• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ini Negara Firli Banget Deh”: Potret Absurd Penegakan Hukum

Ali Syarief by Ali Syarief
November 1, 2024
in Crime, Feature, Law
0
Dituding Bocorkan Dokumen Penyelidikan, Jika Benar, Firli Bahuri Layak Jadi Tersangka
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun terakhir, dinamika penegakan hukum di Indonesia semakin memperlihatkan sisi absurdnya. Nama-nama besar seperti Firli Bahuri, Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, dan Dito Ariotedjo terus menjadi sorotan, namun arah hukum sering kali terlihat tak jelas. Di sisi lain, tokoh-tokoh yang tak terbukti memiliki keterlibatan finansial justru terjebak dalam kasus hukum. Salah satu contohnya adalah mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, yang baru-baru ini ditahan meski tak ada bukti kuat mengenai aliran dana kepadanya. Kasus ini menjadi cerminan ironi hukum yang mengarahkan publik pada satu kesimpulan: “Ini negara Firli banget deh!”

Kasus Tom Lembong ini menjadi tanda tanya besar. Mengapa seseorang bisa ditahan tanpa bukti yang cukup? Mengapa hukum tampak begitu cepat bagi pihak tertentu tetapi lambat bagi pihak lainnya? Di saat Lembong harus berhadapan dengan penegakan hukum, Firli Bahuri—mantan Ketua KPK yang sudah ditetapkan sebagai tersangka—masih bebas bergerak tanpa tindak lanjut yang jelas. Firli, yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga integritas sebagai mantan ketua lembaga antikorupsi, malah terseret dalam dugaan korupsi. Publik pun mempertanyakan mengapa penegakan hukum terkesan pilih kasih ketika berurusan dengan orang-orang di lingkaran kekuasaan.

Tidak hanya Firli, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan, dua tokoh elite pemerintahan yang pernah dipanggil kejaksaan, hingga kini masih tidak jelas proses hukumnya. Ketidakjelasan ini menciptakan kesan bahwa mereka yang memiliki kekuasaan atau berada di lingkaran kekuasaan seolah-olah berada di luar jangkauan hukum. Fenomena ini menimbulkan ironi bahwa hukum yang seharusnya menjamin keadilan malah menjadi alat politik bagi mereka yang berpengaruh.

Kemudian ada Dito Ariotedjo, yang meski pernah tersandung kasus pengembalian dana, kini justru menjabat sebagai menteri. Alih-alih diperiksa lebih lanjut, Dito malah diberikan posisi tinggi di pemerintahan. Publik merasa bingung dan marah melihat ketidakadilan ini, seolah-olah hukum hanya berlaku bagi mereka yang tak memiliki kekuatan politik. Kasus Dito ini menunjukkan bahwa bahkan ketika ada bukti dugaan kesalahan, status politik masih bisa melindungi mereka dari jerat hukum.

Absurdnya kondisi ini semakin nyata ketika melihat bagaimana penegakan hukum seperti menjadi alat permainan politik. Ketika hukum yang seharusnya menjadi alat keadilan dipakai sebagai senjata politik, maka yang tersisa hanyalah ketidakpastian bagi rakyat. Bagaimana mungkin masyarakat percaya pada sistem hukum yang tampak tidak berpihak pada keadilan tetapi pada kepentingan politik?

Dengan situasi yang semakin kompleks ini, masyarakat hanya bisa menyaksikan dengan skeptis. Ketidakpercayaan terhadap hukum dan pemerintah terus menguat ketika kasus demi kasus seperti ini terus bermunculan. Apakah kita masih bisa berharap bahwa hukum akan ditegakkan dengan benar dan tanpa pandang bulu? Ataukah kita harus menerima kenyataan pahit bahwa hukum di negara ini lebih condong melindungi mereka yang memiliki kekuasaan?

Ironi negara “Firli banget” ini akhirnya menunjukkan bahwa hukum bukanlah benteng keadilan, tetapi alat kekuasaan. Di balik layar, hukum menjadi komoditas yang dinegosiasikan, digunakan untuk mengamankan posisi dan melindungi kepentingan. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka penegakan hukum yang seharusnya menjadi penjaga demokrasi malah menjadi ancaman bagi keadilan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kejagung Didesak Periksa Kebijakan Impor Gula oleh Mendag Setelah Tom Lembong

Next Post

Mesin KIM Plus  Alami Kelambanan, Tidak efektif  Dalam Memenangkkan RK – Suswono

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers
Law

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Next Post
Usulan Soal Janda Kaya Jakarta Nikahi Pengangguran Jadi Polemik, Memaksa Suswono Minta Maaf

Mesin KIM Plus  Alami Kelambanan, Tidak efektif  Dalam Memenangkkan RK - Suswono

Hei fra Fusilatnews-teamet til våre lesere i Norge!

Hei fra Fusilatnews-teamet til våre lesere i Norge!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist