• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ikhtisar : Sebuah Prediksi Suksesi Kepemimpinan Melalui Pemilu 2024, Gelanggang Pesta Demokrasi Rakyat. Status Quo atau Perubahan?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
December 31, 2022
in Feature
0
Panggung Sandiwara Koalisi

Foto/SINDOnews

Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Thema “Jokowi  3 periode  melalui penundaan pemilu 2024, adalah sebuah planning A atau rencana pertama. Adalah stategi Jokowi (baca : oligarki), sebagai test the water planning A. Seiring dengan manuver lain, melalui issu yang dilempar ke public, oleh beberapa aktor (Menteri) dan beberapa ketua umum parpol. Sebagai bonus plus mendapat residu dukungan dari Bamsoet/ Ketua MPR RI dan La Nyalla Mattalitti / Ketua DPD RI.

Sebelum mendapat dukungan dua inohong legislatif tersebut, terjadi beberapa gejolak peristiwa politik yaitu penolakan masyarakat intelektual/akademisi, baik penolakan melalui beberapa polling,  maupun dalam bentuk aksi – aksi demo massa. Menolak Jokowi 3 periode bahkan terjadi insiden jatuhnya korban dalam bentuk materi, fisik maupun jiwa.

Aksi – aksi massa penolakan Jokowi 3 periode yang lalu,  menimbulkan beberapa peristiwa tragis, diantaranya pos polisi pejompongan, Jakarta Pusat  dibakar  massa, Ade Armando babak belur, korban aniaya secara eigenrichting atau korban amuk massa. Kita masih terbayang Ade Armando tubuhnya  nyaris bugil. Kita juga mencatat hilangnya nyawa seorang anggota Polri di Kendari, Sulawesi Tenggara,  disebabkan banyak menghirup zat beracun yang berasal dari tembakan asap, para aparat Polri saat mengamankan massa atau aksi demo mahasiswa di Kendari.

Catatan yang dianggappaling aib adalah, apa yang dilakukan oleh Luhut Binsar Panjaitan / LBP. MenMarVes. Ia menggagas undur pemilu berdasarkan big data, yang kemudian dinilai bohong, karena tidak akurat. Memanipulir 110 juta rakyat Indonesia menginginkan Pemilu 2024 diundur, walaupun harus  melanggar konstitusi dasar UUD. 1945.

Belakangan diketahui, raangakaian dari aksi penolakan, adalah agenda Pemilu diumumkan oleh KPU dan Puan selaku Ketua DPR RI, yang merinci perihal waktu, tanggal bulan dan tahun diselenggarakannya Pemilu Pilpres serempak di 2024.

Planing B, Jokowi dan sindikatnya menyatakan secara terbuka, indikasi capres si rambut putih dan mempersilahkan Prabowo sebagai Presiden berikutnya. Kandidat si Rambut Putih nya Jokowi, di protes PDIP, bahwa itu bukan arahnya ke Ganjar Pranowo dan sekaligus pernyataan Prabowo sendiri, ” presiden terpilih di 2024 harus cerdas dan tidak planga- plongo “.  

Publik menjadi saki, bagaimana manuver politik GP dalam rangka suksesi Capres 24 ini. Walau mendapat banyak cemoohan dari rekan rekan separtainya, bahkan GP  mendapat sangsi teguran resmi secara lisan dari sekjen dan Said Abdullah ketua DPP.

Flash back mengapa Jokowi bertekad menominasi GP,  ini bisa jadi tidak terlepas atas penolakan Megawati Soekarno Putri terhadap ide undur pemilu 2024, yang berkausalitas mutatis mutandis Jokowi menghendaki menjadi Presiden 3 periode tanpa seleksi pemilu.

Jokowi faham dan mencium bahwa Megawati akan tetap mempertahankan trah Soekarno, melalui anak biologisnya Puan Maharani/ Puan, menjadi Capres dari PDIP. Karena itu Jokowi bukan karti dengan mengeluarkan jurus strategi Planning B. GP akan diperankan sebagai pionnya untuk melawan Puan.  Ini yang kemudian membuat kalang kabut kubu Mega dan PDIP. Ribut diinternalpartainya sendiri. Jokowi meyakini loyalitas kultur jawa GP  diyakini  akan kesetiannya.

