• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Hutan Tropis Indonesia Milik Dunia – “You have the power! Why don’t you stop it?”

Ali Syarief by Ali Syarief
December 4, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Hutan Tropis Indonesia Milik Dunia – “You have the power! Why don’t you stop it?”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada satu adegan yang hingga kini masih berputar di ingatan banyak orang: aktor Hollywood Harrison Ford, wajahnya merah menahan amarah, menunjuk-nunjuk Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam sebuah wawancara pada 2013. Ford—yang saat itu sedang membuat dokumenter lingkungan—tak mampu menyembunyikan kemuakannya terhadap laju perusakan hutan di Indonesia.

“You have the power! Why don’t you stop it?”
Suara Ford bergetar, matanya nyaris berair.

Zulkifli Hasan terlihat kikuk, defensif. Ia berupaya menjelaskan prosedur, izin konsesi, dan kompleksitas birokrasi. Tetapi dunia sudah terlanjur melihat satu hal: kemarahan seorang warga dunia terhadap bagaimana Indonesia memperlakukan hutan tropisnya.

Adegan itu bukan hanya pertengkaran dua orang dewasa. Ia adalah simbol global: hutan Indonesia bukan hanya milik bangsa ini—tetapi milik bumi.

Dan hari ini, setelah banjir Sumatra menghancurkan permukiman dan menewaskan ratusan, adegan itu terasa seperti nubuatan yang menjadi kenyataan.


Dunia Masih Marah, Indonesia Masih Berkelit

Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Desember 2025 menyisakan satu bukti yang tak bisa dibantah: gelondongan kayu yang berserakan seperti jasad-jasad pohon yang ditumbangkan secara brutal.

Setiap batang kayu itu seolah berteriak,
“Ini bukan sekadar bencana alam—ini akibat ulah manusia.”

Dunia tahu itu. Para peneliti tahu itu. Para diplomat tahu itu. Harrison Ford, yang bukan ilmuwan, pun tahu itu hanya dengan menatap hutan yang hilang dari atas helikopter.

Karena itu, ketika bencana datang, dunia kembali mengarahkan sorot mata ke Indonesia. Tidak lagi sebagai penonton yang pasif, tetapi sebagai pemegang saham ekologis planet ini.

Sebab apa pun alasan politik dalam negeri, apa pun pertimbangan ekonomi jangka pendek, jika hutan Indonesia runtuh, efeknya menjalar ke seluruh bumi.


Hutan Tropis Indonesia: Nafas yang Tidak Mengenal Paspor

Indonesia bukan sekadar punya hutan tropis. Indonesia menjaga—atau seharusnya menjaga—salah satu paru-paru bumi. Amazon dan Congo selalu mendapat sorotan global, tetapi Sumatra dan Kalimantan memegang peran yang sama pentingnya:

  • Menyerap karbon dunia.
  • Mengatur iklim Asia Pasifik.
  • Menjaga ribuan spesies endemik.
  • Menahan laju pemanasan global.

Ketika tutupan hutan ini hilang, dunia tidak punya penggantinya.

Itulah mengapa Harrison Ford dulu marah. Marah karena ia melihat negara dengan tanggung jawab ekologis raksasa malah terjebak pada birokrasi, politik izin, dan kompromi ekonomi. Marah karena ia tahu yang hilang tidak akan pernah tumbuh kembali dalam usia manusia.

Ford tidak sedang memarahi Zulkifli Hasan sebagai pejabat Indonesia. Ia memarahi Indonesia sebagai penjaga warisan dunia.


Banjir Sumatra: Ketika Alam Menagih Janji

Bencana 2025 bukan kejutan. Ini bukan tragedi yang datang tiba-tiba seperti meteor. Ini adalah hasil rangkaian keputusan yang diambil selama puluhan tahun:

  • Izin konsesi yang diberikan tanpa kontrol ketat.
  • Pembalakan liar yang dibiarkan berakar.
  • Pengawasan hutan yang longgar—atau pura-pura ketat.
  • Alih fungsi lahan yang melampaui akal sehat ekologis.

Akumulasi semua itu akhirnya muncul ke permukaan dalam bentuk air bah. Sungai-sungai meluap, bukit-bukit longsor, dan warga kehilangan rumah.

Dan dunia kembali bertanya,
“Sampai kapan Indonesia membiarkan paru-paru bumi dirusak?”

Pertanyaan yang sama yang dilontarkan Harrison Ford—hanya kini diajukan oleh seluruh planet.


Ekonomi yang Merusak Masa Depan

Indonesia kerap berlindung di balik kebutuhan pembangunan. Sawit, tambang, dan ekspansi prasarana disebut sebagai tulang punggung ekonomi. Tetapi ekonomi yang mengorbankan hutan tropis bukanlah pembangunan—itu adalah penjualan aset masa depan.

Uni Eropa sudah menerapkan kebijakan anti-deforestasi. Dunia terus memperketat standar lingkungan. Investor mulai kabur dari sektor yang merusak hutan.

Artinya, merusak hutan tropis Indonesia bukan hanya dosa ekologis.
Ini juga bunuh diri ekonomi.


Indonesia di Persimpangan Sejarah

Setelah banjir reda, setelah logistik disalurkan, Indonesia kembali berhadapan dengan pilihan yang sama: melanjutkan pola lama, atau mengambil jalan baru.

Dunia sedang menunggu tiga langkah penting:

  1. Menindak tegas pembalak liar dan aktor finansial di belakangnya.
    Bukan pencitraan, tetapi penegakan hukum yang mengancam pelaku sesungguhnya.
  2. Menghentikan izin yang merambah kawasan lindung dan hutan primer.
    Audit menyeluruh adalah keharusan, bukan opsi.
  3. Memberi ruang bagi masyarakat adat yang terbukti menjadi penjaga hutan paling efektif.

Jika tiga hal ini tidak dilakukan, maka setiap komitmen iklim Indonesia hanya akan terdengar seperti pidato diplomatik—nyaring di forum internasional, tetapi kosong di lapangan.


Penutup: Amarah Dunia adalah Perhatian yang Terluka

Adegan Harrison Ford menegur Zulkifli Hasan bukan sekadar potongan dokumenter. Itu adalah simbol kemarahan dunia terhadap negara yang belum menyadari bahwa ia menjaga aset paling berharga bagi peradaban.

Hutan tropis Indonesia memang berada di wilayah Republik Indonesia.
Tetapi dampaknya melintas negara, menembus batas, dan menyentuh seluruh benua.

Indonesia bisa memilih dua jalan:

  • Menjadi pahlawan ekologis dunia, atau
  • Menjadi sumber bencana iklim global.

Dan jika pilihan itu tidak dibuat hari ini, banjir Sumatra hanya akan menjadi bab pertama dari tragedi yang lebih besar.

Karena pada akhirnya,
hutan tropis Indonesia mungkin berada di tanah kita—tetapi nafasnya menghidupi dunia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasca Penanganan Banjir Sumatra, Diskursus Deforestasi Menggema ke Seluruh Dunia

Next Post

Swasembada Pangan: Janji, Jalan Terjal, dan Keharusan untuk Berbenah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Swasembada Pangan: Jalan Kedaulatan yang Kian Terjal

Swasembada Pangan: Janji, Jalan Terjal, dan Keharusan untuk Berbenah

Pertanyaan Dunia: Mengapa Prabowo Tidak Mau Memutuskan Bencana Nasional?

Pertanyaan Dunia: Mengapa Prabowo Tidak Mau Memutuskan Bencana Nasional?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist