• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Inflasi Gelar Gus

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 16, 2026
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Legenda Aji Saka di Balik Perseteruan Cak Imin vs Gus Yahya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK (2019-2024)

Jakarta – Gelar “gus”, kalau boleh disebut sebagai gelar tradisional, sedang mengalami inflasi. Sebenarnya sudah cukup lama. Tapi kali ini menjadi semacam penegasan saja kalau gelar “gus” yang biasanya melekat pada anak seorang kiai telah benar-benar mengalami inflasi atau pelemahan nilai. Ini terjadi setelah Gus Yaqut, mantan Menteri Agama bernama lengkap Yaqut Cholil Qoumas terlibat korupsi.

Dikutip dari sebuah sumber, asal-usul kata “gus”, yang kemudian menjadi panggilan atau gelar anak kiai, khususnya di Jawa Timur, berasal dari bahasa Jawa, singkatan dari kata “bagus” (tampan/terhormat), yang awalnya dipakai di kalangan keraton Jawa untuk anak bangsawan (seperti “Raden Bagus”), lalu diadopsi oleh kaum priyayi, dan kemudian meluas ke lingkungan pesantren, terutama di Jatim, sebagai sebutan hormat untuk anak kiai atau tokoh agama yang diharapkan menjadi penerus spiritual, yang bisa didapat karena keturunan atau kemampuan intelektual.

Puncak nilai dari gelar “gus” adalah ketika Gus Dur yang bernama lengkap KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden ke-4 RI, setelah sebelumnya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Dur adalah anak dari Wahid Hasyim, atau cucu dari pendiri NU Hasyim Asy’ari, sehingga dipanggil Gus.

Pun ada Gus Cholil atau Cholil Bisri, ayahanda dari Gus Yaqut, dan Gus Mus atau Mustafa Bisri, adik kandung dari Gus Cholil atau paman dari Gus Yaqut.

Lalu ada Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf, kakak kandung Gus Yaqut, yang kini menjadi Ketua Umum PBNU. Juga ada Gus Ipul atau Saifullah Yusuf, Sektretaris Jenderal PBNU yang juga Menteri Sosial.

Jika ada seorang intelektual besar tapi bukan keturunan kiai besar, mereka cukup dipanggil “cak” saja. Maka ada Cak Nur atau Nurcholis Madjid, dan Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib. Pun ada Cak Imin atau Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang sedang galau akan tetap menggunakan gelar Cak, atau Gus yang sempat dipakai saat maju sebagai calon wakil presiden di Pemilu 2024.

Mengapa gelar “gus” mengalami inflasi? Sebab banyak penyandang gelar tersebut yang perilakunya tidak sesuai dengan namanya yang bagus.

Dalam kasus korupsi pembagian kuota haji tahun 2023-2024 di Kementerian Agama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka, tapi juga Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Staf Khusus Gus Yaqut saat menjabat Menag.

Dalam kasus yang sama, KPK juga memeriksa Aizzudin Abdurrahman alias Gus Aziz, Ketua Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup PBNU, sebagai saksi. Gus Aziz diduga menerima aliran dana dalam kasus korupsi pembagian kuota haji 2023-2024 tersebut, namun ia membantah.

Andai saja Gus Yaqut bukan mantan Menteri Agama dan mantan Ketua Umum Barisan Serbaguna (Banser)/Gerakan Pemuda (GP) Ansor, mungkin gelar “gus” tak akan mengalami inflasi separah ini. Tapi Gus Yaqut adalah mantan Menag dan Ketum Banser/Ansor yang mestinya mampu menjaga moralitas dan integritasnya dengan baik.

Kini, setelah mengalami inflasi, lalu “quo vadis” (mau dibawa ke mana) gelar “gus” ini? Apakah gelar mereka yang telah mencederainya dan membuat inflasi hendak dicopot? Lalu siapa yang berwenang mencopot?

Apakah persatuan gus-gus seluruh dunia? Ataukah PBNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejenisnya? Ataukah oknum-oknum itu sendiri yang akan menanggalkan gelarnya? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Haji dan Bayang-Bayang Militerisme: Antara Pelayanan Jamaah dan Normalisasi Kuasa

Next Post

Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Pagi di Bantaran Kali Ciliwung, Persahabatan yang Mengalir

Meneguhkan Kepentingan di Pilkada Langsung

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...