• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Sejumlah Guru Besar Tolak Hadir, Akademisi UGM Gagal Masuk Istana dalam Pertemuan Prabowo dengan Kampus

fusilat by fusilat
January 17, 2026
in News, Tokoh/Figur
0
Sejumlah Guru Besar Tolak Hadir, Akademisi UGM Gagal Masuk Istana dalam Pertemuan Prabowo dengan Kampus
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews — Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ratusan akademikus di Istana Negara, Kamis, 15 Januari 2026, menyisakan sejumlah kejanggalan. Beberapa guru besar memilih menolak hadir. Sebagian lainnya, termasuk dari Universitas Gadjah Mada (UGM), justru gagal masuk Istana meski mengantongi undangan resmi.

Seorang guru besar UGM yang namanya tercantum dalam daftar undangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengaku telah terbang ke Jakarta sehari sebelum acara. Namun sesampainya di lokasi, namanya tidak tercantum dalam daftar Sekretariat Negara. Ia pun tak diizinkan masuk ke Istana.

“Panitia malah menyarankan saya menggunakan nama kampus lain agar bisa masuk,” ujar profesor tersebut kepada Pers. Ia menolak tawaran itu dan memilih kembali ke hotel. Selain persoalan daftar tamu, perubahan jadwal acara secara mendadak dari pukul 13.00 menjadi 08.00–12.00 WIB juga disebut menambah kekacauan koordinasi.

Di sisi lain, sejumlah guru besar justru secara sadar menolak memenuhi undangan Presiden. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Masduki, menyatakan tidak hadir karena undangan dinilai mendadak dan tidak menjelaskan kerangka diskusi secara jelas. Ia menilai forum tersebut cenderung bersifat seremonial dan top down.

“Forum itu hanya formalitas. Peserta hanya mendengar paparan presiden, tanpa ruang kritik terbuka,” kata Masduki.

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, juga menyatakan tidak akan datang meski namanya tercantum dalam daftar undangan. Sementara Guru Besar Pulmonologi UI, Tjandra Yoga Aditama, mengaku berhalangan karena sedang berada di luar negeri.

Pertemuan itu sendiri dihadiri sekitar 1.200 akademikus yang terdiri dari rektor, dekan, dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyebut kegiatan ini sebagai forum komunikasi antara presiden dan kalangan perguruan tinggi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pertemuan digelar tertutup karena membahas hal-hal teknis. Presiden, kata Prasetyo, ingin menyampaikan pandangan mengenai kondisi negara, geopolitik, serta rencana besar pembangunan nasional, termasuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga dokter.

Namun forum tersebut berlangsung tanpa sesi diskusi resmi. Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto meminta maaf karena tidak tersedia waktu untuk dialog. Ia mengatakan Presiden sempat berdiskusi secara informal dengan beberapa guru besar di sela acara.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan, menyebut peserta dari berbagai daerah tidak diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi. “Paparan Presiden saja,” ujarnya.

Pertemuan yang diklaim sebagai forum komunikasi nasional itu pun meninggalkan catatan: sebagian akademikus tidak datang karena menolak konsep acaranya, sementara sebagian lain datang tetapi tak bisa masuk karena persoalan administrasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KOBOI ALA AMERIKA

Next Post

Ketua Umum DPP Harakah Bakomubin Tekankan Penguatan Dakwah, Tarbiyah, dan Ishlahul Ummah di Rakerwil DKI Jakarta

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN
Crime

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
Next Post
Ketua Umum DPP Harakah Bakomubin Tekankan Penguatan Dakwah, Tarbiyah, dan Ishlahul Ummah di Rakerwil DKI Jakarta

Ketua Umum DPP Harakah Bakomubin Tekankan Penguatan Dakwah, Tarbiyah, dan Ishlahul Ummah di Rakerwil DKI Jakarta

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

SWASEMBADA BERAS: PESTA STATISTIK, PUASA KESEJAHTERAAN PETANI GUREM?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist