• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Bukan Negara Agama, Lalu Mengapa Negara Menentukan Waktu Ibadah?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 18, 2026
in Feature, Politik
0
Indonesia Bukan Negara Agama, Lalu Mengapa Negara Menentukan Waktu Ibadah?
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagaimana ditegaskan oleh pemerintahan Presiden Jokowi, “Indonesia bukan negara berbasis agama”, Indonesia dibangun bukan di atas satu sistem hukum agama tertentu, melainkan atas konsensus nasional yang bersifat konstitusional dan plural. Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa negara tidak berdiri atas landasan syariat agama tunggal, sehingga intervensi negara dalam urusan ritual keagamaan umat menjadi premis yang perlu dipertanyakan.

Setiap tahun, negara—melalui Kementerian Agama—menggelar hajatan besar bernama sidang isbat: menentukan 1 Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha. Negara juga mengatur haji, umrah, bahkan kalender ibadah umat. Semua dilakukan dengan seremonial tinggi, dilegalisir melalui keputusan resmi. Namun di titik ini, sebuah pertanyaan mendasar tak bisa dihindari: atas dasar apa negara merasa berhak mengatur urusan sakral agama, sementara pemerintahan Presiden Joko Widodo sendiri beberapa kali menegaskan bahwa agama dan politik tak boleh dicampur sehingga negara tak berwenang menetapkan hukum berdasarkan agama tertentu?*

Dalam klarifikasi atas pernyataannya, Presiden Jokowi pernah menyatakan bahwa niatnya bukan untuk meminimalkan peran agama, tetapi justru memperingatkan bahaya jika agama dipolitisasi sebagai komoditas:

“Don’t misunderstand my statement. It is impossible not to connect politics with religion… Religion is very important in politics…”

Sekilas ini terdengar moderat dan inklusif. Namun, jika ditarik lebih jauh ke premisnya, kita memahami bahwa Jokowi sedang menekankan batas negara dalam menentukan hukum dan moralitas berdasarkan satu agama tertentu, karena Indonesia secara konstitusional bukan negara yang berdiri atas basis syariat agama tertentu. Hal ini konsisten dengan fakta bahwa Indonesia secara resmi bukan negara agama atau negara syariat, meskipun masyarakatnya mayoritas Muslim—negara memosisikan diri sebagai negara Pancasila yang plural, bukan negara berbasis satu agama tertentu.

Negara Sekuler Rasa Teokratis

Sidang isbat adalah contoh paling telanjang dari paradoks ini. Negara memanggil tokoh agama, ahli falak, ulama—kemudian negara yang mengetok palu keputusan. Keputusan itu kemudian diberi label “resmi” dan “nasional”. Seolah-olah tanpa pengesahan negara, ibadah umat menjadi tidak sah secara sosial. Di sini negara berperan ganda:

  • Di satu sisi, mengklaim netral terhadap agama;

  • Di sisi lain, bertindak sebagai otoritas teologis yang menentukan awal ibadah umat.

Ini adalah fenomena yang membingungkan dan berpotensi kontradiktif bagi negara yang secara ideologis mendasarkan dirinya pada Pancasila, bukan syariat hukumnya sendiri.

Dari Fasilitator Menjadi Pengendali

Argumen klasik negara selalu sama: demi persatuan, ketertiban, dan kepastian hukum. Tapi pertanyaannya adalah — apakah iman membutuhkan stempel negara?

Negara seharusnya berhenti pada peran administratif:

  • libur nasional,

  • layanan ibadah haji,

  • infrastruktur ibadah,

  • keamanan publik.

Negara tidak layak menjadi penentu final waktu ibadah umat Islam hanya karena ia memiliki wewenang administratif. Ini bukan sekularisme yang sehat, tetapi bentuk kontrol birokratis atas ritual sakral—sebuah kondisi di mana agama bukan saja diakui, tetapi juga diatur oleh negara.

Membiarkan Perbedaan Itu Dewasa

Perbedaan awal Ramadan atau Idul Fitri dalam umat Islam bukan ancaman bagi bangsa. Konflik justru muncul karena negara merasa berkepentingan untuk “memutuskan” satu versi kebenaran secara nasional. Umat sebenarnya sudah dewasa—NU dengan rukyatnya, Muhammadiyah dengan hisabnya—semua memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang jelas.

Negara seharusnya berkata:

“Negara bukan penentu ritual ibadah umat. Negara hadir untuk melindungi kebebasan beragama, bukan menentukan kebenaran keyakinan.”

Itu lebih jujur, lebih adil, dan lebih sesuai dengan semangat konstitusi kita yang berdasarkan Pancasila, bukan syariat agama tertentu.

Penutup: Negara, Jangan Sok Jadi Imam

Jika Indonesia benar-benar bukan negara syariat, maka negara tak punya hak moral untuk menjadi imam nasional atas ritual ibadah. Negara cukup menjadi penjaga ruang kebebasan beragama, bukan penguasa iman umat.

Agama tidak membutuhkan negara untuk sah.
Justru negara yang sering membutuhkan agama agar tampak sah.

Dan di sanalah masalahnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari 2026, Indonesia Mulai Puasa 19 Februari

Next Post

Nikmat yang Diperebutkan Penghuni Kubur

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post

Nikmat yang Diperebutkan Penghuni Kubur

Perekonomian Semakin Memburuk ,  Gula Mendekati Rp 20.000 Harga Sembako Lainnya Ikutan Melonjak

Rp11,92 Triliun Bantuan Pangan: Antara Kemanusiaan, Keadilan, dan Ujian Moral Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...