• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Esprit de Corps dan Gema Pemakzulan Gibran – Tentara Itu Bersatu, Utuh, dan Bulat

Ali Syarief by Ali Syarief
June 3, 2025
in Feature, Komunitas
0
Esprit de Corps dan Gema Pemakzulan Gibran – Tentara Itu Bersatu, Utuh, dan Bulat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika wacana pemakzulan Gibran Rakabuming Raka menggelegar, gema dari barak-barak lama pun terdengar. Bukan dari TNI aktif, bukan pula dari institusi Polri, tapi dari para purnawirawan TNI—jenderal-jenderal sepuh yang masih menyimpan bara dalam dada mereka untuk republik.

Sebuah surat resmi telah dikirimkan. Ditandatangani oleh Forum Purnawirawan TNI—tanpa melibatkan unsur Polri—surat itu ditujukan kepada lembaga-lembaga tinggi negara. Seruannya lugas: pertanyakan keabsahan pencalonan Gibran sebagai Wakil Presiden, dan dorong proses konstitusional jika ditemukan pelanggaran serius. Sebuah sikap politik yang jarang, tapi sarat muatan moral.

Namun di balik itu, terselip satu hal yang menggetarkan: nilai yang mereka bawa bukan sekadar gugatan hukum, tapi warisan militer yang dikenal sebagai esprit de corps—semangat korps, kebersatuan yang utuh dan bulat.

Tentara, sejak dididik di kawah candradimuka militer, hidup dalam prinsip kesetiaan. Kepada atasan, kepada korps, dan kepada negara. Esprit de corps menjelma jadi simpul perekat antar prajurit, menjadi benteng tak kasatmata yang menyatukan mereka bahkan setelah pensiun. Tapi kali ini, simpul itu justru membawa mereka berhadapan dengan simbol kekuasaan yang tengah berkuasa.

“Ini bukan soal oposisi. Ini soal tanggung jawab konstitusional,” ujar seorang purnawirawan berbintang tiga. “Kami hanya menjalankan sisa tanggung jawab kami kepada republik ini.”

Namun tak semua menyambut langkah ini dengan tepuk tangan. Di kalangan TNI aktif, suara-suara itu dianggap sebagai riak dari luar barikade. “TNI aktif tetap netral. Kami tegak lurus pada perintah Presiden, bukan terlibat politik,” ujar seorang perwira menengah yang enggan disebutkan namanya. Polri, lebih-lebih, sama sekali tak terlibat dalam langkah purnawirawan ini. Jajaran kepolisian tidak masuk dalam forum, tidak ikut menandatangani, dan tidak mengambil posisi.

Pasca reformasi, militer memang ditegaskan sebagai alat pertahanan negara, bukan kekuasaan. Tapi sejarah republik menunjukkan bahwa suara para purnawirawan TNI selalu punya daya. Dari zaman Pak Harto hingga transisi demokrasi, para jenderal purnawirawan tak jarang menjadi moral force ketika negara dianggap keluar jalur.

Kini, mereka menagih kejelasan atas satu perkara: putusan Mahkamah Konstitusi yang membuka jalan bagi Gibran maju sebagai cawapres, dengan Ketua MK saat itu—paman Gibran—belakangan dinyatakan melanggar etik berat. Bagi para purnawirawan, ini bukan sekadar urusan etika pribadi, tapi luka konstitusional.

“Kalau prosesnya cacat, maka hasilnya pun cacat,” ujar seorang jenderal purnawirawan lainnya, sambil menyebut pemakzulan bukanlah kudeta, melainkan proses hukum yang sah.

Kini semua menunggu. DPR, Mahkamah Konstitusi, dan publik sedang menimbang. Tapi satu hal yang jelas: prajurit, baik aktif maupun pensiun, punya satu DNA yang sama—bersatu, utuh, dan bulat. Bahkan jika cara mereka berbeda, tujuan mereka tetap satu: menjaga kehormatan republik.

Dan Polri? Tidak ikut dalam arus ini. Mungkin karena bukan bagian dari doktrin esprit de corps militer. Atau mungkin karena memilih diam dalam pusaran politik yang kian panas.

Tapi sejarah mencatat, di negeri ini, kadang yang diam pun menyimpan petir.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Forum Purnawirawan TNI Desak DPR Segera Tindaklanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

Next Post

Perkembangan Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Next Post

Perkembangan Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

Dari Lumbung ke Pasar Dunia: Saatnya Indonesia Ekspor Beras, Bukan Lagi Impor!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist