• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran Mundur: Kabar Gembira bagi Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
January 29, 2025
in Feature, Tokoh
0
Jokowi Ajarkan Moral Kemunafikan Kepada Gibran? – Learning By Doing

Dua-duanya bermasalah dengan soal pendidikan

Share on FacebookShare on Twitter

Ada rumor yang beredar bahwa jika PDIP bergabung dengan Gerindra dan mendukung pemerintahan Prabowo, maka Gibran Rakabuming Raka akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. Jika rumor ini benar, maka bagi rakyat Indonesia, kabar tersebut adalah angin segar yang patut disambut dengan penuh sukacita. Sebab, kehadiran Gibran di tampuk kekuasaan bukan hanya persoalan politik semata, tetapi juga noda hitam dalam sejarah demokrasi dan konstitusi Indonesia.

Inkonsistensi dan Aib Demokrasi

Gibran Rakabuming Raka bukanlah sosok yang lahir dari kompetisi yang sehat. Ia melenggang ke posisi cawapres bukan karena kapasitas dan rekam jejaknya, tetapi karena rekayasa politik dan penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan. Proses yang membawanya ke kursi kekuasaan penuh dengan pelanggaran moral dan hukum, terutama putusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah syarat batas usia pencalonan dengan cara yang mencolok dan penuh konflik kepentingan. Perubahan aturan yang mendadak dan jelas menguntungkan dirinya menjadi cermin betapa hukum di negeri ini telah diintervensi demi ambisi politik dinasti.

Dalam hal kompetensi, Gibran tidak memiliki rekam jejak kepemimpinan yang membanggakan. Ia hanya berbekal status sebagai putra Presiden Jokowi dan pengalaman singkat sebagai Wali Kota Solo yang juga dipenuhi dengan privilese politik. Tidak ada capaian monumental yang menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin nasional. Kehadirannya di panggung politik nasional bukan karena prestasi, tetapi karena garis keturunan dan kemudahan akses yang diberikan oleh lingkaran kekuasaan. Ini bukan sekadar kemunduran demokrasi, melainkan penghinaan terhadap sistem meritokrasi dan keadilan sosial.

Cemoohan Dunia Internasional

Dampak dari kehadiran Gibran di posisi strategis negara tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Dunia internasional pun mencibir bagaimana Indonesia, yang mengklaim diri sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, justru membiarkan praktik politik dinasti dan manipulasi hukum terjadi secara vulgar. Kredibilitas Indonesia sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi menjadi dipertanyakan. Fenomena ini mengingatkan dunia bahwa Indonesia belum benar-benar bebas dari oligarki dan praktik nepotisme yang menggerogoti fondasi demokrasi.

Dalam konteks geopolitik dan diplomasi, pemimpin yang tidak memiliki legitimasi kuat akan sulit mendapat pengakuan dan dihormati dalam pergaulan internasional. Indonesia akan dilihat sebagai negara yang mengakomodasi kepentingan segelintir elite ketimbang kepentingan rakyatnya. Hal ini tentu saja berpotensi melemahkan posisi Indonesia dalam negosiasi internasional dan kerja sama global.

Harapan untuk Masa Depan

Jika benar Gibran akan mengundurkan diri, maka itu adalah langkah yang seharusnya diambil sejak awal. Keputusan itu akan menjadi momentum bagi bangsa ini untuk kembali menata ulang prinsip demokrasi yang telah tercoreng. Namun, pengunduran dirinya saja tidak cukup. Indonesia harus memastikan bahwa praktik politik dinasti tidak lagi mendapat tempat dalam sistem pemerintahan. Reformasi hukum, penguatan independensi lembaga yudikatif, dan penegakan prinsip demokrasi harus menjadi prioritas agar kasus serupa tidak terulang.

Pada akhirnya, bangsa ini harus belajar dari pengalaman pahit ini. Demokrasi bukan sekadar prosedural, tetapi juga substansial. Pemimpin harus lahir dari kompetensi, kapasitas, dan integritas, bukan dari privilese dan rekayasa politik. Jika Gibran benar-benar mundur, maka itu bukan hanya kemenangan rakyat, tetapi juga sebuah langkah kecil menuju pemulihan demokrasi yang lebih sehat dan berdaulat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

Next Post

MENJADIKAN BULOG SEBAGAI “PRIME MOVER” MEMAKMURKAN PETANI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026
Economy

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Feature

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Next Post
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

MENJADIKAN BULOG SEBAGAI "PRIME MOVER" MEMAKMURKAN PETANI

Kisruh Pagar Laut Tangerang Bermula dari Uang, Jokowi Kena Suap?

Kisruh Pagar Laut Tangerang Bermula dari Uang, Jokowi Kena Suap?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...