• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

AMBISI SWASEMBADA: MIMPI BESAR ATAU PEKERJAAN RUMAH 80 TAHUN?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 16, 2026
in Economy, Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Ambisi dan swasembada—dua kata yang kini kembali menghangatkan wacana kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Setelah pemerintah mengumumkan keberhasilan swasembada beras, harapan pun mengembang: akankah kisah sukses itu berlanjut pada jagung, kedelai, gula, daging sapi, bawang putih, dan komoditas pangan strategis lainnya?

Ambisi adalah kehendak kuat untuk mencapai tujuan besar. Dalam konteks negara, ambisi berarti tekad serius untuk mewujudkan target strategis demi kesejahteraan rakyat. Sedangkan swasembada adalah kemampuan memenuhi kebutuhan pokok sendiri tanpa ketergantungan pada impor. Maka, ambisi swasembada pangan berarti tekad kuat untuk menjadikan bangsa ini mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Target swasembada pangan kini ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. Namun, mewujudkan swasembada di era kekinian tidak cukup dengan jargon politik yang bombastis dan agitasi retorik. Yang menentukan adalah keberhasilan implementasi nyata di lapangan.

Swasembada pangan berarti negara mampu memproduksi bahan pangan yang cukup bagi seluruh penduduknya, tanpa bergantung pada pasokan luar negeri. Bangsa yang swasembada pangan adalah bangsa yang berdaulat—tidak mudah diguncang krisis global, konflik internasional, atau permainan pasar dunia.

Perlu dipahami, pangan bukan hanya beras. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan bahwa pangan mencakup seluruh produk hayati dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia.

Artinya, keberhasilan swasembada beras tidak otomatis berarti swasembada pangan. Beras hanyalah satu komoditas dari sekian banyak kebutuhan pangan nasional. Di luar beras medium, masih terdapat ketergantungan impor yang signifikan.

Sebagai gambaran, beberapa komoditas pangan yang masih diimpor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri antara lain:

  • Beras: ±416.220 ton (beras khusus dan industri)
  • Jagung: ±859.933 ton (industri dan pakan ternak)
  • Kedelai: ±2,05 juta ton (industri pangan dan pakan)
  • Bawang merah: ±495 ton
  • Bawang putih: ±587.277 ton
  • Daging sapi dan kerbau: ±485.031 ton
  • Gula konsumsi: ±190.000 ton
  • Minyak goreng untuk kebutuhan domestik
  • Teh dan kopi untuk industri dan konsumsi
  • Kakao untuk industri cokelat
  • Cabai segar dan kering untuk konsumsi

Impor pangan ini dilakukan karena produksi dalam negeri belum mampu menutup kebutuhan nasional. Fakta ini menunjukkan bahwa jalan menuju swasembada pangan masih panjang, terjal, dan membutuhkan kerja sistematis lintas sektor.

Ambisi mewujudkan swasembada pangan tentu bukan sekadar kehendak politik pemerintah yang sedang berkuasa. Ia adalah cita-cita kolektif seluruh bangsa. Bagi Indonesia, swasembada pangan bukan mimpi mengecat langit, melainkan keniscayaan yang seharusnya dapat diwujudkan di bumi sendiri.

Pertanyaan mendasarnya: Mengapa setelah hampir 80 tahun merdeka, bangsa ini belum sepenuhnya mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan?

Beberapa faktor utama yang menjadi penghambat antara lain:

  1. Keterbatasan lahan pertanian. Alih fungsi lahan ke industri, perumahan, dan infrastruktur terus menggerus sawah produktif.
  2. Teknologi pertanian yang belum optimal. Banyak petani masih bertumpu pada metode tradisional dengan produktivitas rendah.
  3. Ketergantungan impor komoditas strategis. Produksi dalam negeri belum mampu mengejar kebutuhan konsumsi nasional.
  4. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kekeringan, banjir, serta anomali musim mengganggu siklus produksi pangan.
  5. Infrastruktur pertanian yang belum memadai. Irigasi, gudang penyimpanan, distribusi, dan pascapanen masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Tentu, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi. Namun satu hal pasti: tanpa keseriusan kebijakan, keberanian reformasi agraria, modernisasi teknologi pertanian, perlindungan petani, dan konsistensi anggaran, ambisi swasembada hanya akan menjadi slogan lima tahunan.

Swasembada pangan adalah soal kedaulatan. Ia bukan sekadar statistik produksi, tetapi ukuran martabat sebuah bangsa. Maka, pekerjaan rumah besar ini menanti jawaban nyata—bukan sekadar janji di podium.

Semoga.

(Penulis: Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Meneguhkan Kepentingan di Pilkada Langsung

Next Post

KOBOI ALA AMERIKA

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post

KOBOI ALA AMERIKA

Sejumlah Guru Besar Tolak Hadir, Akademisi UGM Gagal Masuk Istana dalam Pertemuan Prabowo dengan Kampus

Sejumlah Guru Besar Tolak Hadir, Akademisi UGM Gagal Masuk Istana dalam Pertemuan Prabowo dengan Kampus

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...