• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mungkinkah Papua Tetap Bersama NKRI atau Lepas? – Gimana Bran?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 8, 2025
in Feature, Politik
0
Mungkinkah Papua Tetap Bersama NKRI atau Lepas? – Gimana Bran?
Share on FacebookShare on Twitter

Tak ada yang lebih sunyi dari luka yang tak diakui.

Papua, dengan tanah merah yang sabar menampung darah dan nisan, dengan lembah hijau yang menyimpan ratapan ibu-ibu, dengan gunung-gunung yang diam tapi tak pernah bisu—adalah sebuah kisah yang tidak pernah selesai ditulis. Seperti puisi yang disobek di tengah baris.

Pertanyaan yang kerap dibisikkan di ruang gelap diplomasi, atau digemakan di jalan-jalan Jayapura dan Wamena, adalah pertanyaan yang sama: “Apakah Papua masih ingin menjadi bagian dari Indonesia, atau justru ingin menulis nasibnya sendiri?”

Saya tak hendak menjawab dengan kalimat tegas. Sebab jawaban selalu datang dengan beban. Dan beban, seperti sejarah, kadang terlalu berat untuk disandang satu generasi.


Papua masuk ke dalam Republik bukan melalui pujian dan pelukan. Ia dibawa masuk—dengan narasi besar tentang “integrasi nasional”—lewat perjanjian yang ditandatangani di luar tanah Papua sendiri. Di New York, 1962. Di ruang-ruang diplomasi yang lebih banyak berisi kata “kepentingan” daripada “keadilan”.

Tahun 1969, kita menggelar Pepera. Penentuan Pendapat Rakyat. Tapi kita tahu, rakyat yang dimaksud bukan seluruh rakyat. Hanya seribu lebih dari jutaan. Dalam sistem “musyawarah”, yang sebenarnya lebih mirip penggiringan. Ada yang menyebutnya rekayasa. Ada yang menyebutnya penyesuaian budaya lokal. Tapi apa pun namanya, ia menyisakan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.


Kini, lebih dari lima dekade kemudian, kita menyaksikan dua Papua. Satu Papua yang dibangun dengan proyek-proyek infrastruktur: jalan trans, bandara, jembatan, gedung pemerintah. Dan satu lagi: Papua yang tak terjangkau cahaya listrik, tercekik harga bahan pokok, penuh pos-pos aparat bersenjata, dan dicekam ketakutan.

Negara hadir, kata pemerintah. Tapi kehadiran macam apa? Apakah negara adalah sekadar jalan aspal? Sekadar upacara bendera?

Kehadiran sejati adalah ketika negara mendengar tanpa menginterogasi, ketika ia melindungi tanpa memaksa, dan ketika ia mencintai tanpa merasa lebih tinggi.


Papua tidak sederhana. Ia adalah kompleksitas identitas, sejarah, bahasa, dan luka. Ia bukan sekadar “wilayah paling timur Indonesia.” Ia adalah bangsa tua yang memiliki sistemnya sendiri jauh sebelum Republik ini lahir.

Maka ketika kita bicara tentang Papua, kita tidak sedang bicara tentang “menjaga kedaulatan” belaka. Kita bicara tentang bagaimana menyembuhkan luka yang sudah lama dipendam. Kita bicara tentang bagaimana menjadi saudara, bukan penguasa.

Apakah Papua akan tetap bersama Indonesia? Mungkin. Tapi hanya jika Indonesia mau belajar menjadi rumah, bukan benteng. Rumah yang bisa menjadi tempat pulang—dengan sukarela, bukan karena dikunci dari luar.

Dan apakah Papua bisa lepas? Mungkin juga. Sebab sebuah bangsa, ketika tidak lagi merasa dimiliki, akan mencari makna kepemilikan itu di tempat lain.


Saya teringat kalimat seorang penyair Papua, yang menulis:
“Kami tak butuh pembangunan jika suara kami tak pernah dibangun.”

Maka pertanyaan tentang Papua bukan semata pertanyaan geopolitik. Ia adalah pertanyaan tentang siapa yang mendengar, dan siapa yang diabaikan.

Dan di situlah letak jawabannya: bukan di meja perundingan, bukan di markas militer, bahkan bukan di sidang PBB—tapi di ruang batin rakyat Papua sendiri.

Apakah mereka masih mau bersama Indonesia? Ataukah mereka ingin merdeka?

Seperti cinta: tak bisa dipaksa. Dan seperti luka: harus diakui, sebelum disembuhkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gibran di Tengah Petarung, Petaka, dan Papua: Kilat yang Belum Siap Menyambar

Next Post

TRISULA WEDHA: Filosofi Lurus, Benar, dan Jujur untuk Tata Negara Sejati

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post

TRISULA WEDHA: Filosofi Lurus, Benar, dan Jujur untuk Tata Negara Sejati

Finally, Mr. Kasmujo Said: Bukan Pembimbing Skripsi, Neither Academic-nya

Kejujuran Itu Bercahaya Spirit: Pengunci Moral di Tengah Kegilaan Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...