FusilatNews– Jagat Maya heboh terkait tender Jasa Konstruksi Renovasi Ruang Kerja Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri yang nilainya mencapai Rp6 miliar. Tangkapan layar itu dibagikan oleh @brin_watch pada Jumat kemarin melalui laman Twitter mereka.
“akhirnya Dewan Pengarah BRIN akan memiliki ruang kerja yang setara dgn ruang kerja Elon Musk, semoga bisa membawa riset BRIN setara dengan riset riset Tesla dan SpaceX..😇….Semangat….💪” ungkap akun @brin_watch
Dilansir tempo.co informasi mengenai tender tersebut masih dapat diakses di laman lpse.brin.go.id pada Sabtu, 16 Juli 2022. Dalam dokumen itu, pembukaan tender renovasi ruang kerja Megawati Soekarnoputri selaku Kepala Dewan Pengarah BRIN sudah dimulai sejak 27 Mei 2022.
“Metode Pengadaan: Tender – Pascakualifikasi Satu File – Harga Terendah Sistem Gugur,” bunyi kutipan dalam salah satu kolom berkas tender tersebut.
Dalam tender itu, disebut ada 127 peserta yang mendaftar. Namun, laman itu tak menyebut dengan gamblang nama perusahaan yang mengikuti tender. Nama peserta hanya ditulis dengan angka saja.
Ruangan Dewan Pengarah yang bakal mendapatkan renovasi berada di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat atau kantor BRIN pusat. Proyek ini bakal dibiayai dari APBN dengan nilai pagu paket Rp6.109.000.000,00 dan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 6.063.492.327,00.
Hingga hari ini, proses lelang tender pengerjaan ruang kerja Megawati tersebut sudah di tahap pengunduhan dokumen penawaran dari para peserta lelang. Penetapan pemenang lelang itu baru akan diumumkan pada tanggal 28 Juli 2022.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan, ruangan tersebut nantinya tidak akan digunakan oleh Megawati saja. Ia menyebut seluruh Dewan Pengarah BRIN bakal menggunakannya. “Karena memang belum ada ruangannya untuk 9 anggota selama ini,” kata Handoko.
Adapun anggota Dewan Pengarah Selain Megawati, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Sudhamek Agoeng Waspodo Sunyoto, Emil Salim, I Gede Wenten, Bambang Kesowo, Adi Utarini, Marsudi Wahyu Kisworo, dan Tri Mumpuni.

























