• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

ILUSI KEMANDIRIAN PANGAN: Mimpi di Siang Bolong Negeri Agraris

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 5, 2025
in Economy, Feature
0
Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Ilusi adalah persepsi yang tampak benar, namun sejatinya menyesatkan. Ia bisa lahir dari keterbatasan informasi, salah tafsir terhadap realitas, atau bahkan karena dorongan emosi—harapan, ketakutan, dan keinginan yang menipu pandangan. Dalam dunia politik dan pembangunan, ilusi kerap menjadi candu: membuat kita merasa berhasil padahal belum berbuat banyak.

Demikian pula halnya dengan ilusi kemandirian pangan.
Kita sering mendengar pernyataan bahwa Indonesia telah mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Namun, di balik retorika itu, negeri ini masih menggantungkan dapurnya pada kapal-kapal impor yang membawa beras, kedelai, daging sapi, gula, hingga bawang putih. Kita belum sepenuhnya berdiri di atas kaki sendiri.

Ketika Mandiri Hanya di Atas Kertas

Ilusi kemandirian pangan muncul karena beberapa sebab. Pertama, ketergantungan pada impor. Walau ada klaim produksi meningkat, kita masih membutuhkan pasokan luar negeri untuk bahan pangan strategis. Kedua, produktivitas domestik yang terbatas. Banyak lahan pertanian menyusut, irigasi rusak, dan petani kian berkurang. Ketiga, ketergantungan pada komoditas tertentu yang tidak bisa diproduksi optimal di dalam negeri.

Akibatnya, kemandirian pangan hanya sebatas jargon. Harga pangan dalam negeri tetap bergantung pada fluktuasi pasar global, dan kedaulatan pangan menjadi rentan tergadai oleh kebijakan luar negeri. Lebih parah lagi, ilusi kemandirian pangan membuat kita abai terhadap potensi produksi lokal, karena merasa sudah “aman”.

Empat Madhab Pangan dan Syarat Utamanya

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan, kemandirian pangan adalah kemampuan bangsa memproduksi pangan beragam dari dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat. Namun, untuk mencapainya, ada tiga konsep lain yang tidak bisa dipisahkan: Swasembada Pangan, Ketahanan Pangan, dan Kedaulatan Pangan.

Kunci utama dari semuanya adalah Swasembada Pangan.
Tanpa swasembada, kemandirian dan kedaulatan hanyalah slogan. Bung Karno sejak 1952 telah mengingatkan, “Urusan pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa.” Setiap pemerintahan setelahnya mengumandangkan semangat yang sama. Tetapi, hingga kini, semangat itu sering kandas di atas meja birokrasi dan pidato politik.

Swasembada: Antara Cita dan Citra

Mewujudkan swasembada bukanlah pekerjaan sulap. Ia tidak bisa dihadirkan hanya dengan “sim salabim” dan klaim keberhasilan sesaat. Swasembada sejati berarti mandiri di semua lini: beras, jagung, kedelai, gula, daging, hingga bawang putih.
Namun realitasnya, hanya beras dan jagung yang sesekali mendekati swasembada—itu pun bersifat on trend, bukan permanen.

Karena itu, sungguh keliru bila ada yang berani menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan hanya karena panen beras melimpah satu musim. Pangan bukan hanya beras.

Swasembada kedelai, misalnya, masih jauh dari harapan karena terkendala iklim, cuaca, dan benih unggul yang langka. Akibatnya, cita-cita swasembada pangan masih sebatas mimpi di siang hari, atau seperti yang dikatakan kawan saya, “ibarat mengecat langit—indah dibayangkan, mustahil diwujudkan.”

Ketika Ambisi Tak Sejalan dengan Kapasitas

Dalam masyarakat Sunda dikenal istilah “ngarawu ku siku” — ingin meraih semuanya sekaligus.
Begitulah kira-kira watak kebijakan pangan kita: ambisius tapi tidak realistis. Pemerintah sering ingin mencapai swasembada di banyak komoditas sekaligus tanpa mempertimbangkan kondisi iklim, infrastruktur irigasi yang rusak lebih dari 50%, ketersediaan pupuk, dan regenerasi petani yang kian menurun.

Fokus kebijakan seharusnya diarahkan pada komoditas yang benar-benar potensial untuk diswasembadakan, seperti beras dan jagung. Dari sana fondasi kemandirian pangan bisa dibangun, langkah demi langkah, bukan dengan jargon atau proyek seremonial.

Penutup: Antara Realitas dan Retorika

Mengandalkan impor untuk menambal kekurangan pangan hanya menunda masalah.
Jika kita ingin benar-benar mencapai kemandirian pangan, maka syarat utamanya adalah mewujudkan swasembada pangan terlebih dahulu. Itu pun bukan pekerjaan lima tahun, melainkan perjuangan panjang setidaknya dua dekade ke depan. Butuh strategi jangka panjang, keberanian politik, dan keberpihakan nyata kepada petani—bukan hanya pencitraan di media.

Selama kita masih sibuk berilusi, kemandirian pangan akan tetap menjadi mimpi di siang bolong negeri agraris.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TEMUAN KADAR NITRIT MBG DI BANDUNG BARAT 4 KALI BATAS AMAN: RACUN YANG DILINDUNGI PROYEK KORUP

Next Post

Dua Arah Kasus Ijazah: Jokowi Tersangka atau TPUA yang Dikorbankan?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post

Dua Arah Kasus Ijazah: Jokowi Tersangka atau TPUA yang Dikorbankan?

Purgatório – Mengadili Jokowi – Ilusi dari Pergerakan Bangsa

Purgatório – Mengadili Jokowi – Ilusi dari Pergerakan Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...