Jakarta, Fusilatnews- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, momentum pengumuman calon presiden (capres) 2024 dari partainya akan diawali dengan pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi.
Tak hanya itu, pertemuan juga akan dihadiri ketua umum partai politik yang akan berkoalisi dengan PDI-P. Namun demikian, Hasto menegaskan bahwa momentum pertemuan itu akan dilakukan setelah berbagai persoalan bangsa dapat diatasi.
Pada keterangan lain Hasto juga mengatakan, deklarasi Capres dan Cawapres tersebut, akan dilakukan setelah persoalan-persoalan dalam negeri dapat diatasi; seperti persoalan eknomi yang sangat besar. Pengaruh tekanan dari luar negeri, akibat perang Rusia dan Ukraina. Ditambahkana juga, Indonesia akan menggelar perhelatan dunia, yaitu pertemuan G20 di Bali.
Tanpa mengungkapkan secara pasti, kapan pertemuan Ketum Megawati dan Jokowi, untuk menentukan Capres dan Cawapres, juga tidak memberi sinyal, partai mana yang akan berkoalisi dengan PDIP.
Seperti yang diberitakan fuslialtnes terdahulu bahwa KIB mulai meilirik Ganjar Pranowo yang dipasangkan dengan Ridwan Kamil, dinilai sebagai issue yang serius oleh Bima Arya.
Sementara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai tantangan Wali Kota Bogor Bima Arya kepada Gubernur Jawa Tengah G. Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar berpasangan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden karena memang keduanya sudah terbukti berpengalaman sebagai kepala daerah.
“Jadi gini, itu yang Bima Arya ngomong kan? Jadi apakah Pak Ganjar, apakah Kang Ridwan Kamil, itu orang-orang hebat yang sudah terbukti,” kata Zulhas usai menghadiri pra-Rakernas Gakoptindo Tahun 2022 di IICC Bogor, Minggu, 30 Oktober 2022.





















