• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

HURU-HARA GLOBAL: GEN Z ASIA MELAWAN KORUPSI, BARAT TERJEBAK NARASI SUPREMASI KULIT PUTIH

fusilat by fusilat
September 24, 2025
in Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Di tengah dunia yang kian panas—baik secara politik maupun literal—gelombang demonstrasi mengguncang berbagai belahan bumi pada September 2025. Dari Kathmandu hingga Jakarta, dari Paris hingga London, rakyat turun ke jalan dengan kemarahan yang berbeda-beda. Namun, ada garis tegas yang memisahkan: di Asia, Gen Z memimpin revolusi anti-korupsi dengan semangat reformasi; di Barat, Inggris, Australia, dan Belanda justru terperosok dalam huru-hara yang berbau nasionalisme culas, bahkan supremasi kulit putih. Dan di tengah kegaduhan ini, sosok Elon Musk muncul—tapi hanya di panggung yang sesuai dengan narasi pribadinya. Apa artinya ini? Bukti dunia makin terbelah, atau sekadar permainan oportunis?

Asia: Gen Z, Bendera One Piece, dan Perlawanan Tanpa Rasisme

Di Nepal, jalanan Kathmandu berubah jadi medan perang ketika Gen Z, yang muak dengan korupsi elit (#NepoBabies) dan larangan media sosial, membakar gedung parlemen. Hasilnya? 22 nyawa melayang, tapi Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dipaksa mundur pada 9 September, membuka jalan bagi pemerintahan sementara. Inflasi 5% dan pengangguran pemuda 20% jadi bahan bakar, tapi simbolnya unik: bendera One Piece, ikon pemberontakan fiksi, dikibarkan sebagai lambang perlawanan. Ini bukan soal ras, tapi soal keadilan.

Di Indonesia, ceritanya serupa. Tunjangan mewah pejabat (Rp50 juta/bulan) kontras dengan upah minimum yang menyedihkan, ditambah video viral sopir ojek tewas di tangan polisi, memicu amuk massa. Gen Z, lagi-lagi, memimpin dengan bendera One Piece, menuntut reformasi. Presiden terpaksa ganti menteri ekonomi dan keamanan setelah demo nasional mengguncang Jakarta dan kota-kota lain. Kekerasan? Ada, tapi inisiatifnya dari represi aparat, bukan demonstran.

Kedua negara ini bagian dari gelombang Asia: Bangladesh 2024, Sri Lanka 2022, kini Nepal dan Indonesia. Media sosial—TikTok, Discord—jadi senjata Gen Z untuk mengorganisir dan menggulingkan elit korup. Ini perjuangan murni: anti-korupsi, pro-demokrasi, tanpa aroma rasisme.

Barat: Huru-Hara Berbau Supremasi

Beralih ke Inggris, Australia, dan Belanda, pemandangannya beda 180 derajat. Di London, rally “Unite the Kingdom” (13 September) yang dipimpin Tommy Robinson—mantan bos English Defence League—menarik 110.000 hingga 150.000 orang. Narasinya? Anti-imigran, anti-Islam, dengan dalih “kebebasan bicara” dan kemarahan pada kasus grooming gangs. Polisi kewalahan, 26 luka, dan huru-hara meledak saat demonstran coba tembus garis keamanan. Di sini, Elon Musk muncul via video, berteriak “kekerasan datang, lawan atau mati” dan menuntut parlemen dibubarkan. Provokatif? Jelas. Bahaya? Tanya Starmer, yang menyebutnya ancaman demokrasi.

Australia dan Belanda tak jauh beda. Di Sydney dan Melbourne, demo anti-imigran sporadis membakar mobil dan memicu bentrokan. Pemerintah Australia label ini sebagai “ekstremisme domestik”, dengan narasi “Australia for Australians” yang jelas-jelas kode untuk supremasi kulit putih. Di Belanda, kebijakan Geert Wilders dan partai PVV memanaskan Amsterdam dan Rotterdam. Anti-imigran, anti-multikulturalisme, dan narasi “lindungi budaya Eropa” menggema, sering disamarkan sebagai isu perumahan atau ekonomi. Polisi turun dengan kuda dan gas air mata, tapi pesan kelompok seperti Pegida jelas: ini soal identitas, dan identitas itu sering berarti “kulit putih”.

Prancis: Pengecualian di Barat?

Prancis sedikit berbeda. Aksi “Bloquons Tout” (18 September) melibatkan ratusan ribu buruh dan warga yang mogok massal, memprotes pemotongan anggaran oleh PM Sébastien Lecornu. Museum ditutup, transportasi lumpuh, dan gas air mata beterbangan di Paris. Tapi ini lebih soal ekonomi—anti-austerity, pro-buruh—daripada identitas. Menariknya, bendera One Piece sempat muncul di Paris, tanda solidaritas dengan Gen Z Asia. Meski ada elemen anti-imigran di pinggiran, demo Prancis tak sepenuhnya terjebak dalam narasi rasisme seperti tetangganya.

Elon Musk: Oportunis atau Pendukung Supremasi?

Lalu, kenapa Musk nongol di Inggris tapi absen di Peru, Prancis, atau Filipina? Sederhana: narasi. Di Inggris, dia mendukung rally Robinson karena selaras dengan kritiknya di X soal imigrasi dan “woke elites”. Retorikanya—“lawan atau mati”—memicu tuduhan provokasi kekerasan dari Starmer hingga Lib Dem, yang bahkan usul sanksi Tesla. Tapi di Peru (demo anti-korupsi tambang), Filipina (protes proyek banjir $17 miliar), atau Prancis (mogok buruh), Musk diam seribu bahasa. Isu lokal anti-korupsi atau pro-buruh tak masuk radarnya. Dia pilih panggung yang mendongkrak brand-nya sebagai “pembela kebebasan” di Barat, bukan juara reformasi global.

Tanda Kebangkitan Supremasi Kulit Putih?

Apakah huru-hara di Inggris, Australia, dan Belanda sinyal kebangkitan supremasi kulit putih, seperti yang diklaim? Ada benarnya, tapi tak sesimpel itu. Narasi anti-imigran di ketiga negara memang dimanfaatkan kelompok far-right—Robinson di Inggris, PVV di Belanda, atau nasionalis kulit putih di Australia. Media seperti Guardian dan Al Jazeera menyoroti bagaimana isu imigrasi, grooming gangs, atau perumahan jadi kedok untuk sentimen rasis. Tapi, banyak demonstran bukan supremasis eksplisit—mereka warga biasa yang frustrasi dengan ekonomi atau kebijakan pemerintah. Bedanya, di Barat, kemarahan ini mudah dibajak oleh retorika xenofobia.

Bandingkan dengan Asia: Gen Z di Nepal dan Indonesia tak punya agenda rasis. Mereka lawan elit korup, bukan imigran. Ini menunjukkan dunia terbelah: Asia menuju reformasi progresif, Barat malah regresif, terjebak dalam politik identitas yang beracun. Musk, dengan kehadirannya di London, bukan cuma penonton—dia amplifikasi narasi yang bisa memicu kekerasan lebih lanjut.

Penutup: Dunia di Persimpangan

Demonstrasi 2025 bukan sekadar protes—ini cerminan dunia yang retak. Gen Z Asia, dengan bendera One Piece dan semangat anti-korupsi, menunjukkan harapan: perubahan nyata tanpa rasisme. Tapi di Inggris, Australia, dan Belanda, kemarahan rakyat dimanipulasi jadi bahan bakar supremasi kulit putih, sengaja atau tidak. Musk, dengan kekuatan X dan retorika provokatifnya, bukan solusi—dia bagian dari masalah. Pertanyaannya: apakah dunia akan belajar dari Gen Z Asia, atau tenggelam dalam huru-hara identitas Barat? Waktu yang akan menjawab—tapi waktu itu kian menipis.(MDA)

*Lereng Lawu, 22092025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

𝗚𝗜𝗕𝗥𝗔𝗡 𝗖𝗨𝗠𝗔 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗦𝗗❓

Next Post

Skandal Nikel Indonesia: Dugaan Korupsi dan Penipuan Menelan Kerugian Negara Hampir Rp 970 Triliun

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Skandal Nikel Indonesia: Dugaan Korupsi dan Penipuan Menelan Kerugian Negara Hampir Rp 970 Triliun

Skandal Nikel Indonesia: Dugaan Korupsi dan Penipuan Menelan Kerugian Negara Hampir Rp 970 Triliun

MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH

Bangkitkan Lumbung Padi Jawa Barat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...