royalti atas pemutaran musik di ruang komersial kini mulai menimbulkan efek domino yang tak terduga. Apa yang semula diproyeksikan sebagai bentuk penghargaan terhadap pencipta lagu, justru berbalik menjadi momok bagi sektor lain, termasuk transportasi umum.

Di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/8/2025), seorang penumpang bernama Rexy (30) mengaku cemas. Ia khawatir sopir bus antarkota akan mengantuk sepanjang perjalanan karena tidak bisa lagi menyetel musik. “Takut banget lah sopir malah mengantuk, entar malah bahayain penumpang,” ucapnya. Sebagai penumpang, Rexy sendiri sering merasa mengantuk jika perjalanan jauh ditempuh tanpa hiburan berupa musik.

Kekhawatiran ini wajar. Musik, yang selama ini dianggap sekadar hiburan, ternyata punya fungsi lebih: menjaga ritme kesadaran. Bagi sopir jarak jauh, musik dapat membantu melawan kantuk, menjaga mood, dan menciptakan suasana perjalanan yang lebih hidup. Ketika musik harus dimatikan demi menghindari jeratan royalti, yang terancam bukan hanya kenyamanan, tetapi juga keselamatan.

Royalti dan Ruang Komersial

Secara hukum, pemutaran musik di ruang komersial memang diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pemerintah, lewat Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), berhak menarik royalti dari restoran, pusat perbelanjaan, hotel, hingga moda transportasi umum. Tujuannya sederhana: memberikan penghargaan finansial kepada pencipta lagu.

Namun, permasalahan muncul ketika aturan ini diberlakukan tanpa mempertimbangkan konteks sosial. Bus antarkota bukan sekadar ruang komersial. Ia adalah ruang hidup ribuan orang yang bergantung pada keamanan di jalan. Jika musik dipandang sebatas “produk yang diputar”, maka yang luput dari perhatian adalah fungsi praktisnya: musik sebagai sarana keselamatan.

Antara Keserakahan dan Kebutuhan Publik

Dalam praktiknya, kebijakan ini dituding sebagai bentuk keserakahan negara. Penumpang lain bahkan menyebut, akibat aturan royalti, lagu-lagu Indonesia kian jarang terdengar di bus. Ironis, ketika tujuan awalnya adalah menyejahterakan musisi, justru publik merasa kehilangan akses terhadap karya itu.

Lebih jauh, kekhawatiran soal sopir yang mengantuk menggambarkan dilema yang lebih besar: apakah pemerintah menimbang kepentingan publik ketika menerapkan aturan royalti secara kaku? Jika keamanan penumpang terganggu hanya karena sopir tak berani memutar musik, maka ini bukan lagi sekadar soal ekonomi kreatif, tetapi soal nyawa.

Menimbang Ulang

Kebijakan royalti musik memang memiliki pijakan hukum yang kuat, tetapi implementasinya butuh kebijaksanaan. Pemerintah bisa, misalnya, membedakan antara ruang komersial murni (restoran, kafe, pusat hiburan) dengan ruang pelayanan publik (transportasi, rumah sakit, atau fasilitas umum lainnya). Dalam ruang pelayanan publik, musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ekosistem kenyamanan dan keselamatan.

Jika tidak ada penyesuaian, efek domino akan terus bergulir. Dari penumpang yang resah, sopir yang lelah, hingga citra pemerintah yang dianggap lebih mengutamakan pundi-pundi royalti daripada keselamatan rakyat.

Penutup

Kisah sederhana di Terminal Tanjung Priok adalah cermin bahwa sebuah kebijakan tidak bisa dilihat hitam-putih. Royalti memang hak pencipta lagu, tetapi keselamatan publik adalah kewajiban negara. Di persimpangan inilah pemerintah seharusnya bijak: jangan sampai keadilan bagi musisi justru menimbulkan ketidakadilan baru bagi penumpang bus yang hanya ingin sampai tujuan dengan selamat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ulama di Persimpangan Jalan: Antara Pelayan Umat dan Alat Kekuasaan

Next Post

Guru, Bukan Beban, Melainkan Amanat Konstitusi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Sri Mulyani Pastikan Kenaikan PPN per 1 April 2022 Tidak Akan Ditunda, Ini Daftarnya!

Guru, Bukan Beban, Melainkan Amanat Konstitusi

Indonesia Dipimpin Presiden Penculik dan Wakil Anak Haram Konstitusi, Gustika Hatta: Fakta Tak Bisa Ditutup Narasi Ilmiah

Indonesia Dipimpin Presiden Penculik dan Wakil Anak Haram Konstitusi, Gustika Hatta: Fakta Tak Bisa Ditutup Narasi Ilmiah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist