• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Emas Digadaikan, Harga Diri Ditebus

Ali Syarief by Ali Syarief
June 20, 2025
in Economy, Feature
0
Emas Digadaikan, Harga Diri Ditebus
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilanews – Di sebuah sudut kota yang tak asing oleh krisis, antrean mengular di depan kantor Pegadaian. Wajah-wajah lelah tapi tegar menunggu giliran menukar secuil barang berharga dengan segepok uang yang tak seberapa. Bukan untuk foya-foya. Hanya untuk membeli beras, membayar listrik, atau ongkos anak sekolah. Di tengah gelombang kesulitan ekonomi yang semakin dalam, Pegadaian menjadi tempat rakyat menggadaikan emas—dan diam-diam, juga harga diri.

Situasi ekonomi yang timpang—di mana angka pertumbuhan domestik tak selaras dengan isi dompet rakyat—memaksa jutaan orang mengambil jalan pintas yang legal dan cepat: menggadaikan. Ini bukan praktik baru. Tapi hari-hari ini, intensitasnya makin tinggi. Di banyak kota, aktivitas Pegadaian melonjak. Volume transaksi naik, ruang penyimpanan barang penuh, dan para petugas kewalahan. Pegadaian tumbuh pesat, bukan karena ekonomi membaik, tapi karena rakyat makin terjepit.

Di sinilah ironinya. Negara sibuk membangun megaproyek di ibu kota baru yang jauh dari rakyat, sementara di kota-kota lama, rakyat harus melepas gelang kawin atau warisan nenek demi membeli susu. Pemerintah tak cukup tanggap. Bantuan sosial tersendat. Lapangan kerja formal menyempit. Sementara kebutuhan hidup tak bisa menunggu.

Pegadaian menjadi penyelamat. Ia hadir dengan sistem yang lebih manusiawi dibanding pinjaman online yang menyergap dengan bunga mencekik. Di Pegadaian, tak ada intimidasi. Tak ada pengadilan sosial. Yang ada hanya kepercayaan: bahwa barang yang digadaikan akan kembali, jika kita sanggup menebus.

Namun jika diamati lebih dalam, Pegadaian bukan solusi jangka panjang. Ia hanya menunjukkan gejala penyakit akut: bahwa masyarakat terpaksa bertahan hidup dengan menjual masa depan. Ketika petani harus menggadaikan traktor, nelayan menjaminkan mesin tempelnya, dan guru honorer menggadaikan laptop pribadi—maka di situlah kita tahu bahwa ada yang salah dengan negara ini.

Yang tumbuh subur bukan ekonomi rakyat, melainkan industri bertahan hidup. Pegadaian menjamur, sementara pabrik-pabrik tutup. Tabungan emas meningkat, tapi pengangguran juga melonjak. Dalam situasi ini, barang berharga menjadi jaminan terakhir sebelum kehormatan ikut dijual.

Adalah tugas negara untuk hadir lebih dari sekadar penonton antrean. Jika Pegadaian sudah menjadi rujukan utama rakyat untuk bertahan hidup, maka itu bukan prestasi ekonomi. Itu adalah potret kegagalan distribusi kesejahteraan.

Kita bisa memuji Pegadaian atas perannya dalam membantu masyarakat kecil. Tapi jangan terbuai. Pegadaian adalah tempat orang menyimpan harapan terakhir—sekaligus pertanda bahwa negara tak hadir saat rakyat membutuhkan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lokus Delicti Ijazah Palsu: Pasar Burung Matraman, Jokowi Layak Disidangkan di PN Jakarta Pusat

Next Post

SKANDAL ORANG PERTAMA IAEA JADI ALAT NARASI ISRAEL

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
SKANDAL ORANG PERTAMA IAEA JADI ALAT NARASI ISRAEL

SKANDAL ORANG PERTAMA IAEA JADI ALAT NARASI ISRAEL

Angan-Angan Pertumbuhan Delapan Persen Terancam ‘Fabrikasi’ Data Ekonomi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist