• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Gelombang PHK Menyapu Indonesia: Awal dari Krisis Global?

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2025
in Economy, Feature
0
7 Industri Tekstiel PHK Karyawan, 6500 Buruh Kehilangan Pekerjaan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Sejak awal tahun ini, kabar buruk datang bertubi-tubi dari dunia kerja. Ribuan buruh tekstil di Jawa Barat dan Jawa Tengah mendadak kehilangan pekerjaan. Satu demi satu pabrik menyusutkan kapasitas, bahkan tutup sama sekali. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, hingga April 2025, lebih dari 24 ribu pekerja sudah masuk daftar korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah itu belum termasuk prediksi suram dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia: 60 perusahaan terancam gulung tikar dan membawa serta 280 ribu buruh ke jurang pengangguran.

Ini bukan badai biasa. Sinyal-sinyal krisis terlihat dari banyak arah. Daya beli masyarakat melemah, pasar ekspor tak lagi ramah, dan biaya produksi naik tak terkendali. Sejumlah pengusaha menyebut kebijakan impor yang tak terkendali memperparah situasi, membuat produk lokal terjepit di tanah sendiri. Pabrik-pabrik yang dulu menghidupi ribuan keluarga kini berubah sunyi. Mesin-mesin mati. Pintu gerbang berkarat. Hanya papan bertuliskan “dijual” yang masih berdiri di depan gerbang.

Presiden Joko Widodo ikut bersuara. Ia memperingatkan ancaman kehilangan 85 juta pekerjaan akibat otomasi dan perubahan teknologi. Tapi peringatan itu seolah menggema di ruang kosong. Respons pemerintah masih terkesan reaktif, belum menyentuh akar persoalan. Program pelatihan ulang dan transformasi digital yang dijanjikan belum menjangkau buruh-buruh yang sekarang bahkan tak tahu harus makan apa esok hari.

Fenomena ini bukan hanya milik Indonesia. Di luar negeri, gelombang PHK bahkan jauh lebih mengerikan. Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan besar seperti Meta, Amazon, dan Microsoft memotong ribuan tenaga kerja. Firma jasa profesional PricewaterhouseCoopers (PwC) memecat 1.500 orang sekaligus pada awal Mei. Bahkan raksasa otomotif seperti Volvo mengumumkan pemangkasan besar-besaran sebagai bagian dari efisiensi global.

Tren ini menunjukkan satu hal: ekonomi dunia sedang dalam fase penyesuaian brutal. Pandemi yang sempat mendongkrak sektor digital kini diikuti oleh periode normalisasi yang menyakitkan. Perang dagang, konflik geopolitik, dan inflasi global menambah tekanan pada sektor riil. Negara-negara yang tak punya sistem perlindungan sosial yang kuat—seperti Indonesia—akan menjadi korban paling awal dan paling dalam.

Yang jadi soal: di tengah krisis ini, perhatian pemerintah tampak terpecah. Energi dan anggaran tersedot ke megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN), bukan ke penyelamatan industri yang jadi penyangga hidup jutaan keluarga. Padahal, tanpa ekonomi riil yang kuat, proyek sebesar apa pun hanya akan jadi monumen kesombongan yang kosong makna.

Sebaliknya, negara perlu hadir di titik paling rentan: buruh yang kehilangan pekerjaan, UMKM yang kolaps, dan lulusan baru yang tak menemukan tempat kerja. Program bantuan sosial perlu diperluas. Pendidikan vokasi harus digenjot. Investasi tak boleh hanya mengejar infrastruktur, tapi juga sumber daya manusia. Karena itulah kekayaan sejati republik ini.

Gelombang PHK ini mungkin bukan akhir dunia. Tapi bisa jadi permulaan dari krisis yang lebih dalam jika tak segera direspons serius. Dunia sedang berubah cepat. Tapi perubahan tanpa keadilan sosial hanya akan menciptakan kegaduhan, bukan kemajuan. Di tengah derasnya arus pemutusan kerja, negara tak boleh diam. Sebab bila negara tak bergerak, rakyatlah yang akan terhempas.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diduga Manipulasi Pajak, Oknum Kombes Diadukan ke Kortastipikor

Next Post

Satgas Penanganan Premanisme dan Ormas Pengganggu Investasi Sedang Dibentuk

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Satgas Penanganan Premanisme dan Ormas Pengganggu Investasi Sedang Dibentuk

Satgas Penanganan Premanisme dan Ormas Pengganggu Investasi Sedang Dibentuk

Pengakuan Jujur Menteri Pertanian

Amran Menggugat Impor: Jalan Terjal Menuju Swasembada Beras

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist