• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran Datang, Anak Sekolah Diliburkan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2025
in Feature, Pendidikan
0
Gibran Datang, Anak Sekolah Diliburkan

Istimewa - Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Tiga sekolah di Kecamatan Magepanda, Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendadak diliburkan. Bukan karena bencana atau wabah. Tapi karena negara datang—mewakili kekuasaan, bukan pendidikan.

Selasa pagi, 6 Mei 2025. Ratusan siswa SD Katolik Nangarasong, SD Inpres Kolisia, dan SMP Negeri Kolisia tak masuk kelas. Para guru tak mengajar. Buku-buku ditinggal di rumah. Mereka diminta berbaris di pinggir jalan, membuat pagar betis, memegang bendera kecil, menyambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan mengunjungi areal persawahan di Desa Kolisia B.

“Sudah kami persiapkan. Anak-anak berdiri sambil pegang bendera,” kata Rina Sengsara Noa, guru SD Katolik Kolisia, kepada Kompas.com. Setelah rombongan wapres lewat, anak-anak langsung dipulangkan.

Tak ada tanya jawab. Tak ada ruang curhat. Padahal mereka ingin bicara. Tentang sekolah tanpa meja cukup, kursi reyot, dan buku seadanya. Tentang mimpi yang tumbuh dalam sempitnya fasilitas.

Tapi suara itu tak sampai. Sebab tugas hari itu hanyalah menyambut.

Kedatangan Wapres Gibran ke Magepanda memang membawa agenda resmi: menyerahkan alat dan mesin pertanian kepada petani. Tapi yang tak tercantum dalam agenda adalah hilangnya jam belajar anak-anak demi seremoni negara. Negara yang datang, tapi lupa mendengar.

Inilah ironi kunjungan pejabat yang terlalu sibuk menjaga citra di atas panggung seremonial. Ketika anak-anak yang seharusnya belajar justru disulap menjadi penjaga barisan, kita tahu ada yang keliru dalam cara negara hadir. Mereka yang paling membutuhkan perhatian justru diposisikan sebagai ornamen, bukan subjek kebijakan.

Gibran barangkali tak tahu bahwa sekolah-sekolah itu sedang menunggu kesempatan berbicara. Atau mungkin tahu, tapi tak diberi waktu. Dalam kultur birokrasi yang gemar menyambut tamu besar dengan barisan tepuk tangan, suara rakyat kerap dikubur di bawah protokol.

Padahal, jika negara benar-benar ingin membangun dari pinggiran, maka langkah pertamanya bukan membagi alsintan, melainkan mendengarkan anak-anak di sekolah pinggiran itu. Duduk bersama mereka. Melihat langsung ruang belajar yang jauh dari kata layak. Dan yang terpenting: tidak menjadikan mereka sekadar properti penyambutan.

Negara semestinya datang untuk memastikan sekolah tidak lagi kekurangan kursi. Bukan untuk membuat siswa berdiri berjam-jam demi menyambut pejabat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jumlah Pengangguran di Jabar Alami Kenaikan, Lulusan SMK Paling Banyak

Next Post

Presiden Prabowo Terkejut, Saat Mengungkap Total Aset Negara Republik Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Presiden Prabowo Terkejut, Saat Mengungkap Total Aset Negara Republik Indonesia

Presiden Prabowo Terkejut, Saat Mengungkap Total Aset Negara Republik Indonesia

Menteri Sri Mulyani Pusing, Dipaksa Blokir Anggaran K/L Rp50 T?

Resiliensi atau Retorika? Membedah Narasi Sri Mulyani di Tengah Kinerja Ekonomi Buruk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist