• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
in Feature, Komunitas
0
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) hendak menggelar Muktamar ke-35, Agustus nanti. Agenda utamanya adalah memilih Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya sudah pasti akan tergusur dari kursi Ketua Umum PBNU.

Di pihak lain, sejumlah tokoh NU sedang melakukan konsolidasi dan gerilya ke daerah-daerah dan ormas-ormas terkait. Di antaranya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dan Nusron Wahid.

Cak Imin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Gus Ipul adalah Sekretaris Jenderal PBNU dan juga Menteri Sosial serta mantan Sekjen PKB dan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Nusron Wahid adalah Ketua DPP Partai Golkar dan juga Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Cak Imin menilai Gus Yahya gagal memimpin NU, sehingga tak boleh dilanjutkan lagi.

Gus Ipul sempat terlibat konflik internal dengan Gus Yahya terkait konsesi tambang batubara yang diberikan pemerintah kepada NU. Gus Ipul pun sempat dipecat Gus Yahya dari jabatan Sekjen PBNU. Namun akhirnya dipulihkan setelah terjadi islah di antara kedua kubu.

Sebagai politikus, baik Cak Imin, Gus Ipul maupun Nusron tentu saja bersikap pragmatis. Bahkan bisa disebut sebagai penghamba kekuasaan. Siapa pun presidennya, mereka maunya tetap jadi menteri.

Ketika mereka nanti menguasai NU, baik langsung atau tak langsung melalui kaki tangannya, maka warga Nahdliyin ibarat keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya.

Dus, PBNU harus dijaga dari penguasaan para penghamba kekuasaan.

NU memang seksi secara politik. Maklum, jumlah anggotanya mencapai ratusan juta orang, sehingga sangat menentukan kemenangan seorang kandidat dalam pemilu.

Berdasarkan data survei tahun 2024, jumlah anggota NU diperkirakan mencapai 150 juta hingga 159 juta orang. Angka ini menjadikan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, mencakup sebagian besar penduduk. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dari data tahun 2021 yang mencatat lebih dari 95 juta anggota.

Secara de jure, Gus Yahya memang bukan politikus. Tapi secara de facto dia pernah menjadi juru bicara KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur semasa menjabat sebagai Presiden RI. Jadi, mau tidak mau Gus Yahya juga menjadi politikus. Apalagi setelah menjadi Ketua Umum PBNU.

Ya, dalam perjalanannya kemudian, ketika memimpin NU, sepak terjang Gus Yahya tidak kalah dari politikus, terutama menjelang Pemilihan Presiden 2024 lalu dengan membawa NU tidak netral lagi.

Apalagi sang adik, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, adalah Menteri Agama yang kemudian menjadi tersangka korupsi kuota haji tahun 2023-2024. Gus Yaqut kini menjadi tahanan KPK.

Gus Yahya pun tak lepas dari isu-isu korupsi. Konflik internal di tubuh PBNU salah satunya dipicu oleh isu korupsi dimaksud.

Cak Imin juga akrab dengan isu korupsi. Sebagai mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Cak Imin pernah beberapa kali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus “kardus durian”.

Gus Ipul dan Nusron Wahid pun tak lepas dari isu korupsi. Mungkin karena mereka pejabat negara.

Sebab itu, jika dalam Muktamar ke-35 NU nanti mereka berhasil naik ke panggung kekuasaan PBNU menggusur gerbong Gus Yahya, maka kondisi NU akan sama saja.

Alhasil, jika mau berubah menjadi lebih baik lagi, maka jagalah dan bersihkan NU dari para penghamba kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Next Post

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...