• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo: Semua Pejabat Yang Tidak Mampu Melaksanakan Tugas Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan.

Ali Syarief by Ali Syarief
June 3, 2025
in Feature, Politik
0
Prabowo: Semua Pejabat Yang Tidak Mampu Melaksanakan Tugas Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan.
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada yang berbeda dari suasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 2 Juni 2025, di halaman Kementerian Luar Negeri. Bukan hanya karena barisan tokoh negara yang jarang muncul bersama—dari Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, hingga Jusuf Kalla dan Gibran Rakabuming—tetapi karena orasi Prabowo Subianto yang menyentuh urat kejujuran, menekan luka lama yang belum kunjung sembuh: korupsi dan mental maling di dalam tubuh pemerintahan.

Dengan suara parau yang lebih banyak tergetar oleh keprihatinan daripada semangat propaganda, Presiden Prabowo seperti menyampaikan testamen politik yang getir. Di hadapan pejabat-pejabat tinggi yang sebagian mungkin merasa tersindir, Prabowo melontarkan ultimatum yang telak dan telanjang: “Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan.”

Pernyataan itu bukan sekadar gertak sambal. Ia seperti lemparan batu pertama dari seorang presiden yang tidak ingin namanya tergores dalam catatan sejarah sebagai pemimpin yang diam di tengah kebusukan sistem. Prabowo memang datang dari medan yang lebih banyak memelihara retorika tentang pertahanan dan kedaulatan, tetapi pagi itu, ia bicara seperti seorang ayah bangsa yang dikhianati oleh anak-anaknya sendiri.

Pidato Prabowo terasa jujur sekaligus pahit. Ia menyentuh saraf sensitif negeri ini: bahwa negeri dengan kekayaan melimpah ini justru tengah dikerat habis oleh tikus-tikus berdasi. Bahwa korupsi bukan lagi sekadar kejahatan moral, tapi sudah menjelma menjadi budaya yang dilestarikan secara sistemik. Dan yang lebih menyakitkan, penyakit itu tumbuh di tubuh pemerintahan yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan dan kepatuhan pada konstitusi.

“Kita tidak boleh diam manakala nilai-nilai kita dilemahkan,” kata Prabowo. Kalimat itu seakan bukan hanya peringatan kepada pejabat, tetapi juga kepada rakyat yang terlalu lama dibuai ketakberdayaan.

Memang, banyak yang menaruh harap besar pada Prabowo. Bukan karena ia datang dengan janji kosong, tetapi karena publik tahu, Prabowo punya reputasi sebagai orang yang tidak nyaman dengan kompromi. Ia pernah tersingkir, pernah kalah, dan kini kembali sebagai pemimpin terkuat negeri ini. Dalam titik balik sejarah ini, ia tampaknya memilih jalan keras: menyikat yang bengkok, menyingkirkan yang malas, menampar yang bermental maling.

Tentu saja tidak sedikit yang sinis. Pidato Prabowo dianggap sebagian pihak hanya retorika panggung. Tapi bukankah semua perubahan besar memang dimulai dari sebuah kalimat yang tepat pada momen yang tepat? Pidato itu bukan hanya soal isi, tapi tentang nyali dan keinginan kuat untuk membongkar kotak pandora kebobrokan di dalam sistem birokrasi kita.

Yang menarik, Prabowo tidak hanya menyoroti soal korupsi. Ia juga berbicara gamblang soal kekuatan asing yang disebut-sebut tidak ingin Indonesia kuat. Ini bukan lagu baru, tapi diucapkan dalam nada yang berbeda: bukan sekadar paranoia, tapi peringatan agar bangsa ini tidak lagi terperosok dalam jebakan kolonialisme gaya baru—lewat LSM yang disuap, media yang digiring, atau elite politik yang disandera.

“Ratusan tahun mereka adu domba kita,” katanya. Dan kalimat itu, seperti mengalirkan getaran sejarah dari pidato-pidato Soekarno yang pernah menggetarkan Gelora Bung Karno puluhan tahun lalu. Tapi kini, gema itu muncul dari mulut seorang mantan jenderal yang dulu sering disebut kontroversial, kini berbicara layaknya negarawan.

Namun pidato yang mengharukan ini hanya akan menjadi arsip kosong jika tidak diikuti dengan tindakan nyata. Pernyataan “akan saya berhentikan” harus menjadi kerja harian, bukan hanya ancaman sesaat. Rakyat kini tidak butuh pemimpin yang pandai berpidato, tetapi pemimpin yang bersedia menguliti siapa saja yang berkhianat kepada bangsa—meskipun itu adalah orang-orang terdekatnya sendiri.

Dalam titik inilah kita semua—yang masih memilih berharap pada Prabowo—harus mengawal dengan mata terbuka dan mulut yang berani bicara. Bahwa mendukung presiden bukan berarti memuja, tetapi mengingatkan dan menagih janji-janji, agar kekuasaan tidak menjelma menjadi pedestal bagi para penjilat dan pencuri.

Pidato itu telah disampaikan. Kata-kata telah dicatat. Kini saatnya pembuktian. Sejauh mana Prabowo sanggup mengubah isi pidato menjadi realitas: mencabut tikus-tikus birokrasi, menegakkan keadilan, dan menjaga agar Pancasila tidak tinggal jadi mantra kosong.

Dan jika nanti beliau mulai ragu, semoga rakyat yang pernah percaya padanya tidak ikut diam. Sebab negeri ini terlalu lama dipermainkan, dibohongi, dan ditipu—oleh mereka yang katanya mewakili rakyat, tapi sebenarnya cuma wakil dirinya sendiri.

Dirgahayu Pancasila. Mari bersatu untuk membersihkan Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bubarkan Saja BPIP: Simbol Kemunafikan di Era Jokowi

Next Post

MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

MATINYA IDEOLOGI PANCASILA: 1 Juni, Peringatan Fosil Pancasila

Fosil Bernama Pancasila

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist