• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ilmu sebagai “Sultanan Nashiro”

fusilat by fusilat
February 14, 2026
in Feature, Spiritual
0
Ilmu sebagai “Sultanan Nashiro”
Share on FacebookShare on Twitter

“Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.”
(QS Al-Isra’ [17]: 80)

Doa ini sering dibaca sebagai permohonan transisi yang selamat: masuk dan keluar dari suatu fase kehidupan. Namun, Al-Qur’an, seperti biasa, tidak pernah sederhana. Ia selalu menyimpan lapisan makna yang menuntut pembacaan lebih dalam—terutama pada frasa “kekuasaan yang menolong” (sulṭānan naṣīrā).

Kata sulṭān kerap disalahpahami sebagai kekuasaan dalam arti politik: jabatan, otoritas formal, atau kemampuan memerintah. Padahal, dalam tradisi Qur’ani, sulṭān justru lebih sering bermakna otoritas kebenaran—sebuah daya yang membuat seseorang mampu berdiri tegak tanpa harus memaksa. Ia adalah kekuatan yang tidak berisik, tidak brutal, namun efektif.

Di titik inilah tafsir bahwa “kekuasaan yang menolong” adalah ilmu—atau dalam bahasa kontemporer, science—menjadi sangat relevan.

Ilmu adalah kekuasaan yang tidak membutuhkan senjata. Ia tidak memerlukan pengerahan massa atau legitimasi struktural. Ilmu bekerja dengan cara yang sunyi: membongkar kebohongan, menelanjangi manipulasi, dan memberi manusia kemampuan untuk memahami realitas apa adanya. Dalam sejarah peradaban, kekuasaan sering runtuh bukan karena perlawanan fisik, melainkan karena kebenaran yang tak lagi bisa disangkal.

Nabi Muhammad ﷺ sendiri memulai misi kenabiannya tanpa tentara, tanpa negara, tanpa sumber daya politik. Yang ia miliki hanyalah wahyu, akal yang jernih, dan argumentasi moral yang tak bisa dipatahkan. Itulah sulṭān dalam bentuk paling murni: ilmu yang menolong kebenaran bertahan di tengah tekanan.

Dalam konteks modern, science tidak boleh dipersempit menjadi sekadar eksperimen laboratorium atau statistik. Ilmu adalah cara berpikir yang berani bertanya, jujur pada data, dan setia pada etika. Ia adalah keberanian untuk tidak tunduk pada narasi dominan hanya karena narasi itu didukung oleh kekuasaan.

Justru di zaman ketika kekuasaan politik sering memproduksi kebisingan, propaganda, dan distorsi, ilmu tampil sebagai kekuasaan alternatif. Ia tidak menjanjikan kemenangan instan, tetapi ia menolong manusia agar tidak terseret arus kebodohan massal. Ia menjaga nurani agar tidak mati meski tekanan datang dari segala arah.

Maka doa dalam QS Al-Isra’ ayat 80 dapat dibaca sebagai doa kaum berakal:
Bukan permohonan untuk berkuasa atas orang lain, melainkan permohonan agar diberi daya untuk berpihak pada kebenaran. Daya itu bernama ilmu.

Ilmu menolong seseorang untuk masuk ke ruang publik tanpa kehilangan integritas, dan keluar dari kekuasaan tanpa meninggalkan kehancuran. Ia menolong manusia agar tidak menjadi alat, tidak menjadi pembenar, dan tidak menjadi korban dari sistem yang timpang.

Dalam dunia yang kian memuliakan kekuasaan kosong dan membenci pikiran kritis, ilmu adalah bentuk perlawanan paling elegan. Ia tidak memaki, tidak memukul, tidak memaksa—tetapi ia membuat kebohongan kehabisan tempat bersembunyi.

Karena itu, memahami “sulṭānan naṣīrā” sebagai ilmu bukanlah tafsir modern yang dipaksakan, melainkan pembacaan yang setia pada ruh Al-Qur’an: kebenaran selalu membutuhkan penolong, dan penolong terbaiknya adalah akal yang tercerahkan.

Dan mungkin, di zaman ini, tidak ada doa yang lebih relevan daripada memohon satu hal:
Agar kita tidak sekadar selamat masuk dan keluar dari kehidupan, tetapi juga dibekali ilmu agar tidak ikut merusak di dalamnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ramadhan: Momentum Transformasi Jiwa Menuju Ridho Allah

Next Post

DEMOKRASI SEBAGAI TATA KELOLA

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026
Next Post

DEMOKRASI SEBAGAI TATA KELOLA

Kompak Tanpa Anomali: Etika Aktivisme, SP-3, dan Bahaya Fitnah dalam Negara Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...