• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

“Sirene Bunyinya Selalu Belakangan” Pendekatan Pemadaman Tanpa Sistem Peringatan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 29, 2025
in Birokrasi, Feature
0
“Sirene Bunyinya Selalu Belakangan”  Pendekatan Pemadaman Tanpa Sistem Peringatan
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Pemadam kebakaran, dalam definisi paling dasar, adalah petugas yang berjibaku memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi—berlari, menyemprot, menyelamatkan, mengevakuasi. Tugasnya heroik, vital, mulia. Namun dalam tata kelola negara, metafora “pemadam kebakaran” justru kerap dipakai untuk menggambarkan pola kepemimpinan yang baru sigap setelah bencana berkobar, bukan sebelum ia meledak.

Kritik itu kembali mengemuka saat bencana banjir bandang menerjang kawasan Tapanuli dan sekitarnya. Di ruang percakapan digital, publik menyorot lambatnya respons pemerintah, yang dinilai lebih reaktif ketimbang preventif—selalu memadamkan kasus, jarang mendeteksi potensi.

Padahal, inti mitigasi bencana bukan soal siapa paling cepat memadamkan, melainkan siapa paling siap mencegah dan memperingatkan.

Deteksi Dini yang Tersendat

Sistem peringatan dini (early warning system) adalah fondasi utama mitigasi bencana banjir. Ia memberi waktu pada masyarakat dan pemangku kebijakan untuk berbenah sebelum air meluap dan lereng berguguran. Namun, sejumlah hambatan membuat penerapannya di Tapanuli belum optimal, antara lain:

  1. Keterbatasan Infrastruktur
    Sistem deteksi dini membutuhkan perangkat teknis seperti sensor pemantau debit sungai, jaringan komunikasi yang stabil, serta pusat analisis data yang real time. Banyak simpul teknologi ini belum terbangun atau belum terkoneksi secara terpadu.

  2. Keterbatasan Sumber Daya
    Penganggaran dan ketersediaan tenaga ahli di lapangan masih minim untuk pengembangan, pengoperasian, serta perawatan berkelanjutan dari sistem tersebut.

  3. Kompleksitas Topografi Wilayah
    Kawasan Tapanuli memiliki bentang alam yang menantang—sungai, lembah, perbukitan, dan celah geografis yang membuat pemantauan dan pemodelan prediksi banjir lebih sulit dibanding wilayah bertopografi datar.

  4. Minimnya Data Historis Terpadu
    Model prediksi bencana yang akurat mensyaratkan data riwayat kejadian banjir jangka panjang. Di Tapanuli, basis data longitudinal semacam ini masih terbatas dan terfragmentasi.

  5. Rendahnya Partisipasi Pelaporan
    Walau bukan faktor utama, keterlibatan aktif warga dalam melaporkan gejala di lingkungan, serta literasi evakuasi, masih perlu ditingkatkan.

Kerja Sama Tanpa Orkestra

Idealnya, mitigasi bencana adalah konser kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial, dan pihak akademik. Namun, kerja sama itu sering gagal dimainkan serentak lantaran:

  1. Komunikasi yang Tidak Efektif
    Minimnya komunikasi lintas pihak memicu kesalahpahaman, keterlambatan distribusi informasi, dan koordinasi yang timpang.

  2. Terkikisnya Kepercayaan Publik
    Ketidakpercayaan yang menguat membuat sinergi sulit dibangun karena masing-masing pihak bergerak dalam logika dan ritme sendiri.

  3. Irisan Kepentingan yang Tidak Sama
    Perbedaan prioritas antarlembaga kerap mengalahkan urgensi keselamatan kolektif.

  4. Keterbatasan Anggaran dan SDM
    Tidak jarang kolaborasi berhenti di meja rapat, tidak berlanjut ke eksekusi lantaran sumber daya yang memang kurang atau salah sasaran.

  5. Minimnya Kesadaran Mitigasi di Akar Rumput
    Mitigasi belum menjadi budaya, melainkan jargon, sehingga partisipasi sering simbolik, bukan praktikal.

Respons Darurat yang Bercakrawala Pendek

Pemerintah memang menanggapi bencana Tapanuli dengan mendirikan posko pengungsian dan mengirim bantuan logistik. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa jalur darat sempat tertutup banjir dan longsor, sehingga distribusi bantuan dioptimalkan melalui udara. Posko darurat juga didirikan di sejumlah titik penting seperti gedung olahraga, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

Data sementara mencatat 1.902 keluarga terdampak, dengan 1.261 keluarga di antaranya berasal dari Kecamatan Kolang, menjadikannya wilayah dengan dampak paling berat.

Namun penjelasan ini, betapa pun valid dan faktual, tidak menyingkirkan satu pertanyaan besar: mengapa selalu udara yang jadi opsi utama, bukan antisipasi? Mengapa akses baru dibangun ketika darat sudah lumpuh?

Di sinilah kritik “pemadam kebakaran” menemukan argumennya. Negara sering menjadi jagoan penyemprot, bukan ahli pembaca arah angin.

Menutup Api, Membuka Kesadaran

Banjir Tapanuli menyisakan duka, kerusakan, dan pelajaran berulang. Harapannya ke depan bukan sekadar “lebih cepat mengirim bantuan”, melainkan “lebih awal membaca potensi ancaman”.

Mitigasi bukan perkara meniadakan risiko—melainkan mengelola kemungkinan terburuk dengan sistem yang kuat, komunikasi yang bersambung, dan kepercayaan yang tumbuh dari bawah ke atas.

Sudah waktunya negara menggeser pola:
tidak hanya menyiapkan selang, tetapi juga alarm.
tidak hanya menunggu sirene, tetapi juga memasang sirene.

Karena kebakaran paling mahal bukan yang membakar gedung…
tapi yang membakar kepercayaan—berulang, dan selalu terlambat dipadamkan.


Entang Sastraatmadja
Penulis | Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Avan Rhino Musofa: Yang Pertama Dipindahkan, Yang Pertama Gugur

Next Post

Bau Bangkai Mark Up Menusuk Istana, Prabowo Pasang Alarm

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Bau Bangkai Mark Up Menusuk Istana, Prabowo Pasang Alarm

Bau Bangkai Mark Up Menusuk Istana, Prabowo Pasang Alarm

Ketika Musibah Bersuara Jelas—Pelakunya Bukan Hujan, Melainkan Tangan Manusia

Ketika Musibah Bersuara Jelas—Pelakunya Bukan Hujan, Melainkan Tangan Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...