Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh ratusan supporter Gresik United pada Kamis, ( 19/01) 2023 dipicu oleh bentrokan antara PS TNI dengan Ultrasmania Gresik. Para supporter Ultrasmania berbaris di depan Kantor Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gresik yang tepatnya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, pada Kamis (19/1/2023).
Mengutip dari bola.net Indonesia, ricuhnya pertandingan antara Persegres Gresik United dengan PS TNI yang digelar di Stadion Petrokimia Gresik pada Minggu, ( 22/5) 2022 sebenarnya bermula dari hasil skor yang belum imbang antara kedua team, sehingga menimbulkan aksi saling ejek. Sebelumnya diketahu bahwa team Ultras Gresik justru terlibat ricuh dulu dengan para supporter PS TNI, yang mengakibatkan aksi brutal hingga ditengah lapangan, yang juga sempat terhenti selema beberpa menit.
Sebagai tuan rumah, yaitu di Kota Gresik, maka memang seharusnya Klub Persatuan Sepak Bola Gresik akan lebih mendominasi areanya, sehingga terkesan bahwa Persegres memaksa PS TNI lebih santai dalam melawan Klub Persegres. Namun, fakta tidak berpihak pada Persegres. Pada menit ke-75, PS TNI berhasil mengumpan tendangan goal pertama dan lebih unggul dari Persegress.
Menurut para deomonstran Ultrasmania, PS TNI tidaklah pantas Institusi Militer membentuk tim Club Sepak Bola. Sambil membentangkan Spanduk, berisi foto anggota Ultrasmania yang menjadi korban saat menjadi korban antara Ultrasmania dengan suporter PS TNI pada 22 Mei 2022 lalu. Sebanyak 50 orang terluka dalam peristiwa bentrokan ini. Tak hanya itu saja, para demonstran juga menuntut agar PS TNI bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, serta menuntut agar PS TNI segera dibubarkan.
Situasi lapangan menunjukkan ramainya demo dengan jumlah ratusan massa mengelilingi markas Ultras Gresik dengan longmarch rute Jalan Proklamasi menuju ke Jalan Arief Rahman Hakim, dilanjutkan ke Jalan Panglima Sudirman dan berakhir di Jalan Jaksa Agung Suprpto, tepat di depan kantor Askab PSSI Gresik. Massa dengan lantang menyerukan aksinya dengan segala perlengkapan memakai kostum Jersey GU.
Adapun beberapa isi tuntutan dari aksi Team Supporter Ultrasmania tersebut, bahwa mereka mengecam pemberhentian Liga 2 dan Liga 3, dengan menyebut bahwa “ PSSI tak becus dan PSSI merupakan Ladang dan sarang Korupsi, PSSI Miskin Prestasi.”
Para demonstrans Ultrasmania mengaku merasa kecewa dengan diberhentikannya Liga 2 dan Liga 3, karena diketahui sebelumnya bahwa Club Gresik United sedang memperjuangkan teamnya di Liga 2 ini cukup memuaskan dengan melambungnya nama Joko Samudra.
Namun justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa PSSI menghentikan pertandingan Liga 2, sedangkan Liga 1 di gelar dengan tidak adanya degradasi. Sehingga para supporter Ultrasmania merasa dianaktirikan oleh PSSI. Mereka juga mengecam jika memang Liga 2 dan 3 benar ditiadakan, maka pertandingan Liga 1 pun harus di hentikan, ujar Ketua Umum Ultrasmania Gresik Thoriqi Fajrin pada Kamis (19/01). (Riza.MD)