Ganjar Pranowo dan Puan diketahui pernah tersandung ” kasus dugaan korupsi E  KTP.

Bukan isapan jempol, bila Jokowi ingin menjelasakan diskresinya kepada public, sebagai manuver politiknya melawan PDIP,  dengan dipersilahkannya GP mondar mandir kedaerah-daerah silaturahmi dengan komunitsas-komunitas yang dbentuknya sendiri.  Ganjar Pranowo sebagai  Gubernur Jateng,  seolah-olah telah mengantungi izin kampanye langsung tancap gas, sekalian membentuk semacam tim sukses dengan nama  ” dewan kopral “, “relawan Ganjar”, “Ganjaris”, dll. melakukan berbagai manuver politik atau ” kampanye “. GP pun turun koordinasi ke – akar-akar rumput di banyak daerah propinsi dan kabupaten di tanah air, tanpa pernah sama sekali kedengaran oleh publik GP. mendapat teguran dari mendagri atau Bawaslu.

Apakah planning kedua atau B ini akan mulus, tentu tidak. Mega dan Puan serta para punggawa-punggawanya di PDIP,  akan bersatupadu sepakat hingga saat ini menolak GPsebagai Capres resmi dari PDIP.

Manuver lain, Jokowi membentuk KIB. Ini kendaraan yang disipakan dan didesigned untuk mengusung Ganjar Pranowo, bila PDIP tidak mengusungnya. Ia disipakan sekaligus untuk melawan, siapa saja Capres yang akan diusung oleh PDIP dan koalisinya. Koalisi Indonesia Bersatu yakni Golkar, PAN dan PPP. sudah cukup memiliki jumlah perolehan Presidential Threshold  20 % sebagai syarat utama untuk dapat mencalonkan seorang untuk menjadi calon Presiden Ri. di 2024

Lalu bagaimana hubungan politik dan kejayaan PDIP yang telah  berkuasa melalui Jokowi si petugas partai, agar PDIP pada 2024 – 2029 tetap berkuasa seperti kurun waktu 2014 – 2024 ?

Terjadi polemik internal yang luar biasa bagi Mega sebagai tokoh sentral, dan  para senioren DPP. PDIP.  Mega dan para petinggi partai PDIP sudah mulai  ”  mengendus kemana arah Ganjar Pranowo berkiblat. Sinyalemen ini dinilai sebagai membahayakan dan mengancam ” kursi Ketua Umum PDIP. jika Ganjar dipilih oleh Golkar ( KIB ) menjadi Capres  Presiden di 2024.

Tentu Mega yang sudah malang melintang serta merasakan asam garam didunia politik, wajahnya akan merasa tertampar, lalu akan terasa sulit menaruh mukanya, oleh sebab selain reaksi keras internal dari PDIP. partai yang Ia besarkan, namun pada kenyataannya Mega aka mendapat serangan. Ia tidak dapat atau tak sanggup atau tak ingin kadernya menjadi Capres selain Putrinya Puan ? atau tak mau mendukung kader partainya yakni seperti sosok GP. yang dianggap kelak oleh para pengkritisi, sebagai lebih berkualitas dibanding Puan untuk menjadi capres. Persoalan lain, terlebih jika GP. justru memenangkan Pilpres 2024. Lalu berhasil menjadi presiden tetapi justru didukung oleh partai lain, bukan partai PDIP.

Ramalan atau prediksi gejolak politik yang akan terjadi serta implikasinya menjadi  buah simalakama atau bumerang terhadap diri  Mega dan PDIP. Jika setuju atau menolak tawaran atau desakan Jokowi untuk pilih GP,  namun sebaliknya GP. sudah dianggap sebagai pribadi ” bak kacang lupa kulitnya atau sosok kader yang berkhianat “,  karena terbukti telah mengangkangi hak partai  yang telah meresmikan dewan kolonel untuk menjagokan Puan cucu Soekarno.

Adalah suatu kewajaran jika GP. dianggap telah membuat Mega dan PDIP jengkel dan marah. Ia dianggap telah memandang sebelah mata kepada Mega, sang pemilik partai, termasuk secara hakekat GP. telah merendahkan atau meremehkan para petinggi dan senioren PDIP. secara keseluruhan.

Rumusan masalah lain adalah, lebih berbahaya lagi bagi Mega yang sudah penuh pengalaman di dunia politik, jika berasumsi dari hasil pengamatannya selama ini terhadap sepak terjang atau attitude GP. terhadap partai PDIP yang membesarkanya, telah memberkasi sosok GP. sebagai pribadi yang ” mbalelo ” atau ngeyel, walau disebabkan adanya faktor ” backing ” seorang Jokowi yang  presiden.

Terlepas dari faktor adanya kekesalan atau kemarahannya Mega kepada sosok Ganjar Pranowo, tetapi jika presidential threshold 20 % dimainkan oleh KIB untuk mengusunya penCapresannya, maka artinya PDIP telah menyia-nyiakan peluang ini untuk partainya. Tentu saja hal seperti ini tidak boleh terjadi.  Tetapi Jika ini terjadi tentunya Kursi Ketua Umum PDIP, pun bukan hal yang tidak  kemungkin akan terancam. Akibat kisruh ini menjadi awal adanya polemik di internal partai.

Bagaimana eksistensi  Prabowo Subianto.

Beliau masih mimpi menjadi Presiden 2024. Sudah jauh hari sejak tahun 2020, telah ancang – ancang, dan bahkan ” ngotot ” hnedak tampil dan hadir kembali sebagai actor Capres kompetitor untuk kali ketiganya.  Terkait angan-angannya ini,  Prabowo Subanto  habis – habisan mengutarakan banyak pujian kepada Jokowo. ” Angkat sumpah bahwa Jokowi is already on right track, Jokowi satu level lebih cerdas dari dirinya, dan  bertekad akan  melanjutkan apa yang Jokowi sudah rintis dan kerjakan sebagai pemimpin “.  Gayung bersambut,  imbalan baliknya pun Ia sudah mendapat kisi – kisi sebagai salah seorang yang bakal didukung oleh Jokowi.

Keterikatan Prabowo Subianto kepada Jokowi, ia khusus soan dari Jakarta menemui Jokowi di Istana Presiden, Gedung Agung di Jogjakarta untuk ” sebuah pertemuan ” atau spesial silaturahim, walau ditengah ketatnya Prokes Covid 19 diberlakukan.  Prabowo Subianto. dijamu  opor ayam, bakso dan tahu bacem pada tahun 2021 di hari pertama iedul fitri. Secara sadar Ia melewati rumah Mega yang ada di Jakarta.

Bisa jadi Prabowo membaca gelagat Mega tidak akan mendukungnya menjadi capres yad.  Bisa pula Mega kembali melupakan mufakat mereka di Batu Tulis, Bogor, Jabar pada Tahun  2009, untuk dukungan Mega terhadap PS. menjadi Capres di tahun 20l4. Kenyataannya 2014 dan 2019 Mega justru mendukung Jokowi.  Berdasarkan fakta empiris tersebut, bisa jadi 2024 Mega kembali akan melakukan ingkar, atau bisa jadi secara material perjanjian Batu Tulis itu dianggap sudah kedaluwarsa. Expired. Tidak lagi mengikat diantara keduanya.

Saling tarik menarik sebagai bargaining position, adu siasah, atau permufakatan politik antara kubu Mega dan Jokowi, disisi lain Prabowo, Puan dan tentunya  Ganjar Paronowo.  Akankah yes man, terserah apa keputusan Jokowi?. Dan akhirnya bisa saja terjadi akan saling mengalah dan atau juga karena keterpaksaan, dengan kehadiran tokoh kharismatik yang mereka khawatirkan dari sosok Anies Baswedan yang bakal defiitif menjadi capres 24, diusung oleh koalisi Nadem, PKS dan Partai Demokrat. Langkah Surya Palong, Nasdem,  dengan deklrasi Capres Anies Baswedan, dibaca sebagai hengkang dari koalisi besar Jokowi with all risks.

Anies Baswedan yang dikenal sebagai sosok yang berkepribadian luwes namun tegas, cerdas, dan jujur serta berani melawan penguasa atau pejabat otoriter sekalipun, pada sisi lain seguganf prestasi yang telah diraihnya sejak menjadi Gubernur Jakarta, adalah investasi dirinya, sebagai advantagesnya.

Walau kemudian  A.B. diframing sebagai figure yang akan memainkan politik identitas dan atau sosok tokoh yang diminati serta diidolakan oleh berbagai kelompok atau golongan politik identitas, ini bukti lain bahwa kehadiran A.B. menjadi perhitungan serius. Fakta lain, dilapangan terlihat, bagaimana antusian masyarakat yang mengelu-elukan yang bersangkutan menjadi idola Capres 24 yad.

Para pendukungnya  A.B. adalah sosok  yang berkepribadian agamis – nasionalis, sesuai seperti yang diprediksi, akan  mendapat dukungan penuh dari masyarakat golongan muslim dan nasionalis multi ras dan dari berbagai lapisan strata, dan kaum akademisi dan lintas ilmu serta lintas SARA. Termasuk kelompok 212 yang dibawah satu tongkat komando ulama besar di tanah air,  Habib Rizieq Shihab.

Anies Baswedan  akan dapat membawa masyarakat bangsa  yang majemuk  lintas SARA ini, ke perubahan bangsa yang lebih baik, berkepastian hukum dan berkeadilan serta maju dan tumbuh pesat di segala bidang, selain faktor penting pendidikan demi mencerdaskan, dan memicu kemajuan bangsa disemua sektor pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan dalam kehidupan sosial, menjaga dan merawat  budaya demi persatuan dan kesatuan  bangsa serta yang tidak kalah penting, membangun mental bangsa ini dari kemerosotan moralitas yang nampak terpuruk oleh karena beberapa pola sistem yang ada saat ini, pada era presiden Jokowi.

Ini artinya Jokowi akan memainkan siasash win – win solusi bagaimana mencegah kemenangan Anies Baswedan. Jokowi akan disetujui semua faksi atau pihak  pelawan A.B. utamanya PDIP demi mempertahankan kedigdayaan  PDIP. sebagai the rulling party  pada 2014 – 2019 dan 2024 untuk kembali berjaya di 2024 – 2029. 

Yakni solusi yang terbaca adalah, Jokowi akan tawarkan, adalah tidak Puan pula tidak GP,  yang sama sama separtai. Tetapi yang akan menjadi capres di 2024 adalah sosok netral, non PDIP yaitu Prabowo Subianto. sebagai capres, lalu pasangan sebagai cawapresnya, adalah dirinya sendiri

Selanjutnya apakah hasil pengamatan politik narsum artikel perihal bakal capres dan bakal cawapres ini akan tepat ? wait and see !Wallahu’alam.

Namun pastinya  kapasitas dan subtansial dari narasi ini filosofinya adalah, bagaimana seluruh anak bangsa ini (tanpa terkecuali) bisa mendapatkan perubahan yang hakekatnya tidak semata hanya menggantikan seorang sosok pemimpin. Hendaknya rakyat dan bangsa,

Memiliki prinsip Prudential  dan membaca track recordnya, atau teliti sebelum memilih, supaya tidak mendapatkan kualitas pemimpin yang dikehendaki.  atau terlebih semoga tidak mendapatkan pemimpinan dibawah kualitas pemimpin sebelumnya. Insya Allah akan memperoleh sosok pemimpin dengan kepemimpinan berkualitas  ( berkemampuan ) serta sanggup membangun  karakter bangsa dengan kualitas jauh di atas , atau lebih baik dari pemimpin sebelumnya dari setiap sisi atau dan semua sudut pandang

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jet Tempur China Terbang Berjarak 6 meter dari Pesawat Pengintai  AS 

Next Post

Seorang Pria ditangkap karena Mencuri Celana dalam Wanita. Lalu membakar rumahnya 2 hari kemudian

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Jepang Membuka Kunjungan Keluarga

Seorang Pria ditangkap karena Mencuri Celana dalam Wanita. Lalu membakar rumahnya 2 hari kemudian

Keluarga kekaisaran Jepang mempertimbangkan berhubungan Melaui Medsos

Keluarga kekaisaran Jepang mempertimbangkan berhubungan Melaui Medsos

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist