• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nikmat yang Diperebutkan Penghuni Kubur

Ramadhan: Undangan Terakhir yang Kerap Kita Abaikan (Marhaban ya Ramadhan)

fusilat by fusilat
February 18, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ada satu pemandangan yang selalu berulang setiap Ramadhan.
Masjid kembali ramai.
Grup keluarga mendadak religius.
Media sosial penuh ayat dan doa.
Kalender sesak dengan agenda buka bersama.

Ramadhan datang seperti tamu agung—disambut meriah, dipuja sebulan, lalu dilepas tanpa air mata.
Namun ada satu pertanyaan sunyi yang jarang kita ajukan dengan jujur:

Apakah kita benar-benar sadar bahwa Ramadhan ini adalah nikmat yang belum tentu terulang?

Sebab di sekitar kita, banyak yang dulu ikut sahur bersama,
kini hanya tinggal nama dalam doa.


Ketika Ramadhan Menjadi Impian Penghuni Kubur

Beberapa tahun terakhir, lingkar kehilangan kita makin luas.
Grup pengajian keluarga besar tak lagi seramai dulu.
Host yang biasa bercanda sebelum kajian dimulai kini tak pernah “online” lagi.

Tak ada lagi nasihat ayahanda yang menembus hati.
Tak ada senyum teduh ibunda yang menenangkan jiwa.
Kakak, adik, sahabat, rekan kerja, tetangga—sebagian mendahului kita, tanpa melihat usia.

Dulu mereka berpuasa bersama kita.
Dulu mereka juga berharap bertemu Ramadhan tahun ini.
Namun takdir berkata lain.

Ibnu al-Jauzi menulis dengan nada yang mengguncang kesadaran:

“Seandainya penghuni kubur diberi satu angan-angan,
niscaya mereka hanya meminta satu hari di bulan Ramadhan.”

Satu hari.
Bukan sebulan.
Bukan sepuluh malam terakhir.
Satu hari yang sering kita jalani sambil lalu.


Nikmat yang Terlalu Akrab untuk Disyukuri

Masalah kita bukan kurang nikmat.
Masalah kita: terlalu terbiasa dengan nikmat.

Masih hidup → biasa.
Masih sehat → standar.
Masih bisa puasa → rutinitas.

Padahal, di luar sana, ada yang ingin berada di posisi kita…
dan tak pernah diberi kesempatan itu.

Setiap Ramadhan sejatinya adalah undangan khusus.
Dan undangan itu tidak otomatis diperpanjang.


Ramadhan dan Ego yang Menyamar

Ironisnya, Ramadhan juga bisa menjadi panggung ego.
Kita mulai membandingkan:

“Dia jarang tarawih.”
“Dia puasanya bolong.”
“Alhamdulillah, aku lebih rajin.”

Kalimat-kalimat itu terdengar religius.
Padahal di situlah ujub tumbuh tanpa suara.

Ibn Qayyim al-Jawziyya mengingatkan:

Dosa paling berbahaya adalah dosa yang membuat pelakunya merasa aman.

Ramadhan seharusnya melembutkan hati,
bukan mengeraskannya.


Puasa: Melatih Lapar, Menguji Kejujuran

Puasa bukan sekadar menahan makan.
Ia adalah latihan integritas.

Apakah kita tetap jujur saat tak ada yang melihat?
Tetap amanah saat ada celah?
Tetap bersih saat peluang curang terbuka?

Al-Ghazali menulis dalam Ihya Ulumiddin:
puasa sejati adalah puasa yang mematahkan dominasi ego.

Jika setelah seharian puasa kita masih ringan berbohong,
mudah marah,
dan gemar menyakiti—
barangkali yang lapar baru perut, belum hati.


Ketika Amal Menjadi Konten

Zaman berubah.
Ibadah pun ikut berganti wajah.

Sedekah difoto.
Tarawih direkam.
Tadarus diposting.

Tidak salah berbagi kebaikan.
Yang berbahaya adalah bisikan halus di dalam hati:
“Lihat, aku rajin.”
“Lihat, aku peduli.”

Di situlah pahala bisa bocor tanpa suara.

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

Allah tidak melihat rupa dan harta,
tapi hati dan amal.

Yang diuji bukan tampilannya.
Yang diuji adalah niatnya.


Ramadhan: Titik Balik, Bukan Tempat Singgah

Setiap tahun kita berjanji:
“Tahun ini aku mau berubah.”

Lalu rajin sebulan,
lalai sebelas bulan.

Kita merasa hijrah,
padahal baru singgah.

Ramadhan bukan garis finis.
Ia garis start.
Bukan puncak spiritual,
melainkan kamp pelatihan.

Jika setelah Ramadhan cara kita bekerja, memimpin, dan mengambil keputusan tetap sama—
maka puasa kita hanya memindahkan jadwal makan.


Nikmat yang Menuntut Jawaban

Setiap nikmat akan ditanya:
Umur—untuk apa?
Sehat—dipakai apa?
Ramadhan—diisi bagaimana?

Al-Qur’an bertanya dengan lembut, tapi menghunjam:

“Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Mendustakan nikmat tidak selalu dengan menolak.
Sering kali justru dengan mengabaikan.

Ramadhan didustakan saat ia datang, kita santai.
Dan saat ia pergi, kita lupa.


Penutup

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah.
Ia adalah kesempatan hidup.
Ia adalah jawaban atas doa yang belum tentu terulang.
Ia adalah mimpi banyak jiwa yang telah lebih dulu pulang.

Kita masih diberi waktu.
Masih diberi napas.
Masih diberi peluang.

Bukan karena kita paling pantas,
melainkan karena Allah masih memberi kesempatan.

Dan kesempatan itu mahal.


Catatan Reflektif: Menjaga Nikmat Sebelum Dicabut

  • Syukuri dengan amal, bukan sekadar ucapan

  • Kurangi membandingkan, perbanyak memperbaiki

  • Pilih satu amal, jaga setahun

  • Luruskan niat di balik setiap kebaikan

  • Ingat kematian, tanpa kehilangan harapan

Semoga kita tidak termasuk orang yang merindukan Ramadhan
setelah tak lagi bisa menjalaninya.

Dan semoga, saat Ramadhan pergi nanti,
ia meninggalkan kita lebih jujur,
lebih rendah hati,
dan lebih dekat kepada Allah.

Jika ini Ramadhan terakhirmu,
apa satu hal yang ingin kau ubah hari ini?

Referensi * Al-Qur’an Al-Karim * Hadits dalam Shahih Muslim * Ibnu al-Jauzi, At-Tabshirah * Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin * Ibn Qayyim al-Jawziyya, Madarij as-Salikin * Kajian Ulama tentang Puasa dan Tazkiyatun Nafs

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Bukan Negara Agama, Lalu Mengapa Negara Menentukan Waktu Ibadah?

Next Post

Rp11,92 Triliun Bantuan Pangan: Antara Kemanusiaan, Keadilan, dan Ujian Moral Negara

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Perekonomian Semakin Memburuk ,  Gula Mendekati Rp 20.000 Harga Sembako Lainnya Ikutan Melonjak

Rp11,92 Triliun Bantuan Pangan: Antara Kemanusiaan, Keadilan, dan Ujian Moral Negara

TRUMPISME, PRABOWOISME DAN GERHANA GLOBALISME

Ketika Prabowo Menyerahkan "Leher"-nya ke Donald Trump

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...