• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Gabah Basah Diserap, Mutu Diabaikan: Strategi Ketahanan atau Bom Waktu?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
April 30, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Memasuki Mei 2025, misi besar Perum Bulog dalam menyerap gabah musim panen segera berakhir. Namun belum juga rampung penyerapan panen sebelumnya, pemerintah sudah memulai musim tanam April-September. Tak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo langsung memimpin tanam serentak yang melibatkan 160 kabupaten di seluruh penjuru negeri.

Kebijakan penyerapan gabah tahun ini mencatatkan perbedaan mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 14/2025, petani kini dibebaskan menjual gabah kering panennya tanpa terikat standar kadar air dan kadar hampa. Ini sebuah loncatan drastis dari regulasi sebelumnya.

Yang lebih mencengangkan, Perum Bulog diwajibkan menyerap gabah petani dalam kondisi ‘apa adanya’—tanpa melihat kualitasnya. Dengan kata lain, gabah dengan kadar air tinggi sekalipun tetap harus dibeli seharga Rp6.500 per kilogram. Petani jelas bersorak. Tanpa perlu repot menjemur gabah agar kadar airnya di bawah 25%, mereka sudah mendapat harga premium.

Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2/2025 masih mewajibkan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10% agar gabah dihargai Rp6.500 per kg. Kini, syarat itu dihapus. Satu harga untuk segala kualitas.

Pertanyaannya: apakah revisi ini semata demi mempermudah petani, atau ada agenda tersembunyi pemerintah untuk mengejar target serapan besar-besaran tanpa hambatan teknis?

Perum Bulog memang diberi mandat besar: menyerap gabah setara 3 juta ton beras. Target ini bukan main-main. Bahkan pemerintah mengganti jajaran direksi dan dewan pengawas Perum Bulog. Struktur direksi pun direvitalisasi, termasuk pengangkatan Direktur Pengadaan baru, sebagai sinyal serius terhadap target serapan.

Hasilnya? Di atas kertas, sukses besar. Cadangan beras pemerintah melonjak hingga 4 juta ton—jumlah yang sangat jarang tercapai sejak Indonesia merdeka. Dari sisi kuantitas, Perum Bulog patut diacungi jempol.

Namun, bagaimana dengan kualitas?

Laporan dari lapangan menunjukkan mayoritas gabah yang diserap merupakan gabah dengan kadar air tinggi dan banyak kotoran. Artinya, meski volumenya besar, kualitasnya memprihatinkan. Ini berpotensi menjadi masalah besar dalam penyimpanan. Apalagi kapasitas gudang Bulog terbatas. Tak heran jika Bulog mati-matian mencari gudang filial tambahan.

Pengalaman menunjukkan bahwa bahkan beras impor pun bisa berkutu jika proses penyimpanan ceroboh. Maka bisa dibayangkan risiko menyimpan gabah basah lokal dalam jumlah besar. Di sinilah kualitas sumber daya manusia—terutama petugas gudang—akan menentukan keberhasilan jangka panjang program ini.

Mereka bukan hanya harus cekatan, tapi juga terlatih dan profesional. Jika tidak, maka keberhasilan kuantitas bisa berujung pada kegagalan kualitas—yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Singkat kata, meskipun Perum Bulog layak dipuji dalam pencapaian target serapan, publik berhak bertanya: apakah kita sedang menabung pangan atau menyimpan masalah? Karena kalau ditanya, mana yang diprioritaskan dalam serapan gabah kali ini—kuantitas atau kualitas? Jawabannya: tegas, kuantitas!

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bareskrim Mulai Tindak Lanjut Laporan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, TPUA Mulai Diperiksa

Next Post

Ada Apa dengan PSI Kaesang?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Birokrasi

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026
Next Post
Akhinya Kaesang Resmi Bersama PSI!

Ada Apa dengan PSI Kaesang?

Kisah Nyata Sopir Angkot – “Hingga Napas Terakhir di Jalanan Ibukota”

Kisah Nyata Sopir Angkot - “Hingga Napas Terakhir di Jalanan Ibukota”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...