• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Gibran di Tengah Petarung, Petaka, dan Papua: Kilat yang Belum Siap Menyambar

Ali Syarief by Ali Syarief
July 8, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Gibran di Tengah Petarung, Petaka, dan Papua: Kilat yang Belum Siap Menyambar
Share on FacebookShare on Twitter

Ini seperti halilintar. Bukan hanya karena bunyinya menggelegar, tapi juga karena datangnya tiba-tiba, menyambar tanpa aba-aba. Ketika saya membaca berita bahwa Gibran Rakabuming Raka—wakil presiden belia yang lebih sering kita lihat menggenggam es kopi susu ketimbang peta konflik wilayah timur—akan ditugaskan menangani masalah Papua, kepala saya langsung berdengung: ini penugasan atau penggulungan karpet merah menuju ladang ranjau?

Mari jujur sejenak—atau paling tidak, mencoba jujur. Gibran itu siapa? Seorang pemuda yang meloncat dari urusan kelurahan langsung ke Balaikota Solo, lalu menunggang kuda kuasa langsung ke Istana Wapres. Tanpa sejarah politik panjang, tanpa jam terbang keamanan, dan tanpa pengalaman diplomasi lintas kultur. Dan kini ia diminta menyelesaikan persoalan paling rumit, paling bernanah, dan paling berdarah dalam sejarah republik ini: Papua.

Jangan-jangan ini bukan penugasan, melainkan jebakan. Atau seperti kata kawan saya di warung kopi: “Ini anak disuruh naik ring, tapi lawannya bukan petinju—melainkan  membiarkan penenton melempari dengan tai burung kaswari dari segala arah.”

Papua bukan sekadar soal pembangunan. Bahkan bukan sekadar soal HAM. Ini soal luka sejarah. Luka dari penyerahan paksa, luka dari referendum yang tak pernah jadi referendum, luka dari janji-janji kemerdekaan ekonomi yang berubah jadi parade tambang dan senapan. Siapa yang bisa menyembuhkan luka macam ini?

Gibran? Seorang anak muda yang lebih dikenal karena diamnya ketimbang pidatonya, lebih pandai menjawab dengan “nanti saya pelajari” ketimbang membuat pernyataan strategis. Apakah Prabowo sedang sungguh-sungguh ingin menyelesaikan Papua—atau sedang melempar Gibran ke tengah badai agar nanti bisa berkata: “Kami sudah coba, tapi lihat, gagal.”

Ada yang berkata kantor Wapres akan dipindah ke Papua. Apa artinya ini? Simbol? Gimmick? Atau sekadar tanda bahwa Jakarta ingin memperlihatkan empati dengan cara pindah meja kerja? Kita semua tahu: masalah Papua tidak akan selesai dari ruang ber-AC, meskipun itu ada di Jayapura atau Wamena.

Sebab Papua bukan soal lokasi, tapi legitimasi.

Yusril bilang: ini soal pendekatan HAM. Baik. Tapi siapa yang akan memastikan? Gibran? Apakah ia bisa berkata tegas pada militer soal pembatasan kekuatan? Bisakah ia memeluk mama-mama Papua yang kehilangan anaknya karena dianggap simpatisan separatis? Bisakah ia memediasi dialog antara negara dan para pemimpin adat, tanpa dinilai sebagai boneka kekuasaan?

Saya khawatir, tugas ini lebih mirip hukuman politik daripada penugasan kenegaraan. Bisa jadi ini semacam gladi bersih, semacam sandiwara tingkat tinggi untuk menguji seorang Gibran—bukan dalam rangka membesarkan dia, melainkan dalam rangka menyentilnya: lihat, beginilah rasanya jadi pemimpin sungguhan.

Kalau ia gagal? Tinggal bilang, “Dia belum siap.”

Kalau ia sukses? Tentu nama besar Jokowi akan kembali disebut sebagai bapak pembangunan, sekalipun fondasinya dibangun dari tangis orang Papua.

Tapi apakah ini soal Gibran? Atau soal kita semua yang terus saja menjadikan Papua sebagai medan percobaan kekuasaan? Hari ini Gibran. Esok mungkin tokoh lain. Tapi Papua tetap berdarah. Tetap terluka.

Kita sedang menonton sebuah drama, kawan. Dan aktor utamanya belum tahu naskah apa yang sedang ia mainkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tiga WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Merampok, Pemerintah Beri Pendampingan Hukum

Next Post

Mungkinkah Papua Tetap Bersama NKRI atau Lepas? – Gimana Bran?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Mungkinkah Papua Tetap Bersama NKRI atau Lepas? – Gimana Bran?

Mungkinkah Papua Tetap Bersama NKRI atau Lepas? - Gimana Bran?

TRISULA WEDHA: Filosofi Lurus, Benar, dan Jujur untuk Tata Negara Sejati

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...