• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SWASEMBADA BERAS: PESTA STATISTIK, PUASA KESEJAHTERAAN PETANI GUREM?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 17, 2026
in Economy, Feature
0
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Bila tidak ada aral melintang, pada 1 Januari 2026 Pemerintah akan mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Pengumuman semacam ini tentu layak disambut dengan acungan jempol, bahkan tepuk tangan meriah.

Bagi negeri ini, swasembada beras bukanlah kisah baru. Sekitar 42 tahun lalu Indonesia pernah mencapainya. Empat tahun lalu, narasi serupa juga dikumandangkan. Atas keberhasilan tersebut, Badan Pangan Dunia (FAO) pernah memberi penghargaan internasional kepada Pemerintah Indonesia.

Kini, proklamasi swasembada kembali akan digaungkan. Setidaknya ada tiga alasan utama yang menjadi landasannya. Pertama, produksi beras nasional tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton. Kedua, cadangan beras Pemerintah yang dikelola Bulog mencapai sekitar 3,7 juta ton, tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Ketiga, mulai 2025 Pemerintah berkomitmen menghentikan impor beras medium.

Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Januari hingga Juni 2025 mencapai 18,76 juta ton, sedangkan konsumsi hanya 15,43 juta ton. Artinya, terdapat surplus 3,33 juta ton, melonjak dibanding surplus tahun sebelumnya sebesar 1,46 juta ton.

Pada Januari hingga Agustus 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 24,97 juta ton, meningkat 14,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Kondisi pertanaman yang kondusif serta bertambahnya luas panen menjadi pendorong utama. FAO bahkan memproyeksikan produksi beras Indonesia musim tanam 2025 hingga 2026 mencapai 35,6 juta ton, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, Indonesia bukan hanya mencapai swasembada, tetapi juga berpotensi menjadi eksportir beras.

Dari sisi cadangan, stok Cadangan Beras Pemerintah telah menembus sekitar 3,7 juta ton. Beberapa faktor berkontribusi pada capaian ini. Produksi beras meningkat. Harga pembelian gabah petani dinaikkan menjadi Rp6.500 per kilogram. Pemerintah menyiapkan dana Rp16,6 triliun untuk memperkuat serapan gabah dan beras petani. Di sisi lain, diversifikasi pangan terus didorong melalui pengembangan jagung dan komoditas lainnya.

Tren impor pun menurun drastis. Pada 2024 Indonesia masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras. Namun pada 2025, produksi nasional mencatat surplus sekitar 4,7 juta ton sehingga impor tidak lagi diperlukan. Dampaknya terasa hingga pasar global, di mana harga beras dunia turun dari sekitar USD 650 per ton menjadi USD 340 per ton. FAO kembali memberi apresiasi atas keberhasilan ini, sebagaimana dilaporkan Menteri Pertanian kepada Presiden.

Semua data tersebut tampak indah di atas kertas. Namun pertanyaan kuncinya adalah, apakah kisah sukses swasembada ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani gurem?

Jawaban atas pertanyaan ini yang sesungguhnya kita butuhkan. Jangan sampai swasembada beras hanya menjadi pesta statistik, sementara petani gurem dan buruh tani tetap berada dalam lingkaran kemiskinan struktural.

Hasil Sensus Pertanian 2023 mencatat bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah petani gurem justru meningkat signifikan. Mereka adalah petani dengan kepemilikan lahan rata-rata hanya sekitar 0,25 hektar. Pembengkakan jumlah petani berlahan sempit ini tentu melahirkan persoalan serius, karena kenaikan produksi nasional tidak otomatis berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan mereka.

Inilah sebabnya mengapa kebijakan swasembada beras semestinya sejak awal dirancang seiring dengan strategi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya petani berlahan sempit. Tanpa itu, swasembada hanya akan menjadi slogan, sementara ketimpangan di desa-desa pertanian terus melebar.

Semoga catatan ini menjadi bahan perenungan bersama.

Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua Umum DPP Harakah Bakomubin Tekankan Penguatan Dakwah, Tarbiyah, dan Ishlahul Ummah di Rakerwil DKI Jakarta

Next Post

Deepfake Pornografi Mengintai Sekolah: Mahasiswa Hukum Undip Ditangkap, Pakar Sebut Ini Baru Puncak Gunung Es

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Deepfake Pornografi Mengintai Sekolah: Mahasiswa Hukum Undip Ditangkap, Pakar Sebut Ini Baru Puncak Gunung Es

Deepfake Pornografi Mengintai Sekolah: Mahasiswa Hukum Undip Ditangkap, Pakar Sebut Ini Baru Puncak Gunung Es

RESTORATIVE JUSTICE BUKAN MAIN-MAIN: Bantahan atas Pendapat Pakar yang Menyesatkan Publik Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...