Karena gabungan Partai Golkar dan PAN lebih dari cukup untuk dapatkan tiket kandidat Presiden dan kandidat wakil presiden. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas siap dicalonkan sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.
Jakarta-Fusilatnews.–Lupakanlah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang ditinggal oleh PPP demi mendukunh Ganjar Pranowo bersama PDIP. Mulailah menatap masa depqn baru, membentuk koalisi baru untuk mengusung bacapres dan bacawapres meramaikan kontestasi pemilihan presiden tahun depan.
Karena gabungan Partai Golkar dan PAN lebih dari cukup untuk dapatkan tiket kandidat Presiden dan kandidat wakil presiden. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas siap dicalonkan sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.
Usai mengikuti pertemuan tingkat menteri APEC, Kamis (25/5) di Amerika Serikat, Airlangga dan Zulhas mengakui tak menutup kemungkinan keduanya maju di Pilpres 2024. Keduanya optimistis karena koalisi Golkar dan PAN memiliki tiket pencapresan.
“Kami memang sejak lama bersama-sama kuat dan yang paling penting punya tiket. Kami sejak awal di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu). Komunikasi sangat baik dan guyub,” ujar Airlangga dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (26/53) pagi.
Ditanya soal kemungkinan berpasangan dengan Zulhas pada Pilpres 2024 mendatang, Airlangga melempar senyuman.
“Saya dan Pak Zul punya hubungan yang sangat baik. Kami sering komunikasi, bertukar pikiran, mencari solusi terbaik untuk berbagai persoalan bangsa ini. Di kabinet, saat ini kami sama-sama di bidang ekonomi,” ungkap Menko Perekonomian itu.
Senada dengan itu, Zulhas yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan menuturkan kecocokannya selama ini bekerja sama dengan Menko Ekonomi Airlangga. Zulhas mengakui memiliki chemistry positif baik di politik maupun pemerintahan.
“Hubungan kami berdua sangat panjang dan dekat. Chemistry-nya selalu positif dan saling menguatkan dalam kerja, baik politik maupun pemerintahan,” kata Zulhas.
Duet Airlangga-Zulhas mencuat di tengah sulitnya utak-atik pasangan capres-cawapres dari nama-nama kuat yang saat ini tengah beredar. Wacana duet itu disambut positif baik oleh Golkar maupun PAN.
Sebelumnya, Waketum PAN Yandri Susanto menyebut pasangan itu sebagai salah satu opsi yang sedang digodok partainya secara matang. Dikatakan, mendorong kader terbaik partai merupakan sesuatu yang rasional.
“Salah satu yang sedang kami pertimbangkan serius. Kader partai tentu membawa coattail effect yang kuat baik untuk Golkar dan PAN,” jelas Yandri.
“Terima kasih kepada PAN yang telah memunculkan nama Pak Airlangga Hartarto sebagai capres dan juga Pak Zulhas sebagai cawapresnya,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (25/5).
Total gabungan jumlah kursi Golkar dan PAN adalah 129 kursi atau 22,43 persen jumlah total kursi di parlemen. Partai Golkar sendiri saat ini memiliki total kursi parlemen 85 atau sebesar 14,78 persen. Sedangkan, PAN memiliki 44 kursi atau 7,65 persen jumlah total kursi di parlemen.
























