• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ali Syarief by Ali Syarief
April 27, 2026
in Economy, Feature
0
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ada masa ketika ekonomi itu dibicarakan dengan angka-angka. Serius, kaku, penuh grafik. Tapi belakangan, ekonomi Indonesia lebih cocok dibaca seperti komedi situasi—yang penontonnya tidak tertawa karena lucu, tapi karena bingung harus bereaksi apa.

Sebulan terakhir ini, kalau boleh jujur, rasanya seperti nonton pertunjukan sulap. Bedanya, kita tidak sedang dibuat kagum, melainkan dibuat bertanya: “Ini trik atau memang salah hitung?”

Lihat saja bagaimana Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperlakukan pasar modal kita. Indeks dibekukan. Alasannya klasik tapi tak kunjung selesai: free float. Bahasa sederhananya, saham yang benar-benar beredar di publik itu terlalu sedikit, sisanya “disimpan baik-baik” oleh pemiliknya. Ini seperti pasar yang ramai, tapi barang dagangannya ternyata cuma pajangan.

Dua emiten besar disebut—DSSA dan BREN—dengan kepemilikan yang terkonsentrasi. Investor global membaca ini dengan sederhana: pasar kita belum sepenuhnya pasar. Lebih mirip etalase keluarga besar.

Dan yang menarik, ini bukan kabar baru. MSCI sudah bilang dari Januari. Artinya, kita ini seperti mahasiswa yang sudah diberi catatan revisi, tapi datang ke dosen dengan naskah yang sama. Bedanya, dosennya sekarang investor global—dan mereka tidak punya kewajiban untuk bersabar.

Lalu kita geser ke fiskal. Di sini ceritanya berubah dari komedi ringan menjadi satire yang agak pahit. Laporan Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menyebut kondisi fiskal kita memasuki fase kritis. Beban bunga utang mencapai Rp 599,44 triliun. Itu bukan angka, itu karakter utama dalam cerita ini.

Bayangkan: kita bekerja keras mengumpulkan penerimaan negara, lalu hampir seperempatnya dipakai hanya untuk membayar bunga. Bukan pokoknya. Bunganya saja. Ini seperti orang yang setiap bulan gajinya habis untuk bayar cicilan kartu kredit—dan masih merasa mampu buka cicilan baru.

Di titik ini, ambisi pertumbuhan ekonomi yang tinggi mulai terdengar seperti motivasi pagi hari yang lupa melihat saldo rekening.

Kemudian datang Moody’s, yang menurunkan outlook kita menjadi negatif. Bahasa halusnya: “kami mulai khawatir.” Bahasa jujurnya: “kami tidak terlalu percaya arah kebijakan ini.” Kekhawatiran mereka bukan tanpa sebab—program-program besar dengan semangat mulia tapi perhitungan yang tampak optimistis, seperti makan bergizi gratis, bisa menjadi lubang baru dalam anggaran.

Sementara S&P Global Ratings mengingatkan bahwa kita lebih rentan dibanding tetangga. Ini menarik. Karena selama ini kita sering merasa sebagai pemain utama di kawasan. Ternyata, di mata penilai global, kita justru terlihat seperti pemain yang terlalu percaya diri tapi lupa latihan.

Dan puncaknya? Datang dari dalam negeri sendiri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba-tiba memberhentikan dua pejabat penting: Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman. Dalam dunia ekonomi, ini seperti mengganti pemain inti di tengah pertandingan tanpa penjelasan. Penonton tentu bertanya: ini strategi, atau panik?

Pasar tidak suka kejutan seperti ini. Karena bagi pasar, stabilitas itu bukan pilihan—itu kebutuhan. Ketika keputusan penting muncul tanpa narasi yang jelas, yang tumbuh bukan kepercayaan, melainkan rumor.

Di sinilah kebijakan ekonomi ala pemerintahan Prabowo Subianto mulai terasa seperti paradoks yang berjalan sendiri. Ambisinya besar, bahkan sangat besar. Tapi realitasnya sering seperti mengedipkan mata, seolah berkata: “yakin ini sudah dihitung?”

Ada semacam keyakinan bahwa semua bisa dikerjakan sekaligus: pertumbuhan tinggi, program sosial masif, stabilitas fiskal, kepercayaan investor. Masalahnya, ekonomi bukan daftar keinginan. Ia lebih mirip neraca—setiap keputusan punya konsekuensi.

Dan ketika konsekuensi itu mulai muncul bersamaan—rupiah melemah, utang membengkak, investor ragu, lembaga pemeringkat waspada—kita seperti baru sadar bahwa optimisme saja tidak cukup menjadi kebijakan.

Akhirnya, ekonomi kita hari ini terasa seperti panggung yang penuh aktor berbakat, tapi tanpa naskah yang benar-benar selesai. Semua bergerak, semua berbicara, semua terlihat sibuk. Tapi arah ceritanya? Itu yang masih menjadi misteri.

Dan mungkin, di situlah letak humornya.

Humor yang tidak membuat kita tertawa lepas, tapi cukup untuk tersenyum kecut sambil berkata: “Oh, ternyata begini cara kita mengelola masa depan.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Next Post

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist