• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fosil Bernama Pancasila

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 3, 2025
in Feature, Politik
0
MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila
Share on FacebookShare on Twitter

Prihandoyo Kuswanto | Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila

Seperti biasa, 1 Juni dirayakan dengan khidmat. Lagu kebangsaan dinyanyikan, Pancasila dilafalkan lantang. Presiden berpidato. Menteri bergantian membagikan unggahan di media sosial: “Selamat Hari Lahir Pancasila.” Ada yang mengenakan busana adat, ada pula yang mengenakan wajah serius, seolah benar-benar menghayati lima sila yang kini lebih sering tampil sebagai dekorasi ketimbang ideologi.

Tapi di luar pagar Istana, Pancasila terasa hampa. Ia diglorifikasi, namun tidak dihidupi. Dikutip, tapi tidak dijalani. Di antara gelombang upacara, parade seremonial, dan pengulangan retorika, kita lupa bahwa yang sedang kita rayakan mungkin hanya jenazah yang tak lagi bernyawa. Pancasila telah lama menjadi fosil.

Dalam fondasi konstitusional negara ini, Pancasila bukan sekadar motto. Ia adalah staatsfundamentalnorm—norma dasar negara yang seharusnya menyusupi seluruh hukum dan kebijakan. Tapi sejak amandemen konstitusi tahun 1999–2002, yang terjadi justru pelepasan Pancasila dari tubuh UUD 1945. Penjelasan resmi UUD yang memuat pokok-pokok pikiran Pancasila dihapus begitu saja, tanpa konsultasi rakyat, tanpa debat publik yang jujur.

Kini, yang kita sebut UUD 1945 adalah naskah tambal-sulam yang lebih layak disebut “konstitusi reformasi”—ditulis oleh segelintir elite politik di tengah euforia pasca-Soeharto, namun penuh jebakan. Sementara Pembukaan UUD 1945 tetap dikeramatkan, batang tubuhnya telah menjelma dokumen liberal, menjauh dari prinsip-prinsip asli permusyawaratan, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat.

Lihat saja bagaimana musyawarah digantikan logika mayoritas. Demokrasi kerakyatan berubah menjadi demokrasi transaksional. Pemilihan umum bukan lagi sarana perwujudan kedaulatan rakyat, tapi ajang investasi kekuasaan. Hukum tunduk pada kuasa modal dan jaringan patronase. Apa kabar “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”?

Kita bahkan punya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang tugasnya lebih mirip departemen hubungan masyarakat ketimbang pengawal ideologi. Ia sibuk mengatur narasi dan memproduksi simbol, tapi gamang saat ditanya bagaimana Pancasila bisa menjadi landasan sistem pendidikan nasional, sistem ekonomi kerakyatan, atau bahkan tata hukum yang menjamin rasa keadilan.

Baca : https://fusilatnews.com/bubarkan-saja-bpip-simbol-kemunafikan-di-era-jokowi/

Alih-alih hadir sebagai ideologi yang hidup, Pancasila berubah menjadi jargon. Dihafal di sekolah, dikutip di seminar, dicetak di baliho—namun tak lagi menyentuh denyut kehidupan rakyat.

Kita hidup dalam ironi. Pemerintah yang mengaku paling Pancasilais justru memberi panggung luas pada oligarki. Lembaga negara saling menyandera, hukum ditarik ke sana kemari, sementara rakyat diminta bersabar dan terus percaya. Kritik disebut pembangkangan, oposisi dianggap ancaman. Padahal, sila keempat jelas bicara soal “hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan”—bukan pemaksaan kehendak penguasa.

Dalam keadaan begini, wajar bila sebagian orang mulai bertanya: apakah Pancasila benar-benar masih hidup? Atau jangan-jangan ia telah dibekukan dalam bingkai emas, sementara kehidupan nyata berputar jauh dari nilai-nilai dasarnya?

Setiap 1 Juni, kita seolah menabur bunga di atas pusara. Kita mengenangnya, memujinya, meratapinya. Tapi tak pernah benar-benar menghidupkannya. Padahal, ideologi bukan untuk dirayakan, melainkan dijalani. Pancasila tak butuh monumen. Ia butuh keberanian untuk menegakkannya dalam politik, hukum, dan ekonomi.

Jika bangsa ini sungguh-sungguh ingin menghidupkan Pancasila, maka harus dimulai dengan tindakan radikal: mengembalikan konstitusi ke ruh aslinya. Menghapus distorsi amandemen yang mengkerdilkan peran rakyat. Menghidupkan kembali tafsir-tafsir asli yang berpihak pada keadilan dan kedaulatan. Dan yang lebih penting, mewujudkan kebijakan-kebijakan konkret yang menolak ketimpangan dan kesewenang-wenangan.

Sampai saat itu tiba, jangan salahkan bila Pancasila hanya terdengar seperti mantra kosong. Fosil yang selalu dirayakan, tapi tak lagi menginspirasi kehidupan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

Next Post

Jaga Porsi, Jaga Kesehatan: Pesan Dokter di Balik Daging Kurban

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Next Post
Cara Memilih Hewan Kurban, untuk Memastikan Memperoleh Hewan Kurban Sehat dan Aman

Jaga Porsi, Jaga Kesehatan: Pesan Dokter di Balik Daging Kurban

Kulit Tak Pernah Berbohong: Korelasi Stres dan Penyakit Kulit

Kulit Tak Pernah Berbohong: Korelasi Stres dan Penyakit Kulit

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...