FusilatNews- Hubungan Nasdem dan Jokowi tidak harmonis terlihat dari tidak ada video ucapan ulang tahun dari Jokowi yang diputar. Ha tersebut mendapat respon dari Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, Ia menilai hal itu menjadi sinyal hubungan Jokowi dan NasDem sedang berada di titik terendah serta memberi tiga efek.
“Secara institusional kemungkinan menteri-menteri Nasdem untuk di reshuffle mengemuka,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip tempo.co Sabtu, 12 November 2022.
Dampak kedua, kata Agung, adalah meningkatnya kemungkinan poros perubahan Nasdem dengan PKS dan Partai Demokrat menjadi Koalisi Indonesia untuk Perubahan (KPI) semakin kokoh.
Untuk itu, kata Agung, tugas selanjutnya adalah mencari seseorang yang bisa meningkatkan perolehan suara dan mampu memimpin agar koalisi tidak layu sebelum berkembang. Namun jika ada kelompok lobi untuk membubarkan koalisi, kata dia, pasangan capres bisa saja berasal dari dua kubu.
Selain itu adalah Kolaisi Indonesia Baru yang dibentuk oleh Golkar, PAN dan PPP, serta Aliansi Indonesia Raya dari Gerindra dan PKB. Belum ada yang mengumumkan calon presiden mereka. Efek ketiga, kata Agung, masyarakat harus siap memasuki tahun politik dengan skema dua poros koalisi atau lebih.
Sebelumnya Sinyal dukungan Jokowi untuk Prabowo ini sebelumnya muncul saat keduanya menghadiri HUT ke-8 Partai Perindo pada Senin, 7 November 2022. Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung soal kemenangannya di Pilpres 2014 dan 2019. “Dua kali di Pemilu Presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo,” ujar Jokowi diikuti senyum.
Para kader Perindo yang hadir di acara tersebut tampak tertawa dan bertepuk tangan. Mereka tampak lebih heboh ketika Prabowo berdiri dan memberi hormat.
Prabowo merupakan rival Jokowi dalam Pilpres 2014. Saat itu ia berpasangan dengan Hatta Rajasa dan dikalahkan oleh Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. Lalu pada Pilpres 2019, Prabowo kembali maju dan berpasangan dengan Sandiaga Uno, namun kembali dikalahkan Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin.
“Mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” kata Jokowi diikuti tepuk tangan.
























