• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Ali Syarief by Ali Syarief
January 16, 2026
in Aya Aya Wae, Feature
0
Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir
Share on FacebookShare on Twitter

Pagi itu, Jakarta seperti baru bangun dari mimpi panjangnya. Matahari masih rendah, embun menempel di ujung daun, dan angin dari bantaran Kali Ciliwung membawa aroma tanah basah yang jarang ditemui di pusat ibu kota. Di titik itulah saya diajak sahabat lama: Budi Pahlawan. Pengusaha lift dan eskalator. Aktivis organisasi. Sosok yang akrab memadukan bisnis dan jejaring sosial dalam satu tarikan napas.

Kami berjalan menyusuri bantaran Ciliwung, tepat di kawasan Jembatan Kuning, Condet, Jakarta Timur. Siapa sangka, hanya beberapa kilometer dari gedung-gedung tinggi dan hiruk-pikuk jalan raya, terselip suasana pedesaan yang asri. Pepohonan menaungi jalan setapak. Burung-burung bersahut-sahutan. Air kali mengalir tenang, memantulkan cahaya pagi. Jakarta, yang biasanya kita kenal sebagai kota yang tergesa, tiba-tiba melambatkan langkahnya.

Budi tak berjalan sendiri. Di sepanjang rute, ia memperkenalkan saya pada kawan-kawannya: seorang kontraktor, dokter, pengacara, konsultan pajak, hingga pengusaha kecil yang sedang merintis usaha. Beragam profesi. Beragam latar. Tetapi disatukan oleh satu ritual sederhana: berjalan pagi, berbagi udara segar, dan menyapa hari dengan perbincangan ringan.

Di ujung perjalanan, seperti sudah menjadi kesepakatan tak tertulis, para pejalan kaki itu singgah di tempat biasa: kedai kopi sederhana di sudut jalan. Bangku kayu. Meja panjang. Cangkir-cangkir mengepulkan aroma robusta. Di sanalah percakapan berlanjut. Tentang bisnis yang sedang lesu. Tentang tender yang baru dimenangkan. Tentang anak yang akan masuk sekolah. Tentang politik yang tak pernah habis jadi bahan diskusi.

Warung kopi itu bukan sekadar tempat minum. Ia menjadi ruang sosial. Ajang silaturahmi. Titik pertemuan yang merekatkan persahabatan. Di sana, jarak antara jabatan dan profesi seakan luruh. Semua duduk setara, berbagi cerita, berbagi tawa, berbagi keluh.

Pemandangan itu mengingatkan saya pada satu tradisi dalam budaya Tionghoa: Xuang Xie. Sebuah kebiasaan berkumpul setelah aktivitas pagi, untuk saling bertukar informasi, peluang usaha, bahkan sekadar menjaga relasi tetap hangat. Di Kota Bandung, tradisi itu hidup di sebuah tempat legendaris: Warung Poernama. Berdiri sejak zaman Belanda, warung ini menjadi saksi bagaimana para pebisnis Tionghoa berkumpul usai jogging dan bersepeda. Di sana, transaksi informasi terjadi. Relasi diperkuat. Kepercayaan dibangun perlahan, seteguk demi seteguk kopi.

Jakarta dan Bandung. Bantaran Ciliwung dan Warung Poernama. Dua ruang berbeda, satu semangat yang sama: membangun jejaring melalui perjumpaan sederhana. Tanpa podium. Tanpa seminar. Tanpa proposal resmi. Hanya langkah kaki, udara pagi, dan meja kopi sebagai jembatan.

Di kota-kota besar, sering kali kita sibuk mengejar gedung tinggi dan teknologi canggih. Tetapi pagi itu mengajarkan hal lain: bahwa kemajuan juga bertumbuh dari ruang-ruang kecil, dari pertemanan yang dirawat, dari obrolan santai yang membuka pintu kesempatan.

Dan mungkin, seperti aliran Ciliwung yang terus bergerak, persahabatan pun perlu ruang untuk mengalir. Agar tetap jernih. Tetap hidup. Tetap menghidupkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Inflasi Gelar Gus

Next Post

Meneguhkan Kepentingan di Pilkada Langsung

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post

Meneguhkan Kepentingan di Pilkada Langsung

BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.

AMBISI SWASEMBADA: MIMPI BESAR ATAU PEKERJAAN RUMAH 80 TAHUN?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...