• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hukum Sebagai Panglima: Benarkah Kekuasaan Tetap di Tangan Presiden?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 28, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Dalam sejarah monarki, hukum tidak berdiri di podium tertinggi. Ia justru lahir dari podium kekuasaan—diucapkan sebagai titah raja, dipatuhi sebagai doktrin kepatuhan, dan dijaga demi kelanggengan tahta. Di permukaan, terlihat seperti sistem yang menjaga keteraturan. Namun di kedalaman, hukum menjadi instrumen tunggal, bukan kompas keadilan.

Naluri dasar manusia—ego, tamak, syahwat berkuasa—adalah akar pertama mengapa monarki tumbuh subur. Ketika satu raja menjadi lebih kuat melalui invasi militeristik atau diplomasi penundukan, monarki berevolusi menjadi kekaisaran: raja di atas raja. Para raja kecil yang tak sanggup menandingi kekuatan tunduk untuk menghindari kebinasaan negeri dan rakyatnya. Konsekuensinya? Upeti. Sebuah pajak kekuasaan yang ditarik bukan dari tanah sang kaisar, melainkan dari peluh tanah kerajaan bawahan.

Maka, raja-raja di bawah kekaisaran menjadi otoritarian kepada rakyatnya sendiri. Bukan karena konstitusi, melainkan karena kebutuhan bertahan. Para pembantu istana, pejabat pemungut pajak, bahkan serdadu lokal berubah menjadi tangan-tangan kasar penarik setoran demi upeti. Pajak tak lagi sekadar sumbangan negara, melainkan beban berlapis: untuk istana sekaligus untuk sang kaisar.

Catatan sejarah imperial Romawi (27 SM – abad 14–15) meninggalkan bab-bab kelam: perampasan harta petani, kekejaman kepada rakyat yang menunggak, pengusiran warga dari tanahnya, hingga lahirnya gelombang nomaden paksa—rakyat yang tercerabut bukan karena perang, tapi karena pajak. Gejolak tak dapat dihindari. Tidak hanya berupa pemberontakan rakyat, tetapi juga perlawanan intelektual. Filsuf-filsuf Yunani klasik—Socrates, Plato, Aristoteles—berdiri melawan kaum sofis yang mengagungkan kemenangan retorika di atas kebenaran. Mereka menagih keadilan sebagai hakekat, bukan sebagai ornamen kekuasaan.

Berabad-abad kemudian, tradisi gugatan itu bertransformasi di era Pencerahan (abad 17–18 M) lewat Immanuel Kant dan Hegel: negara harus berpijak pada sendi keadilan universal, bukan kemutlakan penguasa. Demokrasi perlahan menjadi kultur global, mengusung kebebasan politik, ekonomi, dan HAM sebagai penanda zaman baru—sekularisme, liberalisme, konstitusionalisme, parlementerisme. Tetapi, demokrasi tidak sepenuhnya menghapus monarki. Ia hanya membatasi. Memberi demarkasi, memberi pagar, memberi konstitusi.

Hari ini, monarki masih hidup dalam dua wajah: absolut seperti Saudi dan Brunei, atau konstitusional seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Jepang—di mana raja tetap simbol turunan darah kekuasaan, tetapi tidak lagi pemegang kendali penuh negara.

Lalu kita tiba pada pertanyaan penting: Bagaimana dengan Indonesia?

Kita bukan monarki, kata teks konstitusi. Kita menempatkan hukum sebagai panglima, kata pidato kenegaraan. Kita mendaulat rakyat, kata pembukaan UUD 1945. Namun dalam praktik, spektrum kewenangan Presiden di sistem ketatanegaraan Indonesia begitu luas dan dominan, sehingga menimbulkan pertanyaan akademis yang sah untuk diajukan:

“Jika hukum adalah panglima, mengapa eksekusi kuasa negara masih sangat presiden-sentris—seolah-olah hukum berjalan saat diperintah, bukan saat dibutuhkan rakyat?”

Inilah yang saya ajukan sebagai analogi konseptual, bukan tuduhan serampangan: dalam politik Indonesia, Presiden kerap menempati posisi raja eksekutif—pemegang keputusan akhir dalam orbit kekuasaan, bukan figur pelayan daulat rakyat sepenuhnya. Hukum, yang diagungkan dalam retorika, dapat menyusut fungsinya menjadi legitimasi tindakan penguasa, bukan pengarah tindakan penguasa.

Perdebatan ini bukan baru. Di abad 4 SM, Socrates, Plato, dan Aristoteles juga menentang para sofis Athena yang mengagungkan “bicara untuk menang” ketimbang “bicara untuk benar.” Kini, perlawanan terhadap dominasi retorika kosong di atas substansi kebenaran kembali relevan—bahkan mendesak. Sebab negara hukum yang sehat bukan hanya bertenaga di teks, tetapi bernyawa di praktik.

Pada akhirnya, sejarah memang berputar. Bukan stagnan, bukan juga selesai—sekadar rotasi panjang yang terasa lambat karena diselingi kelahiran dan kematian peradaban. Indonesia pun sedang menempuh putaran itu. Dengan rasa yang campur-campur—nano-nano—kadang pahit, kadang asam, kadang manis. Tetapi satu hal pasti:

Bangsa yang dewasa bukan bangsa yang memuja raja, melainkan bangsa yang memaksa hukum berdiri di atas semua kuasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bola Panas Muktamar PII: Regenerasi Jangan Disandera

Next Post

Avan Rhino Musofa: Yang Pertama Dipindahkan, Yang Pertama Gugur

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Next Post
Avan Rhino Musofa: Yang Pertama Dipindahkan, Yang Pertama Gugur

Avan Rhino Musofa: Yang Pertama Dipindahkan, Yang Pertama Gugur

“Sirene Bunyinya Selalu Belakangan”  Pendekatan Pemadaman Tanpa Sistem Peringatan

“Sirene Bunyinya Selalu Belakangan” Pendekatan Pemadaman Tanpa Sistem Peringatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...