• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Haji dan Bayang-Bayang Militerisme: Antara Pelayanan Jamaah dan Normalisasi Kuasa

fusilat by fusilat
January 16, 2026
in Feature
0
Haji dan Bayang-Bayang Militerisme: Antara Pelayanan Jamaah dan Normalisasi Kuasa
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Nazaruddin

Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi petugas haji dengan personel TNI–Polri—bahkan dengan porsi mayoritas hingga 50 persen—sekilas tampak rasional. Dalihnya sederhana: pelayanan haji membutuhkan petugas yang disiplin, sigap, terlatih, dan tangguh menghadapi situasi darurat. Namun di balik narasi efisiensi dan profesionalisme itu, tersembunyi persoalan yang lebih mendasar: relasi kuasa antara negara, militer, dan ruang sipil—termasuk ruang ibadah.

Haji bukan operasi militer. Ia adalah layanan publik yang bersifat spiritual, sosial, dan kemanusiaan. Jamaah haji bukan pasukan yang perlu dikomandoi, melainkan warga negara—sebagian besar lansia—yang membutuhkan empati, komunikasi kultural, serta pelayanan berbasis kepekaan sosial. Menyederhanakan problem pelayanan haji sebagai soal “kurang disiplin” lalu menjawabnya dengan militerisasi petugas adalah reduksi yang berisiko menyesatkan arah kebijakan.


Pelayanan atau Perluasan Kuasa?

Kontroversi ini muncul bukan karena publik alergi pada TNI–Polri, melainkan karena pola yang berulang. Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan kecenderungan pemerintahan Prabowo menempatkan aparat keamanan ke berbagai ruang sipil: pangan, pertanian, pendidikan, birokrasi, hingga kini urusan ibadah haji. Semua dibungkus dengan narasi klasik: ketertiban, kedisiplinan, dan efektivitas.

Masalahnya, ketika hampir setiap problem sipil diselesaikan dengan pendekatan militer, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah ini solusi, atau strategi normalisasi kuasa? Dalam demokrasi, militer seharusnya menjadi alat negara, bukan aktor dominan dalam pengelolaan kehidupan sipil. Ketika logika komando menggantikan logika pelayanan, yang terancam bukan hanya kualitas layanan, tetapi juga prinsip supremasi sipil itu sendiri.


Salah Diagnosis, Salah Obat

Buruknya pelayanan haji Indonesia selama ini bukan terutama soal kurangnya “ketegasan”, melainkan kegagalan sistemik: tata kelola yang semrawut, rekrutmen petugas yang sarat kompromi politik, minim pelatihan berbasis kompetensi, serta budaya birokrasi yang jauh dari meritokratis. Mengganti wajah petugas dengan seragam loreng tidak otomatis menyembuhkan penyakit tersebut.

Disiplin memang penting. Namun haji menuntut lebih dari itu: kemampuan bahasa, manajemen kerumunan berbasis budaya, pengetahuan fiqh haji, empati lintas usia, hingga sensitivitas psikologis jamaah. Tidak semua keterampilan ini lahir dari doktrin militer. Bahkan, pendekatan yang terlalu koersif berpotensi menciptakan jarak emosional antara petugas dan jamaah—sesuatu yang justru merusak esensi pelayanan.


Kementerian Haji: Ide Besar yang Setengah Hati

Ironi terbesar terletak pada gagasan pembentukan Kementerian Haji. Ia dipromosikan sebagai solusi struktural untuk memperbaiki tata kelola. Namun hingga kini, wacananya tampak tergesa-gesa dan minim persiapan. Alih-alih membangun ekosistem SDM haji yang profesional—dari perancang kebijakan, manajer layanan, hingga petugas lapangan—yang muncul justru jalan pintas: menutup kekosongan dengan aparat keamanan.

Jika Kementerian Haji sungguh dimaksudkan sebagai institusi sipil modern, maka prioritasnya adalah sistem rekrutmen berbasis meritokrasi, kurikulum pelatihan khusus haji, jenjang karier profesional, serta evaluasi kinerja yang transparan. Tanpa itu, kementerian ini berisiko menjadi etalase baru dengan praktik lama—bahkan diperkuat oleh watak militeristik.


Haji dan Arah Demokrasi

Pada akhirnya, pertanyaan ini bukan semata tentang siapa yang menjadi petugas haji, melainkan ke mana arah negara sedang bergerak. Apakah setiap persoalan publik akan terus dijawab dengan ekspansi peran militer? Jika iya, kita sedang menyaksikan pergeseran halus namun sistematis: dari negara sipil menuju negara dengan mental barak.

Haji seharusnya menjadi ruang pelayanan, bukan ruang demonstrasi kuasa. Negara hadir untuk melayani jamaah, bukan mengatur mereka seperti pasukan. Tanpa refleksi kritis, kebijakan ini bukan hanya berpotensi gagal meningkatkan kualitas layanan haji, tetapi juga mempercepat erosi batas antara militer dan sipil—sebuah kemunduran mahal bagi demokrasi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Meraih Gelar CDCE: Bukan Gaya, Melainkan Profesionalisme

Next Post

Inflasi Gelar Gus

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Legenda Aji Saka di Balik Perseteruan Cak Imin vs Gus Yahya

Inflasi Gelar Gus

Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...