• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bangkitkan Lumbung Padi Jawa Barat

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
September 25, 2025
in Economy, Feature
0
MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Belum lama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai berkurangnya luas panen di berbagai provinsi di Indonesia. Provinsi dengan penurunan paling signifikan adalah Jawa Barat, sekitar 73 ribu hektar, disusul Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Keempat provinsi ini selama ini menjadi penyumbang utama produksi padi nasional, namun kini justru mengalami penurunan luas panen.

Penurunan luas panen di provinsi-provinsi penghasil padi utama jelas berdampak pada target produksi nasional. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri faktor-faktor penyebabnya. Tulisan ini fokus pada Jawa Barat, provinsi produsen padi yang penurunan luas tanam dan panennya cukup signifikan.

Sejak puluhan tahun lalu, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Sekitar 17–18% produksi padi nasional berasal dari provinsi ini, terutama dari Indramayu, Karawang, dan Subang. Jawa Barat selalu bersaing ketat dengan Jawa Timur untuk memperebutkan posisi sebagai provinsi penghasil padi tertinggi di Indonesia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi padi Jawa Barat anjlok dan sempat tersalip oleh Jawa Tengah. Posisi Jawa Barat kini turun menjadi peringkat ketiga, di belakang Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi ini tentu memprihatinkan. Pertanyaan pentingnya adalah: mengapa Jawa Barat bisa tersalip Jawa Tengah?

Banyak pengamat pertanian mempertanyakan kondisi Jawa Barat. Jawaban yang logis harus berbasis data dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dengan potensi dan sumber daya yang ada, seharusnya Jawa Barat tidak berada di peringkat tiga, jika pengelolaan pertanian dijalankan dengan baik.

Salah satu faktor utama adalah keberpihakan politik pemerintah provinsi terhadap pertanian yang relatif lemah. Hal ini tercermin dari alokasi anggaran, baik APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/Kota, yang jarang mendukung kegiatan pertanian. Pemerintah daerah lebih mengandalkan APBN. Akibatnya, ketika terjadi refocusing anggaran, seperti saat pandemi COVID-19, banyak program pertanian tidak berjalan optimal.

Selain itu, lemahnya pengawasan dan pengelolaan lahan pertanian juga menjadi faktor krusial. Banyak kebijakan daerah mengizinkan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, pemukiman, atau infrastruktur, seperti Bandara Internasional Kertajati di Majalengka dan Pelabuhan Internasional Patimban di Subang. Padahal, lahan pertanian merupakan aset penting bagi keberlangsungan pangan generasi mendatang.

Regulasi sudah ada, termasuk UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, serta berbagai Perda dan Peraturan Gubernur. Anehnya, alih fungsi lahan justru semakin marak. Pencetakan sawah baru pun sering tidak berhasil karena perencanaan yang kurang matang, fokus pada pencapaian target semata, bukan keberlanjutan.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah regenerasi petani padi. Kaum muda perdesaan semakin enggan menjadi petani, memilih eksodus ke kota demi masa depan yang lebih menjanjikan. Orang tua pun banyak yang mendorong anak-anaknya menjauhi profesi petani, lebih memilih pendidikan tinggi agar peluang menjadi ASN atau pegawai swasta bergengsi terbuka lebar.

Inilah tantangan nyata pertanian padi Jawa Barat yang membutuhkan penanganan serius. Jika semua masalah ini ditangani dengan tepat dan cepat, Jawa Barat berpotensi kembali menjadi lumbung padi nasional. Namun, jika dibiarkan, provinsi ini berisiko terus mengalami penurunan.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Skandal Nikel Indonesia: Dugaan Korupsi dan Penipuan Menelan Kerugian Negara Hampir Rp 970 Triliun

Next Post

Gibran Tone Deaf: Quo Vadis Nasib Anak Bangsa dan RI?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Misteri Ketidakhadiran Gibran di Pelantikan Legislatif: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Gibran Tone Deaf: Quo Vadis Nasib Anak Bangsa dan RI?

Lampu Merah Alih Fungsi Lahan: Antara Regulasi, Ketahanan Pangan, dan Realitas Lapangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...