FusilatNews– Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas atau Gempadewa memberikan surat ketetapan berupa Penghargaan Kepada Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Perusak Lingkungan. Disampaikan Akun twitter @wadas_melawan surat penghargaan yang merupakan sindiran terhadap. Warga menyebut Ganjar sebagai Gubernur Perusak Lingkungan.
“Kami, rakyat Jawa Tengah, melalui surat ini memberikan penghargaan sebagai Gubernur Perusak Lingkungan kepada Ganjar Pranowo,” ungkap akun twitter resmi Wadas Melawan (@Wadas_Melawan).
Menurut Warga Wadas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI itu dinilai tidak tepat memberikan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2021 kepada Ganjar. Dalam surat yang diunggah Warga Wadas di akun twitter @Wadas_Melawan disebutkan bahwa Ganjar Pranowo (GP) mempunyai rekam jejak yang jelas dalam pengrusakan lingkungan di Jawa Tengah. Warga menilai Ganjar adalah gubernur yang mengakali putusan Mahkamah Agung dalam kasus PT Semen Indonesia. Putusan MA memerintahkan Gubernur Jateng untuk mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia namun Ganjar justru menerbitkan izin baru.
Dilansir CNNIndonesia.com Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia menyebut KLHK sangat percaya diri dalam mengumumkan penghargaan terhadap Ganjar karena dianggap telah menjadi pemimpin yang punya kepedulian, komitmen, dan kreativitas secara berkelanjutan sehingga berdampak positif terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Julian mengungkapkan hal itu sangat kontras dengan kebijakan Ganjar yang sangat destruktif dan abai terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di Jawa Tengah.
“Di Wadas warga terdampak rencana pertambangan tak dilibatkan dalam proses penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan penerbitan Izin Lingkungan pembangunan Bendungan Bener,” ungkap Julian dalam keterangan tertulis.
Padahal daya rusak pertambangan terhadap lingkungan di Wadas cukup besar. Puluhan sumber mata air di bukit Wadas akan hilang, kerentanan bencana longsor dan banjir akan meningkat secara signifikan, pemukiman terancam rusak akibat peledakan batu, serta segudang problem lingkungan yang akan segera menimpa kepala ribuan manusia di Wadas.
Julian mengatakan penambangan akan berdampak terhadap hilangnya mata pencaharian warga Wadas, sehingga kemiskinan baru pun akan lahir.
Ia menilai pemberian penghargaan oleh KLHK sama dengan pembenaran atas tragedi kekerasan terhadap warga dan alam di desa Wadas.
“Dengan sederet persoalan tersebut, selayaknya KLHK meninjau ulang dan mencabut penghargaan yang diberikan kepada Ganjar Pranowo,” pungkasnya.






















