• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Health

MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 3, 2025
in Health, Politik
0
MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila

Pendahuluan

Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm sebenarnya termaktub dalam pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945 dan dijelaskan secara rinci dalam penjelasan resmi UUD 1945. Namun, bagian penting ini telah dihapus secara sepihak oleh MPR tanpa kewenangan dan dasar hukum yang sah. Ini bukan sekadar pelanggaran konstitusional, melainkan dapat dikategorikan sebagai tindakan kudeta konstitusi.

Sebagai dasar negara yang fundamental, Pancasila seharusnya menjadi pijakan yang tidak bisa diubah semena-mena. Penghapusan atau pengaburan peran Pancasila dalam struktur konstitusi bukan hanya tindakan inkonstitusional, tetapi juga pelecehan terhadap sejarah, cita-cita, dan legitimasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penting bagi kita untuk memahami sejarah perubahan konstitusi dan memastikan bahwa setiap perubahan dilakukan secara sah, akuntabel, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar yang menjadi identitas bangsa ini.

Ideologi Pancasila

Ideologi adalah sistem keyakinan atau nilai-nilai yang menjadi kerangka berpikir individu maupun kolektif dalam memahami dunia, menentukan sikap, dan mengambil tindakan. Ia mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan spiritual.

Fungsi ideologi antara lain:

  • Menjadi panduan dalam memahami dan menafsirkan realitas
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan dan kebijakan
  • Menjadi sumber inspirasi dan motivasi kolektif
  • Menjadi pembeda karakter dan identitas suatu kelompok

Contoh ideologi: Liberalisme, Sosialisme, Komunisme, Nasionalisme, Konservatisme, serta Agama/Spiritualitas. Dalam konteks Indonesia, ideologi yang kita anut adalah Pancasila.

Pancasila adalah sistem nilai luhur bangsa yang digali dari akar budaya dan kearifan lokal Nusantara. Kelima silanya bukan sekadar simbol atau hafalan, tetapi merupakan panduan hidup berbangsa dan bernegara:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Menekankan pentingnya spiritualitas dan penghormatan terhadap kepercayaan.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengangkat nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.
  3. Persatuan Indonesia: Menjadi fondasi utama persatuan nasional di tengah keberagaman.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Mendorong sistem pemerintahan demokratis yang partisipatif dan musyawarah.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menjadi kompas dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.

Kelima sila tersebut membentuk satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Maka dari itu, ideologi Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan yang kehilangan makna substansial dalam praksis kenegaraan.

Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945

Pancasila termuat dalam Pembukaan UUD 1945 dan menjadi landasan filosofis dan ideologis bangsa Indonesia. Pembukaan ini tidak hanya menyampaikan cita-cita kemerdekaan, tetapi juga memuat dasar konstitusional dan arah perjalanan bangsa.

Batang tubuh UUD 1945, sejatinya, merupakan penjabaran dari nilai-nilai Pancasila. Setiap pasal dan ayat di dalamnya dirancang untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan kelima sila tersebut. Artinya, pemisahan antara Pancasila dan UUD 1945 adalah bentuk disintegrasi konstitusional yang mengancam keutuhan nilai kebangsaan.

Namun, yang terjadi saat ini adalah sebaliknya: pengebirian terhadap nilai-nilai dasar yang tercantum dalam pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945. Ini adalah sebuah bentuk kemunduran ideologis yang sangat memprihatinkan.

Implementasi Pancasila Telah Berubah

Salah satu perubahan paling signifikan adalah transformasi sistem permusyawaratan menjadi pemilihan langsung. Perubahan ini—meskipun dibungkus atas nama demokrasi—secara nyata menggeser esensi sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Jika pengambilan keputusan tidak lagi dilakukan dengan semangat permusyawaratan, melainkan ditentukan melalui suara mayoritas yang rentan dikendalikan oleh kekuatan modal dan manipulasi elektoral, maka nilai-nilai Pancasila telah terkikis.

Pancasila berubah menjadi simbol kosong. Retorika yang dipakai para elite, namun kehilangan daya hidup dalam praktik kebijakan publik. Ia menjadi fosil ideologi: dihafal, diagungkan, tetapi tak lagi membumi dalam kehidupan bernegara.

Kewenangan MPR dan Amandemen UUD 1945

Pasal 37 UUD 1945 hanya menjelaskan cara perubahan konstitusi, tetapi tidak memberi ruang bebas bagi MPR untuk merombak seluruh struktur konstitusi tanpa batas. Fakta bahwa pokok-pokok pikiran Pembukaan dihapus, bahkan tidak lagi dijadikan rujukan utama dalam batang tubuh UUD hasil amandemen, adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat sejarah.

Celakanya, bangsa ini menerima perubahan itu tanpa perlawanan yang berarti. Kita tetap menyebutnya UUD 1945, padahal sudah jauh berbeda dari naskah aslinya. Kita menerima Pancasila sebagai ideologi, padahal praktiknya telah ditinggalkan. Ini bukan saja naif, tetapi juga bentuk kebodohan kolektif.

Kesimpulan

Kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa ideologi Pancasila masih hidup dalam implementasi kenegaraan hari ini. Ketika pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945 dihapus, ketika permusyawaratan digantikan pemilihan langsung, ketika kebijakan negara tunduk pada kepentingan pasar dan oligarki, maka yang tersisa dari Pancasila hanyalah nama.

Tanggal 1 Juni yang seharusnya menjadi hari kebangkitan ideologi Pancasila, kini lebih pantas disebut sebagai hari peringatan atas matinya ideologi itu sendiri. Sebuah momen untuk mengenang, bukan merayakan. Sebab, yang hidup kini bukan Pancasila yang sejati, tetapi fosil Pancasila yang terus dipajang untuk kepentingan simbolik, bukan ideologis.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo: Semua Pejabat Yang Tidak Mampu Melaksanakan Tugas Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan.

Next Post

Fosil Bernama Pancasila

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?
Feature

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia
Politik

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya
Politik

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Next Post
MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

Fosil Bernama Pancasila

Cara Memilih Hewan Kurban, untuk Memastikan Memperoleh Hewan Kurban Sehat dan Aman

Jaga Porsi, Jaga Kesehatan: Pesan Dokter di Balik Daging Kurban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026
IPW Laporkan Kapolres Depok ke Propam: Tersangka Diduga Ditahan 11 Jam Tanpa Dasar Hukum

IPW Laporkan Kapolres Depok ke Propam: Tersangka Diduga Ditahan 11 Jam Tanpa Dasar Hukum

July 3, 2026
Rakornas KKP Sepakati Percepatan Enam Program Prioritas Kelautan dan Perikanan Dukung Swasembada Pangan

Rakornas KKP Sepakati Percepatan Enam Program Prioritas Kelautan dan Perikanan Dukung Swasembada Pangan

July 3, 2026

PRESIDEN KUAT VS PRESIDEN DOMINAN

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...