Jakarta, Fusilatnews – Gegara dua unit eskalator mengalami kerusakan secara bersamaan ribuan penumpang yang akan naik menuju peron 11, 12 13 dan 14 pemberangkatan dan kedatangan dari dan arah Bogor dan Jakarta kota.
Sebagian Commuters pengguna KRL mengeluh dan memposting di akun Twitter mereka dengan memperlihatkan penumpukan antrean penumpang KRL di stasiun yang direncakan akan menjadi stasiun sentral di Jakarta tersebut.
Diketahui, penumpukan penumpang itu terjadi pada 24-25 Januari 2023 saat jam pulang kantor.
Beberapa warganet menyebut kejadian ini disebabkan karena eskalator di Stasiun Manggarai ada yang tidak berfungsi.
Mereka mengunggah video yang memperlihatkan antrean panjang warga yang ingin naik eskalator. Terlihat dalam video itu hanya satu eskalator yang bisa digunakan, sedangkan eskalator di sisi lainnya tampak tidak berjalan.
“Semakin ke sini semakin ke sana. Manggarai sebagai stasiun transit 10 hari yg lalu eskalator kanan yg rusak. Hr ini, kedua eskalator rusak. Eskalatornya merk apa si? Waktu pengadaan dirubah speknya? Smp2 dpt eskalator yg sparepartnya hrs nunggu gak tau kpn?,”tulis Akun Twitter @kougan_anki
Keluhan senada juga disampaikan oleh akun @Affogat0latte pada twitnya tanggal 26 Januari 2023.
“Tangga manual penuh arah naik dan arah turun berdesakan, memilih pindah ke eskalator.. tahunya lebih penuh karena satu eskalator diperbaiki, satunya mati jadi tetap berasa tangga manual. GWS Manggarai,” tulisnya.
Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Manajer Humas PT KCI Leza Arlan mengatakan saat ini Stasiun Manggarai masih dalam proses pembangunan untuk menjadi stasiun sentral di Jakarta. Oleh sebab itu, potensi kapasitas stasiun belum dapat dioperasikan sepenuhnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penumpukan penumpang tidak dapat dihindari.
“Untuk pengguna commuter yang padat di Stasiun Manggarai dapat disampaikan bahwa Stasiun Manggarai masih proses pembangunan sebagai Stasiun sentral,” kata Leza dalam pesannya sebagaimana dilansir olej Tempo, Sabtu, 28 Januari 2023.
Menurut Leza untuk kepadatan penumpang pada hari kerja masih terjadi pada jam-jam sibuk, yakni pada pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. “Sehingga akan banyak pertemuan pengguna di Stasiun Manggarai secara bersamaan dengan kedatangan commuter line,” ujar dia.
Sedangkan untuk masalah eskalator yang disebut sebagai penyebab penumpukan penumpang beberapa hari belakangan, Leza mengatakan untuk memfungsikan fasilitas tersebut secara optimal maka diperlukan maintenance secara berkala.’Pengerjaan eskalator tersebut merupakan bagian dari peningkatan fasilitas penunjang stasiun dan dilakukan dengan mengganti komponen mesin yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
seluruh rangkaian pekerjaan perawatan eskalator dan lift di Stasiun Manggarai dilakukan pada saat malam hari secara bertahap. Hal ini dilakukan demi menghindari kepadatan dan penumpukan penumpang. “Saat ini fasilitas tersebut sudah berfungsi normal,” ujar Leza.
Demi mengatasi penumpukan penumpang, kata Leza, saat ini KAI Commuter telah mengoperasikan 1081 perjalanan di wilayah Jabodetabek.
Selain itu, untuk mengurai kepadatan di Stasiun Manggarai juga dilakukan pengaturan flow pengguna sehingga akan lebih tertib. Masyarakat juga bisa memantau kepadatan penumpang di stasiun melalui aplikasi KRL Access.


























