• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Indonesia: Republik Oplos

Ali Syarief by Ali Syarief
March 13, 2025
in Crime, Feature
0
Rumah Tahanan Swasta: Antara Efisiensi dan Komersialisasi Hukum Pidana
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di atas tanah yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia justru menjadi negeri yang diwarnai dengan praktik-praktik curang yang merugikan rakyat. Dari emas batangan yang dicampur, BBM yang dioplos, minyak goreng dengan volume yang dikurangi, hingga gas melon yang hendak diubah sistem penjualannya, semua ini menjadi potret buram negeri yang seharusnya makmur. Sayangnya, praktik oplosan ini bukan hanya terjadi dalam aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan degradasi moral dan ketidakberdayaan hukum dalam menegakkan keadilan.

Emas Batangan yang Dicampur: Potret Korupsi di Sumber Kekayaan

Emas yang seharusnya menjadi simbol kekayaan dan kestabilan ekonomi malah menjadi bukti nyata betapa rusaknya sistem di negeri ini. Kasus pencampuran emas batangan di PT Antam menunjukkan bahwa bahkan logam mulia pun bisa kehilangan kemurniannya di tangan para pencari keuntungan sesaat. Kepercayaan publik pun tergerus, karena praktik ini mengindikasikan bahwa sistem pengawasan dan kontrol di sektor pertambangan masih lemah, atau bahkan sengaja dibiarkan lemah.

BBM Oplosan: Rakyat Dipaksa Membayar Lebih untuk Kualitas yang Lebih Rendah

Tidak hanya emas, bahan bakar minyak (BBM) pun menjadi korban dari praktik oplosan. BBM yang dioplos dengan zat-zat berbahaya bukan hanya merugikan konsumen dari segi ekonomi, tetapi juga berpotensi merusak mesin kendaraan dan mencemari lingkungan. Parahnya, praktik ini terjadi dari skala kecil hingga jaringan besar yang melibatkan oknum-oknum yang seharusnya bertugas menjaga integritas distribusi BBM. Lagi-lagi, rakyat kecil menjadi korban tanpa daya.

Minyak Goreng: Volume Dikurangi, Harga Tetap Tinggi

Minyak goreng, kebutuhan pokok rumah tangga, juga tak luput dari praktik curang. Meskipun pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga, kenyataannya di lapangan, masyarakat masih menemukan minyak goreng dalam kemasan yang volumenya dikurangi secara diam-diam. Fenomena “shrinkflation” ini merupakan bentuk lain dari manipulasi yang mengelabui rakyat. Mereka dipaksa membayar harga yang sama, namun dengan jumlah produk yang lebih sedikit.

Gas Melon: Perubahan Sistem yang Mencurigakan

Gas LPG 3 kg, yang akrab disebut “gas melon,” juga masuk dalam daftar permainan regulasi yang mengkhawatirkan. Rencana perubahan sistem penjualan gas bersubsidi ini memicu pertanyaan besar: apakah kebijakan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau justru menjadi pintu masuk bagi kepentingan bisnis tertentu? Jika distribusi gas bersubsidi dikendalikan secara ketat oleh sistem baru yang berpotensi memberatkan rakyat, maka dampaknya bisa sangat besar, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG 3 kg untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Korupsi Merajalela: Uang Rakyat Dirampas Tanpa Malu

Di tengah segala praktik curang ini, korupsi terus menjadi momok utama yang menghancurkan negeri. Dari tingkat pusat hingga daerah, dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat malah dikorupsi oleh para pejabat yang rakus. Proyek infrastruktur mangkrak, bantuan sosial dikorupsi, hingga dana pendidikan dan kesehatan pun tak luput dari tangan-tangan kotor. Sementara rakyat semakin terjepit oleh kondisi ekonomi, para koruptor hidup mewah tanpa rasa bersalah.

Hukum Tak Tegak: Keadilan Hanya untuk yang Berkuasa

Salah satu alasan utama mengapa semua kejahatan ini terus terjadi adalah karena hukum yang tidak ditegakkan dengan adil. Mereka yang berkuasa bisa dengan mudah lolos dari jerat hukum, sementara rakyat kecil yang melakukan kesalahan sepele langsung dihukum berat. Aparat penegak hukum sering kali lebih berpihak pada pemilik uang dan kekuasaan, meninggalkan rakyat dalam ketidakberdayaan.

Laut dan Hutan Dijual: Sumber Daya Alam Dikorbankan

Tidak cukup dengan eksploitasi di daratan, laut dan hutan Indonesia pun dijual demi kepentingan segelintir elite. Kapal asing bebas menangkap ikan di perairan kita, merampas kekayaan laut yang seharusnya menjadi hak nelayan lokal. Hutan-hutan yang menjadi paru-paru dunia dibabat habis untuk kepentingan bisnis tambang dan perkebunan skala besar. Akibatnya, bencana ekologi seperti banjir dan tanah longsor semakin sering terjadi, tetapi pemerintah tetap berpangku tangan.

Republik Oplos: Ketika Kecurangan Menjadi Budaya

Semua fenomena di atas bukan sekadar kebetulan. Ini adalah cerminan dari bagaimana sistem di negeri ini telah dikompromikan oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab. Praktik oplosan tidak lagi hanya terjadi dalam skala kecil, tetapi telah menjadi bagian dari sistem yang lebih besar dan sistematis.

Lalu, di mana peran pemerintah dan penegak hukum? Mengapa praktik-praktik ini terus berulang tanpa ada tindakan tegas? Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kita akan semakin terbiasa hidup dalam budaya oplosan—di mana kejujuran menjadi barang langka, dan kepentingan rakyat selalu dikorbankan demi keuntungan segelintir orang.

Indonesia, negeri yang kaya raya ini, seharusnya tidak menjadi Republik Oplos. Namun kenyataannya, praktik-praktik curang yang terus terjadi menunjukkan bahwa kita masih jauh dari cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah kita bisa keluar dari lingkaran setan ini, melainkan apakah kita masih memiliki keberanian untuk melawan dan mengubahnya?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diskusi Publik Mega Korupsi Pertamina untuk Rekomendasi Kebijakan Revolusi Tata Kelola Pemberatasan Mafia Migas harus jadi Agenda Utama Negara  

Next Post

Apa Tugas Tentara dan Polisi?: Jangan Mengarang Sendiri!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
“Perang” Kubu Anies vs Kubu Prabowo Semakin Seru. Praktik Broker Sumber Mark Up Anggaran di Kemenhan

Apa Tugas Tentara dan Polisi?: Jangan Mengarang Sendiri!

KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Bank Jabar Banten

KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Bank Jabar Banten

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist