• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ibu Kota Politik Baru, Dinasti Lama: Membaca Proyek IKN dalam Konteks Kekuasaan Jokowi

IKN sebagai Ibu Kota Politik: Antara Rekayasa Ruang dan Konsolidasi Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
September 19, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Presiden Jokowi Pernah Sebut Investor Asing Antri Daftar Inves di IKN, Nyatanya Tak Ada Investor Asing di IKN
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Penandatanganan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto menegaskan reposisi Ibu Kota Nusantara (IKN). Tidak lagi dibatasi sebagai “ibu kota administratif”, IKN diarahkan menjadi ibu kota politik yang menaungi tiga cabang kekuasaan negara: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Di atas kertas, rencana ini akan diwujudkan dengan pembangunan gedung parlemen, Mahkamah Agung, serta lembaga yudikatif lain. Simbol puncaknya ialah penyelenggaraan sidang paripurna DPR/MPR di IKN pada Agustus 2028 dan pelantikan Presiden/Wakil Presiden hasil Pemilu 2029 di IKN.

Ruang Politik dan Rekayasa Kekuasaan

Secara teoritis, ibu kota bukan hanya entitas geografis, melainkan juga ruang politik. Jakarta berhasil mengkonsolidasikan dirinya bukan hanya karena status administratif, melainkan karena berkelindan dengan fungsi ekonomi, media, jaringan internasional, hingga arena kontestasi sipil. Pemindahan ke IKN berarti upaya negara melakukan rekayasa ruang: menciptakan lanskap politik baru yang diharapkan mampu menyaingi dominasi Jakarta.

Namun, rekayasa ruang politik tidak semata ditentukan oleh regulasi atau infrastruktur. Menurut teori political settlement, pusat kekuasaan baru hanya efektif bila ada konsensus politik yang stabil di antara elit. Tanpa konsensus, IKN berisiko menjadi kota administratif tanpa roh politik, sementara Jakarta tetap berfungsi sebagai Ibu Kota Politik de facto.

Simbolisme 2028–2029

Target penyelenggaraan sidang DPR/MPR tahun 2028 dan pelantikan Presiden 2029 di IKN mengandung makna simbolik yang kuat: menegaskan legitimasi politik nasional berpindah ke Kalimantan Timur. Tetapi simbolisme ini tidak netral. Ia bisa dibaca sebagai proyek konsolidasi kekuasaan, terutama bila dikaitkan dengan wacana dinasti politik.

Sinyalemen penting muncul di sini: jika pada 2029 yang dilantik di IKN adalah Gibran Rakabuming Raka, maka pemindahan ibu kota politik akan menandai lebih dari sekadar pergeseran ruang, tetapi juga pergeseran narasi legitimasi. IKN menjadi panggung monumental bagi pelantikan generasi kedua keluarga Jokowi. Dengan demikian, proyek IKN bisa terbaca bukan hanya sebagai nation-building project, melainkan juga sebagai dynasty-building project.

Politik, Akses, dan Risiko Demokrasi

Dari perspektif demokrasi, ada pertanyaan kritis: apakah rakyat akan tetap memiliki akses terhadap pusat kekuasaan di IKN? Kedudukan parlemen, presiden, dan lembaga yudikatif di Kalimantan Timur secara geografis memutus keterhubungan dengan masyarakat sipil yang selama ini intens bergerak di Jakarta. Demonstrasi, lobi politik, hingga advokasi publik akan membutuhkan biaya dan infrastruktur yang lebih besar. Dalam jangka panjang, ini berpotensi menimbulkan jarak politik antara penguasa dan rakyat.

Sementara itu, Jakarta tetap akan memelihara political gravity-nya: kantor pusat partai politik, media nasional, hingga jejaring internasional sulit begitu saja dipindahkan. Dengan demikian, Indonesia bisa menghadapi situasi paradoksal: IKN sebagai ibu kota politik de jure, sementara Jakarta tetap ibu kota politik de facto.

Penutup

Proyek menjadikan IKN sebagai ibu kota politik pada dasarnya adalah eksperimen tata negara berskala besar. Ia menuntut lebih dari sekadar pembangunan gedung; ia membutuhkan rekayasa ekosistem politik dan konsensus elite. Jika tidak, ia hanya akan melahirkan simbol tanpa substansi.

Dan jika pada 2029 benar Gibran yang dilantik sebagai Presiden di IKN, maka momentum tersebut akan dibaca secara politik sebagai simbol ganda: pemindahan pusat kekuasaan negara sekaligus peneguhan dinasti politik Jokowi di ruang baru. Pertanyaan mendasar tetap menggantung: apakah ini demi memperkuat demokrasi Indonesia, atau sekadar memperluas ruang bagi kekuasaan yang ingin bertahan lebih lama?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Analisis: Prabowo Teken Perpres IKN, Antara Simbol Politik dan Beban Masa Depan

Next Post

Jokowi: Gibran Tidak Ikut Campur Urusan Reshuffle – Wapres yang Tak Lain Hanyalah Ban Serep

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Didukung Penuh oleh Timnas AMIN Bawaslu Pamekasan Periksa Gus Miftah

Jokowi: Gibran Tidak Ikut Campur Urusan Reshuffle – Wapres yang Tak Lain Hanyalah Ban Serep

Skandal Kemenkeu Banyak Terungkap, Jadi Alasan Jokowi Copot Sri Mulyani

Prabowo Pecat Sri Mulyani: Counter Attack atau Drama Politik Ekonomi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist