Setiap tindakan permusuhan terhadap Yaman akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan dan kerugian yang besar, kata Ali al Qahoum, anggota politbiro Ansarullah kelompok Houthi, kepada Al Mayadeen TV Lebanon.
Sanaa – TRT World – Fusilatnews – Yaman siap dengan semua opsi pertahanan untuk menanggapi setiap tindakan permusuhan Amerika, Israel, atau Barat, katanya.
Perang Israel saat ini di Gaza yang terkepung, kini memasuki hari ke-71. Menyebabkan sedikitnya 18.800 warga Palestina tewas dan melukai lebih dari 51.000 lainnya, sementara ribuan orang dikhawatirkan tewas di bawah puing-puing bangunan yang dibom.
Setiap tindakan permusuhan terhadap Yaman akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan dan kerugian yang besar, kata Ali al Qahoum, anggota politbiro Ansarullah kelompok Houthi, kepada Al Mayadeen TV Lebanon.
“Houthi tidak akan meninggalkan perjuangan Palestina, terlepas dari ancaman AS, Israel, atau Barat,” seraya menambahkan bahwa operasi melawan Israel akan terus berlanjut.
Yaman siap dengan semua opsi pertahanan untuk menanggapi setiap tindakan permusuhan Amerika, Israel, atau Barat, katanya.
Jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di Gaza telah mencapai 18.800 orang, kata pemerintah setempat.
Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza, 51.000 warga Palestina telah terluka oleh tentara Israel di daerah kantong yang terkepung tersebut sejak 7 Oktober.
Pernyataan itu juga mengatakan 8.000 anak-anak dan 6.200 wanita termasuk di antara mereka yang dibunuh oleh Israel.
Laporan tersebut mencatat bahwa tentara Israel telah menyebabkan “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan kehancuran besar di Gaza.


























