• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

HRS, Din Syamsudin dan Anis Baswedan – Dimanfaatkan Pasangan Cagub Sekuler

Pilkada Jakarta: Potret Politik Umat Islam yang Tercermin dalam Pilihan Dukungan

Ali Syarief by Ali Syarief
November 23, 2024
in Feature, Politik
0
HRS, Din Syamsudin dan Anis Baswedan – Dimanfaatkan Pasangan Cagub Sekuler
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dinamika politik Indonesia, khususnya dalam kontestasi Pilkada Jakarta, isu dukungan tokoh-tokoh umat Islam selalu menarik untuk diperbincangkan. Salah satu skenario yang hampir tak masuk akal, namun menjadi bahan spekulasi, adalah pernyataan sikap Habib Rizieq Shihab dan Din Syamsuddin mendukung pasangan Ridwan Kamil-Siswono, yang secara jelas terafiliasi dengan aliansi politik Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Di sisi lain, pasangan Anies Baswedan yang didukung oleh koalisi PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri justru menggandeng Pramono Anung dan Rano Karno sebagai calon. Ironi ini menyoroti dinamika politik umat Islam di Indonesia yang kerap kali menunjukkan fragmentasi dibandingkan solidaritas.

Tokoh Umat Islam dan Dukungan Politik yang Kontradiktif

Habib Rizieq dan Din Syamsuddin adalah figur-figur yang sering disebut sebagai ikon perjuangan umat Islam di Indonesia. Habib Rizieq, dengan kiprahnya sebagai pemimpin Front Pembela Islam (FPI), kerap tampil sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang dianggap sebagai kebijakan sekuler atau tidak Islami. Sementara itu, Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, dikenal sebagai intelektual yang vokal dalam membela kepentingan umat Islam di ranah nasional maupun internasional.

Namun, bayangkan jika dua tokoh ini memberikan dukungan kepada pasangan Ridwan Kamil-Siswono yang dianggap lebih dekat dengan kelompok sekuler. Kontradiksi ini mencerminkan realitas politik umat Islam yang sering kali tidak berjalan linier dengan prinsip-prinsip ukhuwah atau persatuan. Politik pragmatis yang membentuk koalisi dan aliansi berdasarkan kalkulasi kepentingan jangka pendek tampaknya menjadi pendorong utama, bukan idealisme atau semangat keumatan.

Fragmentasi Umat Islam: Cermin Ketidakbersatuan

Dukungan umat Islam terhadap figur-figur sekuler seperti Ridwan Kamil atau pasangan PDIP Anies Baswedan-Pramono Anung menegaskan fragmentasi politik yang kerap melanda kelompok ini. Padahal, umat Islam memiliki potensi besar untuk bersatu dan mengusung calon pemimpin yang benar-benar merepresentasikan nilai-nilai keislaman. Namun, perpecahan yang terjadi menunjukkan lemahnya koordinasi dan kurangnya strategi bersama.

Tidak adanya ukhuwah yang solid menjadi cermin kelemahan umat Islam dalam kancah politik nasional. Tokoh-tokoh umat sering kali berjalan sendiri-sendiri, mengikuti arus pragmatisme yang justru memanfaatkan mereka sebagai “alat politik” oleh kelompok sekuler. Alih-alih menjadi pemain utama, mereka justru menjadi penonton yang bertepuk tangan untuk kemenangan pihak lain.

Dimanfaatkan oleh Kelompok Sekuler

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana kelompok sekuler berhasil memanfaatkan tokoh-tokoh umat Islam untuk mendulang legitimasi dan dukungan suara. Dengan membawa figur-figur seperti Habib Rizieq, Din Syamsuddin, atau bahkan Anies Baswedan ke dalam orbit politik mereka, kelompok ini menciptakan ilusi dukungan keumatan yang sebenarnya hanya berfungsi sebagai alat untuk meraih kemenangan.

Padahal, tokoh-tokoh sekuler ini jarang menunjukkan komitmen nyata terhadap agenda Islam dalam kebijakan publik. Sebaliknya, setelah kemenangan diraih, umat Islam sering kali diabaikan atau bahkan menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka. Inilah potret suram dari politik umat Islam di Indonesia, di mana solidaritas hanya menjadi wacana dan ukhuwah Islamiyah sekadar slogan.

Menuju Politik yang Berdaya dan Bermartabat

Melihat situasi ini, sudah saatnya umat Islam melakukan refleksi mendalam. Alih-alih terus terjebak dalam fragmentasi dan pragmatisme, diperlukan upaya serius untuk membangun konsolidasi politik yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Ukhuwah Islamiyah harus diwujudkan dalam bentuk dukungan yang nyata terhadap calon-calon pemimpin yang memiliki komitmen terhadap kepentingan umat.

Tidak hanya itu, tokoh-tokoh umat Islam perlu memiliki keberanian untuk mengatakan “tidak” kepada aliansi-aliansi pragmatis yang hanya menjadikan mereka sebagai alat politik. Dengan demikian, umat Islam dapat menjadi kekuatan politik yang berdaya dan bermartabat, bukan sekadar pengikut dari agenda-agenda sekuler yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

Kesimpulan

Pilkada Jakarta menjadi cermin dari kondisi politik umat Islam di Indonesia. Ketidaksatuan dan pragmatisme yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh umat memperlihatkan lemahnya ukhuwah yang seharusnya menjadi landasan perjuangan bersama. Jika tidak segera dilakukan perbaikan, umat Islam hanya akan terus dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok sekuler untuk kepentingan mereka sendiri. Oleh karena itu, membangun kesadaran kolektif dan strategi politik yang solid menjadi langkah mendesak untuk mengubah potret suram ini menjadi kebangkitan politik umat Islam yang sejati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RK Klaim Pernah Digugat Rp 9 Triliun Akibat Bubarkan Kelompok Radikal, Respons Politik Mencuat

Next Post

Pemerintah Bertekad Akan Pidanakan Siapapun Terlibat Judi Online

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial
Feature

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026
Feature

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Next Post
Pemerintah Bertekad Akan Pidanakan Siapapun Terlibat Judi Online

Pemerintah Bertekad Akan Pidanakan Siapapun Terlibat Judi Online

Berantas Judi Onlime Kemkomdigi Gandeng Google dan Meta

Server Judi Online Beromzet 350 juta Per hari di Batam di Gerebek Polisi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist