• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Erdogan, Kilicdaroglu, dan Analisis Pilpres Turki Putaran Kedua

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 24, 2023
in News, World
0
Salahkan Rusia Terkait Serangan Rudal Terhadap Polandia Hanya Meningkatkan Ketegangan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Pizaro Gozali Idrus; Pengajar Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia.

Jakarta – Pemilu Turki putaran kedua tinggal menunggu hari. Petahana Presiden Recep Tayyip Erdogan yang tergabung dalam People Alliance akan kembali bertarung dengan pemimpin oposisi sekuler Kemal Kilicdaroglu dari Nation Alilance pada Ahad 28 Mei 2023.

Dalam putaran pertama, Erdogan di luar prediksi negara-negara Barat unggul dengan perolehan suara 49 persen. Sedangkan Kilicdaroglu hanya meraih 45 persen, jauh di bawah prediksi lembaga-lembaga survei yang menaksir pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) itu meraup suara di atas 50 persen.

Keyakinan itu pula yang dipegang media-media kenamaan di Barat, seperti The Economist, Le Point, Le Express, Der Spiegel, dan The Independent. Faktanya, semuanya meleset.

Setidaknya ada empat faktor utama di balik kemenangan Erdogan di putaran pertama.

Penulis melihat setidaknya ada empat faktor utama di balik kemenangan Erdogan di putaran pertama. Pertama, keunggulan Erdogan merupakan kemenangan koalisi pemerintah atas kelompok separatis teroris seperti PKK dan FETO.

Banyak akar rumput dari anggota koalisi CHP yang mengambil jalan berbeda dengan elite partainya. Mereka tidak mau menyerahkan suara ke koalisi oposisi yang berada satu barisan dengan PKK dan FETO yang ditetapkan sebagai kelompok teroris di Turki.

Menanggapi kegagalan pemilu ini, koalisi Kilicdaroglu memutuskan untuk meninggalkan slogan-slogan, seperti “kebebasan untuk Selahattin Demirtaş” dan “kebebasan untuk Osman Kavala” dan balik menganut retorika nasionalisme populis di sisa sepuluh hari kampanye. Sebuah langkah yang sudah terlambat.

Kedua, faktor lain yang membuat pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu masih survive adalah ketidakyakinan para konstituen bahwa Kilicdaroglu merupakan sosok tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah Turki. Sebab, saat CHP memimpin, Turki menjadi negara yang terpinggirkan di Eropa dan terperosok secara ekonomi.

Hal itu yang turut mempengaruhi pemilih pada pemilu kali ini. Retorika kelompok oposisi masih terfokus pada pola kampanye yang menyerang Erdogan ketimbang menawarkan kebijakan konkret untuk menyelesaikan masalah bangsa dan meningkatkan kesejahteraan,

Ketiga, munculnya bayang-bayang traumatik masyarakat religius Turki atas kembalinya rezim anti-hijab di negaranya. Pada 2003, CHP mendukung larangan jilbab di tempat umum yang diberlakukan sebelum Erdogan mengambil alih kekuasaan.

Meski CHP kini berjanji akan melindungi kebebasan beragama jika menang pemilu, tidak semua orang mempercayai ucapan partai sekuler tersebut.

Keempat, pemilih memandang Kilicdaroglu belum memiliki postur yang kokoh untuk menjalankan negosiasi konflik, diplomasi regional, dan internasional. Ketiga kekuatan itu yang sebelumnya membawa Turki dapat memainkan peran di antara benturan negara-negara besar.

CHP gagal menghadirkan visi politik internasional yang komprehensif di bidang kebijakan luar negeri.

Sedangkan, koalisi Erdogan berhasil mengumpulkan visi politik yang komprehensif dan menyajikan serangkaian kebijakannya sendiri. Visi kebijakan luar negeri dan doktrin keamanan yang fleksibel, independen, dan proaktif, serta perkembangan signifikan dalam industri infrastruktur dan pertahanan.

Menghadapi putaran kedua, langkah oposisi semakin terjal.

Menghadapi putaran kedua, langkah oposisi semakin terjal. Sejatinya Kilicdaroglu menghadapi tantangan konsolidasi elektoral yang tidak mudah.

Capres Turki urutan ketiga, Sinan Ogan dari Ancestral Allianse, yang sebelumnya diharapkan bergabung dengan aliansi oposisi utama, kini telah menyatakan dukungannya kepada Erdogan.

Ogan, yang memperoleh 5,17 persen suara di putaran pertama, memobilisasi pemilihnya untuk menyalurkan suara kepada Erdogan di putaran kedua. Padahal, Ogan bukanlah politisi yang sepenuhya satu visi dengan Erdogan.

Soal isu pengungsi dan migran, Ogan adalah kandidat yang menyerukan pengembalian mereka ke Suriah. Sedangkan Erdogan hanya akan mengembalikan pengungsi Suriah jika situasi di negeri Syam itu sudah kondusif.

Sebelum putaran pertama pemilu, Ogan adalah politisi ultranasionalis pinggiran yang hampir tidak dikenal di luar Turki. Tapi suara yang dia raih membuatnya dianggap sebagai “king maker”.

Faktor utama yang membuat Ogan enggan memilih Kilicdaroglu bisa kita baca dalam dua hal. Pertama, sebagai basis kelompok ultranasionalis, Ogan telah memberikan garis merah untuk tidak berkoalisi dengan kelompok teroris dan separatis.

Dukungannya kepada Kilicdaroglu diberikan dengan syarat: keluarnya Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang berafiliasi dengan kelompok PKK dalam barisan koalisi. Permintaan ini gagal dipenuhi Kilicdaroglu karena PKK adalah basis utama pendukungnya.

Kedua, minimnya raihan suara aliansi Kilicdaroglu di parlemen yang hanya mencapai 212 suara dari 600 kursi. Sedangkan koalisi Erdogan berhasil menduduki 323 kursi.

Jumlah ini sangat kontras. Ogan tentu berhitung. Baginya, tidak ada masa depan jika aliansinya menyerahkan suara kepada Kilicdaroglu, yang jika menang pun gagal menguasai parlemen.

Pemilu Turki kali ini tentu sangat menarik disimak apakah Kilicdaroglu dapat menuntaskan hasratnya untuk berkuasa atau Erdogan akan kembali ke tampuk kepemimpinan menggenapkan kekuasannya selama lebih dari dua dekade. Rakyat Turki akan memutuskannya pada 28 Mei 2023.

Dikutip dari Republika.co.id, Rabu 24 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ke Mana Bola Salju Menara BTS 4G Menghantam Sasaran?

Next Post

Taman Impian Jaya Amcol Gratiskan Tiket Masuk Sebulan Penuh

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara
Birokrasi

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?
Birokrasi

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Next Post
Penonton Padati Kawasan Sirkut Jelang Balap Formula E, Antrean Mengular

Taman Impian Jaya Amcol Gratiskan Tiket Masuk Sebulan Penuh

Titik Ganjil dan Genap Baru Akan Segera di Terapkan di Jakarta

Tentang Jalan Nasional; Anies Membandingkan KeMen-PUPR Bereaksi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist