• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia

Ali Syarief by Ali Syarief
May 18, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Manusia sering membanggakan dirinya sebagai makhluk rasional. Kita menyusun teori, membangun peradaban, menciptakan hukum, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sejak lama manusia percaya bahwa keputusan-keputusannya lahir dari pertimbangan logika yang matang. Namun dalam kehidupan sehari-hari, kenyataan menunjukkan sesuatu yang berbeda. Tidak sedikit keputusan terbesar dalam hidup justru diambil bukan oleh akal, melainkan oleh emosi.

Daniel Goleman dalam gagasan mengenai Emotional Intelligence memperkenalkan konsep yang dikenal sebagai Emotional Hijacking atau pembajakan emosi. Sebuah keadaan ketika emosi mengambil alih kendali sebelum pikiran rasional sempat bekerja secara utuh. Saat itu manusia bertindak cepat, spontan, bahkan impulsif. Sesudahnya sering muncul penyesalan: “Mengapa saya melakukan itu?”

Dalam kondisi demikian, akal tidak benar-benar hilang, tetapi suaranya menjadi kecil, tertutup oleh ledakan emosi yang lebih keras.

Pada dasarnya setiap emosi membawa dorongan tindakan. Takut mendorong manusia menjauh dari ancaman. Marah mendorong perlawanan. Cinta mendorong kedekatan dan pengorbanan. Sedih mendorong seseorang menarik diri dan merenung. Bahagia mendorong keterbukaan serta keberanian mengeksplorasi sesuatu yang baru.

Karena itu emosi bukan musuh manusia. Emosi merupakan perangkat alamiah yang sejak awal menjadi bagian dari mekanisme bertahan hidup. Bayangkan manusia purba yang melihat hewan buas di hadapannya. Jika ia terlalu lama menghitung kemungkinan secara rasional, mungkin ia sudah menjadi mangsa. Rasa takut memaksanya bereaksi cepat. Emosi menyelamatkan hidup.

Namun persoalan muncul ketika mekanisme lama itu bekerja pada situasi modern yang jauh lebih kompleks.

Hari ini manusia tidak lagi hanya berhadapan dengan harimau atau ancaman fisik. Ancaman hadir dalam bentuk yang lebih halus: informasi, opini, propaganda, persaingan sosial, konflik politik, hingga media digital. Emosi dapat dibangkitkan, diarahkan, bahkan diperdagangkan.

Dalam dunia politik misalnya, manusia sering mengira dirinya memilih berdasarkan program dan gagasan. Kenyataannya, tidak jarang pilihan dibentuk oleh rasa marah, rasa takut, atau rasa harapan yang ditanamkan secara terus-menerus.

Ketika seseorang merasa masa depannya terancam, ia akan mencari sosok yang dianggap penyelamat. Ketika ia marah, ia membutuhkan objek untuk dilawan. Ketika ia merasa terpinggirkan, ia mencari identitas yang membuatnya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar.

Data sering kali datang belakangan. Emosi datang lebih dulu.

Hal serupa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ayah yang sedang lelah pulang bekerja dapat membentak anaknya bukan karena membenci anak itu, tetapi karena emosinya mengambil alih. Seorang pembeli membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan karena dorongan sesaat. Seseorang mengakhiri hubungan bertahun-tahun karena ledakan amarah beberapa menit.

Dalam hitungan detik, emosi dapat meruntuhkan sesuatu yang dibangun bertahun-tahun.

Ironisnya, manusia sering merasa bahwa keputusan emosionalnya adalah keputusan yang paling logis. Setelah emosi mengambil alih, akal justru bekerja mencari pembenaran. Bukan lagi mencari kebenaran.

Marah berkata:

“Aku benar, karena aku terluka.”

Takut berkata:

“Aku benar, karena aku merasa terancam.”

Cinta berkata:

“Aku benar, karena aku merasa bahagia.”

Padahal perasaan dan kebenaran bukan selalu hal yang sama.

Karena itu kecerdasan manusia tidak cukup hanya diukur dari tingginya IQ. Banyak orang sangat cerdas secara akademik tetapi gagal mengendalikan dirinya sendiri. Mereka mampu menyelesaikan persoalan rumit, tetapi tidak mampu mengendalikan kemarahan, ego, atau ketakutan.

Kecerdasan sejati mungkin bukan semata kemampuan berpikir, melainkan kemampuan mengenali apa yang sedang mengendalikan pikiran kita.

Sebab manusia tidak sepenuhnya hidup dengan logika. Kita hidup dengan emosi yang terus bergerak di dalam diri. Dan mungkin pertanyaan terpenting bukanlah seberapa pintar seseorang berpikir, melainkan:

Siapa yang sedang memegang kemudi dirinya—akal, atau emosi yang sedang membajak arah hidupnya?

Sumber : Buku Emotional Intelligence karya Daniel Goleman. Buku ini membahas bagaimana emosi menjadi tenaga penggerak (driver) perilaku manusia, sering kali lebih kuat daripada logika murni atau IQ.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DHL Desak Ijazah Asli S1 Jokowi Dihadirkan di Sidang Roy Suryo Cs

Next Post

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM
Aya Aya Wae

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

May 18, 2026
Ketika Sang Jenderal Berpikir Kopral
Feature

Ketika Sang Jenderal Berpikir Kopral

May 18, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

May 18, 2026
Next Post
Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta "Menyenggol" KDM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

May 18, 2026
Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia

Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia

May 18, 2026
DHL Desak Ijazah Asli S1 Jokowi Dihadirkan di Sidang Roy Suryo Cs

DHL Desak Ijazah Asli S1 Jokowi Dihadirkan di Sidang Roy Suryo Cs

May 18, 2026
Ketika Sang Jenderal Berpikir Kopral

Ketika Sang Jenderal Berpikir Kopral

May 18, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

May 18, 2026
Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

May 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

Mau Viral Bisa Diatur: Fakta “Menyenggol” KDM

May 18, 2026
Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia

Emotional Hijacking: Ketika Emosi Membajak Arah Perilaku Manusia

May 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist